Sorry for typo(s)
EDITED.
**
Rachel’s pov--
"Hmm, pagi yang cerah. Aku harus berangkat pagi kesekolah dan mengerjai murid murid yang telat. Haha ini pasti menyenangkan." Gumamku.
Memang, aku sering mengerjai atau istilahnya membully teman temanku.
Entahlah. Bukan merasa paling berkuasa, tetapi memang kebiasaanku seperti ini. Sahabat, orang tuaku dan kakakku bahkan sudah berusaha membuatku untuk berhenti membully, tetapi entah kenapa aku suka sekali membully.
Segera aku bangkit dari tempat tidurku dan menuju ke kamar mandi untuk bersiap siap. Memoles sedikit bedak di wajahku.
"Hmm, beauty!" Gumamku.
Walau aku hanya mengunakan bedak bayi tipis. Aku suka bedak bayi. Baunya harum. Walau mom sudah menguruhku memakai kosmetik untuk wanita, tapi aku tetap menolaknya dan tidak beralih dari bedak bayi tersebut.
"Morning mom, dad!" sapaku pada kedua orang tua tercintaku sambil menuruni tangga.
"Hi sweety, sudah bangun rupanya. Ayo cepat sarapan. Mom and dad aka nada meeting jam 8 nanti."
"Oh god. Meeting. Meeting. Meeting. Sampai jam berapa?"
Aku sedikit muak dengan pekerjaan orang tuaku. Walau orang orang menginginkan orang tua seperti orang tua ku, yang memiliki harta melimpah, tapi mereka tak mengira bahwa waktu untuk berkumpul dengan keluarga akan berkurang.
"Ayolah, Sweet heart. Hanya sampai jam 7 malam." Kali ini dad membuka suara.
"Dad, Hanya jam 7 malam? Itu lama dad, aku ingin kalian selalu ada untukku."
"Iya, Rachel.. Kami akan menghubungimu saat makan siang."
"Hmm." Balasku malas.
"Oh ya, besok mom sama dad harus pergi ke California untuk mengurus perusahaan disana. Kau baik baik ya dirumah. Ingat, Mom tidak ingin dapat laporan kau berulah di sekolah."
"Hm, berapa lama?"
"Sekitar 1 bulan, sayang."
"Apa?? 1 Bulan?" Teriakku. Hampir saja aku tersedak.
"Itu lama Mom, Dad. Dan membully anak di sekolah bisa menghiburku." Balasku
"Rachel. Dengar Dad. Kau tidak boleh berulah di sekolah. Sampai kau berulah lagi, semua fasilitasmu akan Dad tarik."
"Arrghh! Ayolah Dad!" Aku mencoba memaksa mereka.
"Rachel, bersikap baiklah untuk Mom and Dad. Setelah kau benar benar merubah sikapmu, Mom janji akan lebih meluangkan waktu Mom untuk Putri bungsu Mom ini."
Hmm, mungkin ada baiknya aku menuruti perintah Mom and Dad, bagaimanapun aku membutuhkan mereka di sampingku.
"Okay, baiklah. Aku berangkat." Balasku singkat.
Aku pergi meninggalkan meja makan dan segera mengambil kunci mobilku.
Dengan cepat kulajukan mobilku ke sekolahku yang hanya berjarak 3 km dari rumahku.
"Hfft sampai! Masih sepi, Apa aku harus melakukan hal itu lagi atau menuruti perkataan mom?" Gumamku.
"Okay, untuk sekarang aku ingin membanggakan orang tuaku. Lebih baik aku belajar kelas pertama 'katanya' ada ujian."
Ya, aku terkadang malas malasan di kelas kadang juga aku rajin dan memperhatikan guru dengan baik. Untuk pelajaran Kimia, Aku malas sekali mendengarkan guru yang menjelaskan di depan. Dan pelajaran pertama nanti Kimia dan ujian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because of the bad Experience -One Direction-
Fanfiction[COMPLETED] 'Dari hidupku ini, aku bisa mengambil banyak pelajaran. Ada orang egois yang ternyata bisa melakukan apa saja, bahkan membunuh orang lain hanya karena mengikuti egonya. Ada orang yang aku sendiri tak mengerti apa yang terjadi dengannya...
