Sammy dan Lala mulai membuka satu persatu kado pernikahan mereka. Isinya bermacam-macam mulai dari sepatu, make up, baju, bahkan ada yang menghadiahkan mereka apartemen kecil. Untuk Ary dan putranya, Mereka menghadiahkan 2 gelang emas kecil yang nantinya akan dipakai oleh anak-anak Sammy dan Lala.
"Kyaaa... Imutnya! Terima kasih untuk kalian berdua! Aku sangat menyukai gelang-gelang ini, Mereka lucu!" Pekik Lala.
Lalu keduanya memandang satu lagi kotak yang belum mereka buka, "Ini kado dari siapa?" Tanya Lala pada suaminya.
"Oh ini kado dari saingan bisnisku, Singar" Jawab Sammy yakin.
Nama yang asing itu membuat Ary bertanya dari layar hpnya, "Siapa Singar?"
Lala juga Sammy tiba-tiba menatap Ary dengan aneh, "Kamu tidak tau Singar?"
Ary menggelengkan kepalanya, "Tidak, Aku tidak tahu"
"Singar itu adalah Presiden dari perusahaan SERSA, Kamu pasti tau perusahaan itu kan?" Dia mencoba mengingatkan temannya yang minim akan dunia luar.
Pria itu berpikir sebentar, "SERSA... SERSA... Ah, Benar aku baru mengingatnya! Kamu berteman dengan pemiliknya? Aku baru tahu" Celetuk Ary.
"Kita berteman 4 tahun dan kamu masih menganggap perusahaanku kecil? Apa kamu sedang mencoba menghinaku?"
"Hey! Siapa yang bermaksud seperti itu, Aku hanya bertanya apakah kamu berteman dengannya atau tidak!" Sahut ayah satu anak itu ketus.
Dengan perasaan gatal Lala melerai keduanya, "Berhentilah kalian berdua! Sayang cepat buka kadonya, Aku penasaran apa isinya!"
Kado di buka, Kompak ketiganya melebarkan mata. Warna kemerahan juga tercetak jelas di pipi Sammy dan Lala. Beda lagi Ary, Pemuda itu justru tertawa lepas berguling-guling di kasur, Beruntung bayi tidak bangun akibat ulah papanya.
---------
"Sex toy?" Ucap Singar tanpa menatap lawan bicaranya, Tetap fokus pada laptopnya.
Pria yang duduk di ranjang Bosnya tersebut mengangguk disertai tawa, "Ahahaha! Benar, Aku sudah menjalankan tugas yang kamu berikan, Tak bisa kubayangkan bagaimana ekspresi keduanya saat ini? Apa mereka malu?"
"Dapat dimana?"
"Heh... Itu mudah bagiku! Aku bukanlah pria yang hanya berpacaran dengan pekerjaan sepertimu" Ejek Panji sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur.
"Pergi dari kamarku" Titah Singar melirik sekertarisnya yang tiduran di atas ranjang miliknya. Manik zambrudnya menajam, Dia tidak suka tempat istirahatnya ditiduri orang, Tanpa pengecualian.
"Jangan marah tuan Singar yang terhormat, Sebentar lagi juga aku akan pergi dari kamarmu"
"Keluar" Perintah itu kembali terdengar dan kali ini agak tegas.
Panji mendengus kemudian bangkit. Tanpa disuruh dia membersihkan tempat tidur memakai tangannya sendiri, "Kenapa kamu sangat jijik bila orang tidur di kasurmu? Bahkan saat kecil pun kamu sering menendangku ke lantai jika terlalu berdekatan denganmu di tempat tidur!" Omelnya.
"Banyak kuman"
Lantas pria itu menoleh tak percaya akan ucapan kakak sepupunya, "Jadi maksudmu aku ini kuman?"
Anggukan samar dari pria pirang bermata hijau kian membuatnya meradang, "Sepupu brengsek!" Umpat Panji seraya melangkah menuju pintu.
"Carikan Aku makanan"
"Oke, Tuan pesuruh!" Jawab Panji sebelum menutup pintu lalu mencibir di luar, "Kenapa Tuhan memberikanku sepupu sepertinya? Bisa-bisa aku menjadi biksu karena harus setiap hari bersabar dengan sikapnya yang semena-mena itu!"

KAMU SEDANG MEMBACA
HOT YOUNG PAPA, WILL YA MARRY ME? (Mpreg) (END)
Romance(TAMAT DI PDF DAN BISA JUGA BELI DI APLIKASI KARYAKARSA!)😁 Malam setelah merayakan Anniversary yang ke 4 tahun dengan kekasihnya, Paginya Ary menemukan dirinya di kamar asing dalam keadaan bugil dan keperjakaanya hilang!! Hatinya hancur lebur menge...