Bertemu lagi dengan Nurjannah3006 disini, tandai kalo ada typo ya.
Ketika putri kecilnya disakiti maka ibu adalah pelindung sejatinya. Dia akan berusaha untuk senyuman terbit di wajah anaknya.
Happy Reading 💗
Mami dan papi Sena pulang mendadak sangat pagi-pagi sekali dari Purwokerto ke Jakarta, tentu saja demi menjemput anak tunggal mereka.
Di rumah dengan desain minimalis kini ada keluarga Nata, dan orang tua Sena. Pula Mita yang tetap menemani Sena, gadis itu akan menginapn disini dan menemani Sena sampai mental gadis itu kembali stabil. Sena tidak boleh di biarkan terlalu lama sendirian ketika sedang down takut-takut malah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Kali ini mami memeluk putrinya di kamar milik Sena. Mereka hanya berdua dengan Sena yang terus menumpahkan tangisnya dan menceritakan segalanya.
Sena yang memang di bentuk sedari kecil untuk jujur dan riang bercerita menjadi lebih mudah diajak berkomunikasi seperti, maminya sangat bersyukur akan hal itu.
Gadis itu berkali-kali meminta maaf pada maminya karna sifat keras kepalanya yang tidak pernah mau mendengar nasehat maminya, Sena berkali-kali sesegukan karna mengakui kesalahannya sendiri, bahkan raut wajahnya sampai memerah di bagian hidung dan pipinya karna menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Sampai pada akhirnya gadis itu tertidur tepat di pangkuan mami.
"Maaf sayang, mami gagal jagain kamu" mami mencium kening Sena dan mengusap surai gadis itu perlahan-lahan.
"Bukan kamu yang salah, tapi mami yang salah malah percaya sama Sego. Mami kira karna dia sepupu Nata dia bakal sama baiknya kaya Nata, maafin mami. Mami nyesel mengabaikan perasaan gak enak saat kamu bawa Sego, mami kira semuanya bakal baik-baik aja. Maaf mami terlalu keras sama kamu. Mami sayang sama Nana, love you sayang"
"Kelak kamu akan jadi orang yang paling di sayangi oleh seseorang, mungkin bukan Sego orangnya Nana"
Mami mendekap hangat putrinya, banyak yang ia sesali karena kurangnya pengawasan dan terlalu ketatnya aturan membuat Sena seperti ini, dan sebagi ibu yang jelas melahirkan dan merawatnya sakit hati dirinya melihat putrinya yang di rawat dengan penuh kasih sayang malah di perlakukan tidak pantas oleh kekasihnya sangat amat membuat mami marah dan sakit hati.
Merawat Sena bukan perihal mudah, beliau butuh effort besar sampai harus mengorbankan pekerjaannya demi Sena yang memang dulu lahirnya prematur belum lagi gadis itu semasa kecilnya memang sering sakit-sakitan. Bukan tanpa alasan sampai umur menginjak remaja Mami selalu over protektif pada gadisnya, mami hanya berusaha menjaga Sena. Tapi nyatanya dia ikut gagal.
Selepas Sena benar-benar tertidur pulas mami memindahkan kepala Sena ke bantal dan tak lama di selimutinya bersamaan dengan mami yang beranjak dari kasur Sena, Mita datang dengan tasnya, sepertinya gadis itu baru pulang mengambil beberapa pakaian miliknya untuk di bawa menginap disini. Mita maju terlebih dahulu untuk mencium punggung tangan mami.
"Mita kamu temenin Nana ya di kamar, mami mau ke bawah dulu sebentar"
"Iya mi, Sena biar sama Mita dulu"
Mami menutup pintu dengan perlahan sampai rapat lalu turun ke bawah menemui suaminya dan sahabatnya, bunda nata dan keluarganya yang tengah berada di bawah.
"Mami nggak mau tau, Sego harus di kasih pelajaran biar jera. Bukan apa-apa kalo semisal hal ini terjadi lagi sama orang lain gimana?. Dan orang yang ngasih obat perangsang ke Sego juga harus di tangkap. Mami nggak mau tau" ucapnya ketika sudah sampai di ruang tengah.
Papi mengajak mami untuk duduk di sampingnya dan menenangkan istrinya. Papi berdeham lantas menatap Nata dan ayah Adiguna
"Sego sudah di temukan?"
