Tandai kalo ada typo.
Happy reading!
"Ma, Sena ga ikut renang ya!" Sena merajuk kesal, pasalnya hari ini sudah mulai masuk ujian tengah semester dan untuk nilai mata pelajaran pendidikan jasmani dan rohani (penjas) diadakan ujian praktek renang. Dan ini adalah salah satu hal yang paling Sena benci.
Mami membawa satu toples cookies di bawa ke ruang tamu tepat di mana Nata tengah asik menonton tv, anak laki-laki itu sengaja datang ke rumah Sena untuk mengajak Sena ujian praktek. Dan dengan inisiatif yang sangat tinggi dia membayarkan tiket masuk kolam renang untuk Sena, mami sebenarnya cukup gembira tapi tidak dengan Sena yang sedari tadi merajuk pada mami. Sena mengintil mengikuti mami kemana saja sambil memohon agar dirinya tidak usah ikut renang sampai pada akhirnya mami risih sendiri melihat kelakuan anak gadisnya. Mami duduk di depan Sena, dimana Sena tengah duduk di samping Nata sambil bersedekap dada, dengan mulut mengerucut kesal
"Mi please ya, Sena gausah ikut renang ya? Ya?" Pinta Sena dan lagi di balas gelengan kepala oleh maminya.
"Kali-kali ikut lah Na, kamu nih kebanyakan ngurung di rumah. Tuh, lagian kamu ikut pun ga bayar inih udah di bayarin sama Nata"
"Tetep lah ma, Sena kan ga bisa berenang" rajuknya lagi dan di balas tatapan jengah oleh Nata, Nata menatap Sena serius, "Gak bisa renang tapi kata mami lo juara atlet renang waktu kelas delapan, terus itu piala renang yang di pajang di lemari punya siapa? Punya setan? Lawak lo Na" nata berucap sedikit kesal sambil menunjuk lemari kaca yang berisi piala-piala milik sena dan diantaranya ada piala atletik kejuaraan renang pada waktu itu.
Sena cengengesan tak tau malu saat dirinya tak sengaja bersitatap dengan Nata, tak lama dia kembali menatap mamanya. Seakan tau apa yang akan di ucapkan putrinya mami memilih naik ke atas kamarnya dan tiduran meninggalkan Sena dengan rajukannya.
"Udah sana ikut ujian praktek, jangan banyak males-malesan terus jadi anak gadis!. Hati-hati di jalan jangan pulang larut malam" peringat mami lalu tak lama ia menatap Nata, "Nat nitip Nana ya" Nata mengangguk lalu mengacungkan jempol pada bunda.
Tak lama nata memilih mendahului sena untuk keluar rumah dan memanaskan motornya, Sena menghela nafas kembali lagi-lagi lalu ke atas kamarnya terlebih dahulu untuk mengambil tas dan mengisi beberapa perlengkapan. Setelah itu ia menyusul nata yang sudah menunggunya di depan halaman rumahnya.
Nata terkekeh ringan melihat Sena dengan wajah cemberutnya, ia mengusap surai Sena perlahan lalu menyuruhnya naik.
"Naik!" Sena mengangguk.
Berhubung sekolah mereka tidak mempunyai kolam renang sendiri, pak Alan menyewa salah satu kolam renang ternama di Jakarta. Dan karna itu mereka sebarnya di haruskan membeli tiket renang dan berangkat bersama-sama menggunakan bus sekolah, untuk tiket sendiri Nata dengan baik hati telah membayarkan tiket untuk Sena dan dirinya, tapi berhubung mereka telat dan tidak mungkin bisa naik bus sekolah, Nata meminta keringanan pada pak Alan untuk membawa kendaraan sendiri. Untung saja pak Alan mengerti dan mengizinkan mereka.
"Jangan tidur!" Peringat Nata saat Sena sudah mulai memeluk perutnya dan bersandar di pundaknya, tampak terdengar Sena berdecak kesal.
"Dasar pelor" gumam nata
•••
Nata memarkirkan motornya di parkiran gedung kolam renang tersebut, "Gue duluan mau ganti baju" nata menaggguk dan membiarkan Sena duluan masuk ke dalam, toh untuk hari ini gedung kolam renang dewasa hanya di boking oleh tiga SMA saja. Dan pak Alan sudah berbicara pada pihak penjaga karcis bahwa ada dua muridnya yang akan telat. Setelah mengisi nama dan menanda tangani namanya nata buru-buru ke kolam dan menghampiri kedua temannya. Berhubung dia sudah menggunakan kaos dan celana pendek olahraga sekolahnya jadi dia tidak berniat mengganti pakaian seperti anak-anak perempuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nata Sena (End)
Teen FictionNata itu lelaki yang rumit. Tapi Nata itu lelaki yang manis. Nata dan Sena itu dekat, mereka seperti sepasang orang yang berpacaran. mereka begitu serasi jika di sambungkan. namun siapa yang tau perihal hati. Bisa saja apa yang orang ucapkan serasi...
