JENNIE POV
"Kumpulkan kertas ujian kalian, waktu sudah habis." saat dosen di depan sana berbicara aku malah panik, masih ada dua nomor yang belum aku jawab.
Tidak! Aku harus mengisinya tapi bagaimana ini?!? Aku sekarang tidak sedang menggunakan kemejaku.
"Psssttt.. Lisa!!" aku berbisik pada Lisa yang ada disebelah kananku.
Dia melirikku dengan matanya saja, namun tidak menoleh karena dosen yang satu ini sangat ketat.
"Berikan jawaban nomor 23 dan 28. Aku belum menjawabnya.." aku sebisa mungkin berbisik tapi harus tetap didengar oleh Lisa.
Aku mendengar Lisa berdecak.
Kenapa dia harus berdecak! Sial! Dia pasti tidak mau memberikan jawabannya padaku. Dasar pelit!
Dia menjawab menggunakan kode yang bisa kami pakai. Jika dia mengacungkan satu jari maka jawabannya A, dua jari maka jawabannya B dan begitu seterusnya sampai lima jari jika jawabannya E. Apakah ada yang sama denganku saat mencontek? Hehehehe...
Dia mengacungkan dua jari di awal. Aku tau itu B untuk jawaban nomor 23. Dan satu jari untuk jawaban nomor 28.
Tunggu dulu!!!
Kenapa dia memberikanku jari tengah bukan jari telunjuknya!
Dan aku melihat matanya kini memelototiku.
"Cepat kumpulkan atau kita akan di hukum karena Gyosunim memergokimu mencontek jawabanku." dia berbisik sambil masih memelototiku.
Aku yang masih kesal karena dia sengaja memberikan jawabannya dengan jari tengah ingin mengumpat padanya, "Fuck you!"
"Fuck you, too! Cepatlah! Lambat sekali, dasar keong!"
Aku mengatupkan rahangku karena dia berani menghinaku keong! Monyet bodoh ini! Lihat saja, aku akan menghajarmu!!!
Aku membawa kertas jawabanku ke depan dan kemudian disusul oleh Lisa.
Selalu seperti itu. Meskipun Lisa sudah selesai menjawab, dia selalu meminta agar aku mengumpulkannya terlebih dahulu. Dia bilang jika dosen kami mengetahui bahwa jawaban kami sama percis, maka yang akan di hukum adalah Lisa karena aku yang mengumpulkannya lebih dulu.
Manis? Tidak juga?
Aku malah muak karena jika aku belum selesai dia selalu berisik dan terus menyuruhku untuk cepat. Heol! Aku tidak sepintar dia jadi wajar saja aku sangat lama dalam mengerjakan soal-soalnya!
Aku keluar kelas setelah selesai mengumpulkan jawabanku, kemudian disusul oleh Lisa beberapa menit setelahnya.
Sebenarnya aku masih marah padanya karena kejadian siang tadi di taman. Dia tidak mendengarkan ceritaku dan malah fokus dengan bukunya. Aku marah dan aku benci ketika Lisa tidak mendengarkanku.
Tapi karena dia berjanji hari ini ingin mengajakku kemanapun aku mau setelah ujian, jadi aku akan berhenti marah. Katakanlah aku kekanak-kanakan, aku tidak peduli. Semenjak ada Lisa memang aku merasa bahwa masa kecilku menjadi lebih menyenangkan.
Saat itu, 10 tahun yang lalu. Lisa yang aku selamatkan bukunya dari Joy si anak sialan itu datang ke rumahku. Dia membawakan makanan yang mahal dan tidak pernah aku beli sebelumnya.
Aku malu bertemu Lisa saat badanku kotor dan bau karena sudah membantu Eomma berjualan. Tapi dia tidak merasa risih, walau aku tahu dia pasti anak orang kaya raya.
Semenjak itu dia sering ke rumahku, atau menjemputku dengan sepedanya. Terkadang dia juga menjemputku ke sekolah dengan mobil orangtuanya yang sangat mahal dan mengkilat. Lebih mengkilat dari dahinya. Xixixixi.

KAMU SEDANG MEMBACA
BEST FRIEND - JENLISA
Romansa"cinta butuh waktu untuk bisa kita rasakan" Jenlisa Story GXG ID 🏆🥇 #jenlisa rank #1 on May 26, 2022 until May 30, 2022 | June 5, 2022 until June 6, 2022 🏆🥉#gxg rank #3 on Sept 13, 2022