[ lee jeno with his life ]
"Aktingmu itu bagus sekali Jeno~ya."
Jeno tidak berharap dilahirkan dengan membawa kesialan bagi keluarganya. Jeno hanya ingin diterima oleh sang ayah, ia rela melakukan apapun utukk memuaskan keinginan sang ayah. Namun...
"Jeno perlu melakukan cuci darah dan juga check up rutin seperti biasa," jawab Kun.
"Dan untuk psikis nya, kita bisa memulai terapinya saat Jeno siap. Karena disaat Jeno tidak siap, itu akan berbahaya untuknya," jawab Doyoung.
Yeeun mengangguk-anggukan kepalanya.
"Aku harus pergi, ada pasien yang menunggu di bawah," ucap Kun lalu oergi dari rooftop rumah sakit.
Tiba-tiba saja dia teringat saat Jeno berbicara sendiri dengan bayangan di cerminnya dan saat Jeno berani menentang ayahnya, itu benar-benar aneh menurut Yeeun.
"Ah aku ingin menanyakan sesuatu padamu, Doyoung," ucap Yeeun pada Doyoung.
"Apa?"
"Aku pernah memergoki Jeno yang mengobrol dengan dirinya sendiri di cermin, awalnya itu biasa saja. Tapi aku merasa aneh saat dia mulai menentang appa, dan tatapannya itu. Seperti bukan Jeno yang aku kenal," jelas Yeeun.
Doyoung sedikit terkejut dengan penjelasan Yeeun, dia melirik sebentar ke arah Kun. Dokter muda itu mengangguk pada Doyoung.
"Alterego? Seperti kepribadiannya yang lain tapi berbeda dengan kepribadian ganda, jika kepribadian ganda dalam tubuh seseorang itu saling mendominasi, sedangkan Alterego dalam tubuh seseorang masih bisa dikendalikan. Sejauh ini Jeno masih bisa mengendalikannya. Tapi mungkin suatu saat dia akan lepas kendali dan justru akan membuat tubuhnya di dominasi oleh sosok alterego nya," jelas Doyoung.
"Bagaimana bisa Jeno mengalaminya?"
"Itu akibat kekecewaan, amarah dan rasa sakit yang terpendam. Karena Jeno tidak bisa meluapkan semua itu, dia memilih untuk membiarkan JN nama dari alteregonya yang meluapkan itu semua."
"Apa itu ada hubungannya dengan appa? "
Doyoung mengangguk.
"Lalu apa yabg harus kita lakukan?" tanya Yeeun.
"Alterego itu tidak bisa hilang atau sembuh sepenuhnya. Tapi kita bisa melakukan terapi, setidaknya itu bisa membuatnya terkendali. Dan tentu saja Jeno harus siap dengan terapi itu, karena jika Jeno tidak siap, itu bisa saja berakhir fatal dimana tubuh Jeno justru akan di dominasi oleh JN."