kinda 17+
Kehidupan Jeon Jina seperti dipermainkan oleh kakaknya sendiri. Dia dipaksa untuk selalu menuruti permintaan kakaknya bahkan mengenai masa depan dirinya sendiri.
-
#1 in Jungwon (03.03.22)
#1 in Sunghoon (12.6.22)
#1 in Jay (04.10.22)
Setengah enam sore, matahari sudah mulai menenggelamkan diri secara perlahan, bersamaan dengan Jina yang mendudukkan diri pada sebuah halte yang tidak terlalu ramai. Disisi kanannya hanya terdapat beberapa siswa sekolah menengah dan disisi kiri terdapat wanita yang bercengkrama dengan anaknya.
Memandangi kedua kakinya yang terbalut celana panjang berwarna hitam, Jina beralih melepas flat shoes yang ia kenakan, pertanda jika dirinya hari ini sangat lelah dan ingin cepat cepat merebahkan diri pada ranjang yang empuk, sembari menonton film ditemani camilan juga Jake yang akan tidur pada pahanya.
Jina hari ini tidak membawa mobil, tadi pagi dirinya diantar oleh Jake dan saat ini ia memilih naik kendaraan umum untuk pulang, oh tentu saja dengan segala perdebatan dirinya dan Jake tadi pagi, suaminya itu bersikukuh untuk menjemputnya namun dirinya hari ini benar benar sedang ingin naik bus.
Jina hanya rindu masa masa sekolah menengah dulu, masa masa dimana ia selalu naik kendaraan umum bersama Chaeyun.
Memilih mengambil handphone didalam tas, Jina berniat mengirim pesan kepada Jake selagi dirinya menunggu bus. Sebenarnya ia sudah merindukan Jake. Jina mengulas senyum ketika jarinya dengan lincah mengetikkan pesan.
Jina Jakeyyjakeyy Haloo
Tak butuh waktu lama, Jina sudah mendapat balasan dari sang pria. Membuat wanita itu terkekeh pelan.
Jake Hi sweety Who'sJakeyy?
Jina Idk, my husband?
Jake Wow, he'shandsome, right?
Jina He's the mosthandsome boy in every universe
Jake Do you love him?
Jina Ofc. I love him, sou much~
Jake Kkkk~ How lucky I'm?
Jina Oh are you Jakey?
Jake I'myour husband
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cukup.
Jina langusng memasukkan handphone nya kembali ke dalam tas. Bukan apa apa, hanya saja, ia takut di kira tidak waras kalau terus terusan senyum sendiri seperti ini. Apalagi Jake tanpa permisi mengiriminya foto yang—