LISA POV
"Haishhh.. Angkat Jennie-ya.." pagi ini aku sangat kesal. Aku terbangun dan semua pesanku masih belum mendapatkan balasan lagi sejak kemarin. Bahkan dia tidak repot-repot untuk menjawab ratusan panggilanku sejak semalam.
Aku terbangun di pagi hari dan meraih ponselku untuk menghubunginya lagi. Dan tentu saja masih sama. Tidak ada jawaban apapun darinya.
Apa sebenarnya dia marah padaku karena aku tidak bisa mengantarkannya? Ini hanya terjadi hitungan jari jika aku tidak mengantar atau menjemputnya, jadi harusnya dia tidak marah padaku seperti ini.
Aku menyerah untuk menghubunginya karena mungkin dia tidak akan mengangkatnya sama sekali. Aku mencoba menghubungi Chaeyoung siapatahu dia bisa menjelaskannya padaku.
Aku mencari kontak Chaeyoung dan memanggilnya. Beberapa deringan akhirnya suara Chaeyoung terdengar dari balik ponselku.
"Ada apa Lisa-ya?" dia mendahuluiku.
"Chaengie? Apa Jennie baik-baik saja kemarin? Dari semalam dia tidak mengangkat panggilanku atau membalas pesan-pesanku. Apa dia marah karena aku tidak mengantarkannya?" tanyaku pada Chaeyoung.
Aku mendengar Chaeyoung sedikit bernafas kasar, "Aku tidak mau menjawabnya. Kau tanyakan saja pada Jennie."
Aku mengerutkan alisku. Benar dugaanku bahwa Jennie tidak baik-baik saja. Tapi kenapa dia harus sampai semarah ini.
Aku baru saja akan menjawabnya lagi kemudian suara Jisoo Unnie sedikit terdengar di balik panggilan kami.
"Siapa yang menelfonmu pagi-pagi seperti ini, Chagiya?" suaranya masih dapat terdengar jelas walau jauh.
"Lisa.." Chaeyoung menjawabnya
"Yhaaa! Biarkan aku berbicara dengannya." teriaknya kesal. Kenapa dia jadi ikut kesal padaku seperti Jennie?
"Lisa-ya!!! Temui aku di kampus pagi ini. Aku akan mencekikmu sampai mati!!!" aku sedikit menjauhkan ponselku dari speakernya yang ada di telingaku karena Jisoo Unnie berteriak sangat keras.
Aku membalasnya, "Bisa kau pelankan suaranmu? Ini masih pagi namun kau bertingkah seperti kesetanan!"
"Sikapmu yang seperti setan! Temui aku, aku akan membalas semua airmata yang Jennie keluarkan untukmu kemarin, sialan! Lihat saja!" Jisoo Unnie masih terus berteriak pdaku, namun aku tidak peduli. Aku hanya peduli pada pernyataannya. Jennie menangis?
"Kenapa Jennie menangis, Unnie?" aku bertanya khawatir. Sejak dulu Jennie sangat jarang menangis jika dibandingkan dengan aku. Tapi mendengar dia menangis hanya karena aku tidak mengantarnya pulang sangat tidak masuk akal. Terlebih kemarin dia masih membalas pesanku dan bilang bahwa dia tidak apa-apa pulang dengan Chaeyoung dan Jisoo Unnie.
Sepertinya Chaeyoung merebut lagi ponselnya dari Jisoo Unnie karena dia yang sekarang menjawabku, "Sudah kubilang kau tanyakan sendiri pada Jennie. Aku tutup telfonnya." suara datarnya membuatku semakin takut dan khawatir. Tanpa mendengarkanku berbicara lagi Chaeyoung benar-benar memutus panggilan kami.
Aku segera masuk ke kamar mandi untuk bersiap ke kampus. Setidaknya untuk menjemput Jennie lebih cepat dari biasanya. Aku harus tahu dulu semua penjelasannya kenapa dia bisa sampai menangis.
Membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk aku bersiap. Aku langsung meluncur menuju parkiranku untuk menjemput Jennie. Hari ini aku membawa motor untuk sedikit menghindari kemacetan di pagi hari agar bisa segera sampai ke rumah Jennie.
Aku mengabaikan panggilan Mommy untuk mengajakku sarapan bersama. Ada Daddy juga duduk di meja makan. Namun aku acuh dan tidak meresponnya. Aku masih marah dan tidak berbicara dengan keduanya. Daddy juga tidak repot-repot untuk menyapaku setiap melihatku. Tamparannya masih terasa di pipiku dan aku masih tidak terima dengan semua ucapan buruknya saat dia merendahkan Jennie.

KAMU SEDANG MEMBACA
BEST FRIEND - JENLISA
Romance"cinta butuh waktu untuk bisa kita rasakan" Jenlisa Story GXG ID 🏆🥇 #jenlisa rank #1 on May 26, 2022 until May 30, 2022 | June 5, 2022 until June 6, 2022 🏆🥉#gxg rank #3 on Sept 13, 2022