21. Bocah Bau Kencur dan Plester Motif Kartun

7K 470 8
                                        

Dibuat:Kamis, 5 Januari 2023. 21:00.

Halooooo!

Gimana sama tahun 2023 ini?

Saya harap selalu bahagia dan sehat ya❤️❤️

Sebelum baca harus apaaaa?

Yap! Senyum!☺️

Vote dan komennya jangan lupa yaaa❤️❤️

🦋 HAPPY READING 🦋

🌼🌼🌼

"Maaf, Pak. Ada seseorang yang menunggu di ruangan Bapak," ujar seorang staf melaporkan ketika Pangeran baru saja memasuki kantornya bersama Anne yang selalu berada di sampingnya. Dia menundukkan kepalanya takut.

"Siapa?" tanya Pangeran. Tatapannya langsung berubah sangat dingin ketika staf itu memberitahukan seseorang yang berada di dalam ruangannya. Pangeran segera menatap ke arah Anne ketika lengannya di genggam dengan sangat erat. "Gue nggak akan kenapa-kenapa," ujar Pangeran dengan membalas menggenggam tangan Anne untuk meyakinkannya.

"Hadapi dengan kepala dingin," kata Anne pelan.

Pangeran menganggukkan kepalanya menuruti keinginan Anne. Setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Pangeran sedikit terkejut akan kehadiran Rakka di sini. Dia berjalan lebih dekat ke arah Rakka yang sedang duduk di kursinya hingga berhadapan langsung.

"Ada apa Papi ke sini?" tanya Pangeran dengan dingin. Pandangannya menatap malas ke arah Rakka.

"Cuma mau ketemu anak Papi. Apa itu salah?" Rakka tersenyum, lalu berdiri dari duduknya dan menepuk bahu Pangeran dua kali. Rakka mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan kembali menatap Pangeran dengan menghela napasnya kemudian tersenyum, seakan bangga dengan kerja keras putranya itu yang berhasil mengembalikan perusahaannya yang kemarin hampir down.

"Papi nggak mungkin rela datang ke sini sendiri kalau bukan ada apa-apa," kata Pangeran lagi dengan nada dinginnya. Dia tahu betul bagaimana watak papinya itu.

"Ternyata anak Papi ini mengenal betul Papinya seperti apa." Rakka mendengkus. Dia melangkahkan kakinya pada jendela kaca yang memperlihatkan gedung-gedung tinggi di sebelahnya juga banyaknya kendaraan di bawahnya dengan kedua tangannya yang berkacak pinggang. "Di mana menantu Papi yang cantik itu? Papi mau ketemu."

"Apa urusan Papi?" tanya Pangeran sedikit curiga karena Rakka tiba-tiba saja menanyakan Anne.

Rakka berbalik menatap Pangeran di belakangnya. "Dia menantu Papi. Kenapa Papi nggak boleh ketemu?" Rakka tersenyum miring. "Tenang Pangeran. Papi nggak akan apa-apain dia. Papi cuma mau ngobrol aja."

"Pangeran nggak akan biarin Papi ketemu sama Anne. Lebih baik Papi pulang sekarang sebelum—"

"Anak laki-laki Papi ini ternyata udah berani ngancam papinya sendiri. Sangat tidak sopan," selanya. Rakka melangkah mendekatkan dirinya kepada Pangeran dengan kedua tangannya yang dimasukkan ke dalam kantong celananya. "Kamu akan menyesal setelah tahu rahasia besar yang disembunyikannya," bisik Rakka dengan tangan kanannya yang memegang bahu Pangeran. Setelah itu, dia melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Pangeran yang berusaha mati-matian menahan amarahnya.

HUSBAND ABLE(?)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang