ALOHAAA....
YUHUUU, AKSA KOMBEK🤗
ADA YANG RAINDU?
ENGGAK YA?
YAUDAH, GAKPAPA:)
.
.
."AKSAAA..."
Mona terbangun dari tidurnya, nafasnya terengah. Bulir-bulir keringat membasahi pipinya.
Tes.
Satu bulir air mata mengalir dari pelupuk mata Mona.
Kenapa?
Ada apa?
Kenapa mimpi itu terasa nyata?
Benarkah Aksa nya pergi?
Mona mengalihkan pandangan, menatap ke arah sekitar, hingga matanya tertuju pada sebuah kotak pemberian seseorang.
Dengan perlahan, Mona bangkit dari tempat tidurnya. Melangkah pelan, menuju nakas, mengambil kotak itu, menatapnya sebentar lalu membukanya.
Satu buah kalung berinisial namanya. Air mata Mona kembali luruh. Ia menggenggam kalung itu lembut, lalu membawanya ke arah dada. Seolah, ia tengah memeluk kalung itu.
"Kamu dimana nak? Ibu rindu." lirihnya.
Brak!
Mona di buat terkejut, buru-buru ia menaruh kembali kalung itu kedalam kotaknya. Dan segera menoleh ke arah pintu. Di sana, ada Arka yang tengah berlari ke arahnya.
"Ibu."
"A-arka? A-ada apa nak?" tanya Mona. Dapat Mona lihat, Arka tersenyum cerah namun matanya sedikit berkaca-kaca.
"Ibu, A-aksa sudah di temukan." ucap Arka bergetar, senyum nya semakin melebar.
"A-arka, a-apa yang kamu bilang ini adalah kenyataan? A-aksa? A-anaknua ibu sudah di temukan?" mata Mona kembali memanas saat melihat anggukan dari Arka.
"Aaa hiks, hiks, terimakasih ya tuhan terimakasih." Mona menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia senang, bukan main.
Aksa nya sudah di temukan?
Ini tidak mimpi kan?
"A-arka, a-ayok, beritahu ibu dimana Aksa? B-beritahu ibu kondisi Aksa, Arka. Ayok, i-ibu sudah gak sabar untuk bertemu dengan adik kamu." ucap Mona.
KAMU SEDANG MEMBACA
HELP [Tamat]
RandomAksa bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa. Hidupnya hanya di isi dengan luka,kecewa dan air mata. Dirinya terombang-ambing bak sebuah kayu yang berada di tengah-tengah ombak. Hatinya telah layu, meredup seiring dengan luka yang terus menganga tan...