"Belum, kami cari nggak ada di rumahnya orangtuanya bahkan nggak tau apa-apa. Bahkan syok mereka dengar kelakuan Sego, perihal Gabriel bahkan dia juga nggak tau ada dimana sekarang " ayah Adiguna menjelaskan terang-terangan.
"Kita fokuskan terlebih dahulu terhadap Sena, jangan sampai ia banyak pikiran" usul bunda dan diangguki semuanya.
"Nata kamu kan seumuran Sego, papi mohon bantu cari anak itu sampai dapat" nata menaggguk mengiyakan, "Insyaallah Nata usahain"
"Ambil cuti seminggu, kita liburan di Bandung aja. Sena harus refreshing biar pikiran Sena lebih kejaga gimana?"
"Nggak kejauhan?" Mami bertanya
"Di Dago. Aku ada rumah lama jarang di gunain tapi suka aku jadiin sewa penginapan turis. Kalau mau kita disana"
"Disini aja jangan kejauhan, kalo kaya gitu kesannya kita kasian sama Nana. Nana paling nggak suka di gituin, ajak ke Ancol, sama seeworld aja Sena suka laut-lautan tapi jangan ke pantai dulu. Soalnya waktu pacaran Sena sama Sego banyak ngabisin waktu di sana takutnya malah kepikiran" usul Nata dengan sangat amat panjang lebar.
"Papi malah baru tau Sena suka laut" gumam papinya merasa bersalah karna terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor.
"Oke gini aja, kita dua hari nonstop aja. Satu hari buat ke see world sama Dufan. Hari kedua piknik malam di rumah kamu jeng"
Bunda Nata berbinar setuju, "kita pakai taman belakang yang deket kolam kecil"
"Maafin keponakan aku ya, maaf karena malah bikin kalian kecewa. Meski aku juga nggak tau Sego pacaran sama Nana"
"Bukan salah kamu, aku tau Sego keponakan mu baru-baru waktu Sena cerita. Tapi yasudah nasi udah jadi bubur, terpenting anak itu harus tanggung jawab atas perlakuan kurang baiknya dan kita fokus pada Sena" ucap mami dan diangguki oleh bunda.
"Sudah malam, sebaiknya kita tidur. Adiguna kalian bisa pakai kamar tamu yang berada di lantai atas. Nata kamu pakai kamar tamu yang biasa aja"
Ucapan papi diangguki oleh semuanya lantas semua orang di ruang tamu bangkit dan pergi ke kamarnya masing-masing termasuk nata pergi ke kamar ujung yang dulu sering ia gunakan ketika menginap.
Laki-laki itu menutup pintunya lantas membuka ponselnya dan menghubungi galih. "Ada kabar?"
"Dua-duanya kabur ke daerah Nenek lo yang di Bandung. Kayanya mereka ke basecamp dragon dark yang lama, perkiraan sih gitu"
"Bukti-bukti gimana?"
"Gue dapet salinannya, udah di serahin ke bokap. Lagi di proses. Lusa paling Sego sama Gabriel udah di cari-cari"
"Semoga Sena cepat pulih, gimana dia sekarang?" Galih bertanya.
"Nangis terus, nggak henti minta maaf ke gue mami sama Mita. Dia terus-terusan ngomong ke gue kalau dia nggak layak di cintai" ada jeda beberapa saat sampai akhirnya Nata menghela nafas, "Padahal dia itu layak, cuma cowo-cowo itu aja yang brengsek"
"Bantu Sena pulih Nat, cuma lo yang paling dia percaya" perintah Galih dan langsung diangguki dengan mantap oleh Nata.
"Pasti, kebahagiaan Sena pasti prioritas utama gue"
•••

Hal apa yang ingin kalian ucapakan pada mami kalian masing-masing?
Nasi sudah menjadi bubur, jadi kita harus bagaimana?
Jangan lupa jejaknya
See you..
KAMU SEDANG MEMBACA
Nata Sena (End)
RomanceNata itu lelaki yang rumit. Tapi Nata itu lelaki yang manis. Nata dan Sena itu dekat, mereka seperti sepasang orang yang berpacaran. mereka begitu serasi jika di sambungkan. namun siapa yang tau perihal hati. Bisa saja apa yang orang ucapkan serasi...
