Pertemuan Padma dengan hantu perempuan Belanda yang meminta bantuannya, bukanlah sesuatu yang ia anggap penting. Sampai kemudian, orang yang dicintainya melalukan hal yang sangat menyakitkan.
Padma memutuskan menjauh dari orang-orang yang melukainya...
Kepada Yang Terhormat Tuan Karel van den Berg di Haur Pandjang
Dengan sangat menyesal, saya harus mengabari Anda tentang hal buruk. Ini perkara adik Anda, Nona Mariana van den Berg, yang telah saya rawat berkenaan dengan penyakit tuberculose-nya di Pulau Onrust selama lebih dari enam bulan ini. Adik Anda yang baik itu menghilang dari vila tempat tinggalnya dan belum ditemukan sampai saat saya menulis surat ini.
Begini duduk perkaranya. Pagi kemarin, Suster Dora dari rumah sakit Pulau Onrust yang biasa mengurusnya datang ke vila Nona Mariana untuk membuatkan sarapan dan menemaninya minum obat seperti biasa. Namun, Nona tidak ada. Suster telah mencarinya di dalam rumah dan pekarangan sekitar, tetapi adik Anda tidak ditemukan. Di atas meja tulisnya ada peti perhiasan dan tiga buah surat yang sepertinya sengaja disiapkan, yaitu untuk saya, Anda dan Nona Sophia Adriana Both. Juga, ada koper yang sudah terisi pakaian di samping ranjangnya. Tentu saja Suster Dora tidak berani membuka surat-surat itu, meski demi penyelidikan. Jadi, dia melaporkan kepada pihak berwenang di pulau, sehingga pencarian dilakukan oleh banyak orang dengan seksama, tetapi belum mendatangkan hasil.
Mereka mengirim kurir untuk memanggil saya, sehingga saya segera datang dan membaca surat dari Nona Mariana itu. Surat itu rupanya adalah surat perpisahan yang bernada putus asa. Pada saat itu, saya masih berharap Nona Mariana hanya pergi dari Onrust dengan menumpang perahu, entah bagaimana caranya. Namun, harapan saya pupus, ketika seorang nelayan memberitahu kami bahwa sehari sebelumnya, tepat setelah badai reda, ia melihat seorang perempuan melompat ke laut. Ia tidak yakin dengan penglihatannya dan menghibur diri bahwa itu sebenarnya hanya pohon yang tumbang saja, berhubung hal itu memang kadang-kadang terjadi setiap ada badai di pulau. Namun, ketika kami menyuruhnya mengingat-ingat lagi, ia meragukan kesimpulannya yang pertama. Yang dikiranya pohon itu tampaknya seorang perempuan mengenakan gaun putih, yang menurut kesaksian Suster Dora ciri-cirinya sama dengan gaun tidur Nona Mariana. Babu cuci yang biasa membantu Nona Mariana kemudian dipanggil, dan setelah pemeriksaan seisi kamar dan koper, dia memastikan ada satu baju tidur yang hilang.
Sayangnya, pencarian di laut telah dihentikan karena kemungkinan untuk menemukan Nona Mariana selamat maupun jasadnya sangat kecil sekali, disebabkan arus laut setelah badai sangat berbahaya dan tidak bisa diduga. Sungguh sangat disesalkan bahwa saya tidak bisa mendesak pihak berwenang untuk memberi tambahan waktu.
Tuan Karel, saya tidak bisa menggambarkan betapa besar dukacita saya, karena adik Anda adalah salah satu pasien favorit saya. Ia sangat baik dan ramah, dan selalu berusaha riang gembira meskipun saya tahu dia sedang sangat bersedih. Seandainya saja ia mau lebih terbuka kepada saya tentang kerisauannya, mungkin saya bisa memberinya semangat dan menghilangkan kegelapan batinnya.
Bersama ini, saya kirimkan semua pakaian dan barang-barang pribadi adik Anda dan kedua surat yang telah disiapkannya. Saya mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya. Dalam beberapa minggu ke depan, saya akan mengunjungi Anda secara resmi.
Hormat saya,
Dr. Herman J. Stapel
***
Bahasa:
Bijlage pagina (halaman lampiran)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keterangan foto: Pulau Onrust di masa kolonial. (Photo courtesy of Wikipedia)