Day 51 - "The truth."

2.1K 396 58
                                        

Private chap-

Gimme 3k vote please:')

Tap vote! Tap vote! Lalalalala *nyanyi*
Fast update, nih buat yang penasaran!

"The further inside you hide the hurt, the more it hurts inside. All wounds need air to heal."

-One lie can destroy everything.-

Sorry for typo(s)

**
Author pov--

Sekarang di sini lah mereka. Di dalam mobil Niall.

"Ni, apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang terjadi dengan Zayn?" Tanya Rachel memecah keheningan.

"Tidak cukup waktu untuk menjelaskan semuanya, Rachel. Kau akan tahu nanti." Balas Niall yang masih fokus pada jalanan di depannya. Hari masih pagi, tetapi Rachel sudah di suguhi dengan masalah baru.

"Ni, bukannya ini jalan menuju rumahmu?" Tanya Rachel lagi.

"Diamlah, Rachel. Kau membuatku semakin bingung." Seru Niall dengan suara meninggi. Dengan sekali sentakan, Rachel terdiam.

Tak lama kemudian, Niall memarkirkan mobilnya tepat di halam rumahnya. Mungkin Rachel berpikir kenapa ia ada di sini sekarang? Niall bilang Zayn dalam bahaya, namun kenapa mereka jadi ke sini?

Niall berjalan mendahului Rachel. Tidak ke dalam rumahnya, melainkan berjalan keluar pagar. Rachel mengikuti Niall dalam diam. Niall berjalan menjahui rumahnya, hingga sampailah mereka di depan sebuah rumah tua yang memang jaraknya tak jauh dari rumah Niall.

Rumah ini terlihat begitu buruk dari depan. Membuat Rachel bergedik ngeri menatapnya.

"Sekarang apa?" Tanya Rachel akhirnya membuka suara.

"Ssh, kita akan masuk." Balas Niall sembari meletakkan jari telunjuknya di depan mulut, mengisyaratkan Rachel untuk diam.

"Are u kidding me, Ni?" Tanya Rachel berbisik.

"No, ikuti aku. Ingat, perlahan." Balas Niall lagi yang di sambut dengan anggukan dari Rachel.

Clek.

Niall berusaha membuka knop pintu sepelan mungkin, tetapi tetap saja pada akhirnya menimbulkan suara. Niall mengisyaratkan pada Rachel untuk terus maju. Hingga mereka berhenti di depan sebuah pintu tua yang terdengar seperti ada perdebatan di dalamnya.

"Apa yang kau inginkan?"

"Cukup, Haz!"

Rachel menatap Niall dengan tatapan yang berarti 'Apa maksudnya itu? Siapa mereka?'

"Kita akan segera mengetahuinya."

Merasa tak sabaran, Rachel menyuruh Niall untuk membuka knop pintu. Hingga akhirnya, mereka melihat ada apa di dalam.

Setelah pintu terbuka lebar, dan terpampang jelas apa yang sedang terjadi, Rachel segera membekap mulutnya tak percaya. Ia menggeleng gelengkan kepalanya.

Pandangannya menatap lurus pada dua orang lelaki di sudut ruangan. Yang satu terduduk di pojok ruangan, sedangkan yang satu berdiri di depannya sembari memegang sebalok kayu yang cukup besar.

"ZAAAYN!" Seru Rachel. Dengan cepat ia menghampiri kekasihnya itu yang sudah babak belur. Dengan cepat Rachel memeluk Zayn. Zayn berusaha membalasnya, walau rasa nyeri memenuhi tubuhnya.

"U okay? Kau harus segera ke rumah sakit, Zayn. Atau--" Ucapan Rachel di putus oleh seseorang yang memegang balok kayu tadi.

"Well, well. Kita kedatangan tamu." Dengan cepat Rachel menoleh menatapnya. Menatapnya tajam. Tatapannya penuh amarah. Sementara orang itu dengan santainya memainkan balok kayu yang berada di tangannya itu.

Because of the bad Experience -One Direction-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang