Menikah dengan pria tampan yang memimpin sebuah perusahaan?
Itu tidak pernah terpikir sekalipun oleh wanita dengan kehidupannya yang sederhana.
Anne menerima lamaran dari seorang bosnya, meski dia tahu bosnya melamar dirinya bukan karena atas dasar...
Maaf ya kemarin-kemarin ada problem dan sempet ga enak badan. Tapi sekarang udah lebih baik kok😁👍
Gimana senyumnya masih lebar kan?
Sebelum baca senyum dulu!
Jangan lupa vote dan komennya☺️🤝
🦋 HAPPY READING 🦋
🌼🌼🌼
Malam ini, Anne pergi keluar dengan menggunakan motor BMW R18 milik Pangeran. Karena dia merasa bosan seharian di rumah dan tidak diizinkan masuk kantor oleh Pangeran untuk hari ini. Mengingat kondisi Anne juga yang kemarin terus mengeluh sakit perut, Pangeran tidak akan membiarkan Anne bekerja terlebih dahulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Meski sudah dilarang dan para pekerja di rumahnya menahannya agar tidak keluar rumah atas perintah Pangeran, Anne tetap nekat pergi diam-diam dari rumah. Entah ke mana tujuannya, Anne pun tidak tahu. Yang terpenting adalah dapat menyegarkan pikirannya yang suntuk. Anne memang tidak bisa bila hanya berdiam diri seharian di dalam rumah. Karena Pangeran juga tidak mengizinkan dirinya melakukan pekerjaan rumah.
Anne menghentikan motornya di sekitar keramaian, karena banyak anak-anak muda yang sedang melakukan aksi balapan liar. Ada sedikit rasa tertarik untuk mengikuti balapan dalam benaknya, namun dia ragu karena sudah lama tidak mengikuti balapan. Apalagi di tempat yang ilegal seperti ini.
"Wah, curang tuh," ujar Anne saat melihat dari kejauhan ada salah seorang laki-laki yang sedang menyabotase kendaraan milik lawannya.
Anne yang tidak terima pun menghampirinya dengan motornya. Ketika jaraknya hampir dekat dengan pemuda itu, Anne menendang punggung laki-laki itu yang sedang berjongkok hingga jatuh tersungkur.
Anne menghentikan motornya tak jauh dari laki-laki yang kini sudah berdiri dengan teman-temannya yang datang menghampiri.
"Woi! Apa-apaan lo?" teriaknya kepada Anne yang masih membelakanginya dengan tangannya yang menunjuk ke arah Anne. Raut wajahnya terlihat kesal karena Anne telah berbuat seenaknya.
Semua mata tertuju pada Anne, karena mendengar suara teriakkan dari laki-laki itu. Mereka merasa asing dengan kehadiran Anne, sekaligus tidak menyangka dengan apa yang telah Anne perbuat. Dalam hati mereka, Anne sangatlah berani karena sudah mencari masalah dengan sang penguasa jalanan itu.
Laki-laki yang diketahui bernama Damar itu maju mendekati Anne karena Anne tidak kunjung meresponnya. Dia memegang bahu Anne yang masih duduk di atas motornya. "Siapa lo? Berani banget cari masalah sama gue. Lo nggak tau gue siapa di sini? Buka helm lo. Nggak usah sok misterius," cecar Damar.