24. "Ayo menikah"

1.4K 84 0
                                    

Ary mematung diambang pintu sambil menggendong Zartin, Bayi juga berkedip-kedip bingung akan kunjungan tidak terduga ini.

"Paman Singal? Paman Panji?" Monolog bayi memandang dua paman penyelamatnya.

Sesaat setelah itu ekspresi tidak suka Ary bentuk di wajahnya, "Maaf, Bagaimana kalian bisa di sini? Darimana kalian tahu rumahku?" Dia masih marah soal kemarin.

Untuk apa dua pria ini kesini? Dan hey! Ini baru hampir jam 6 pagi! Dia juga bayinya baru saja selesai mencuci muka dan bermaksud mandi tetapi bunyi ketukan yang berasal dari pintu depan membuat mereka terpaksa membatalkan niat.

Kelopak matanya sedikit turun, Hmmm... Mencurigakan, Batinya.

Tepat didepannya, Singar berdiri kokoh entah sudah berapa lama bersama Panji yang terlihat menggigil memeluk jaket tebal di tubuhnya.

Pria pirang bermata zambrud itu tidak bisa bergerak, Tertegun melihat Ary.

Rambut berantakannya tampak sedikit basah, Ary hanya menggenakan celana pendek putih diatas lutut serta baju piyama hitam berlengan panjang yang 3 kancing atasnya dibiarkan terbuka, Dada seputih kapas berbaur warna pink terumbar keluar.

Glek

Siapapun tidak akan memperhatikan pergerakan jakun Singar yang naik turun. Sial! Pemuda ini benar-benar membuat mimpi indahnya yang semalam terulang lagi di otaknya.

Panji mengangkat kedua alis serta membentuk huruf 'O' lewat mulutnya,  Bersiul samar... Sungguh seksi!

Tidak tahan akan keheningan ini, Ary kembali bertanya pada dua manusia di depannya, "Sekali lagi aku ingin bertanya, Darimana kalian tahu rumahku?" Nadanya ketus.

Dia dulu menaruh hormat pada dua pria ini. Ingat, Kalian harus garis bawahi kata 'dulu' karena sekarang Ary sungguh kesal, Masa bodoh akan kesopanan. Yang lebih penting lagi kakinya sampai sekarang masih sakit karena dua pria biadab ini dengan seenaknya melupakan janji!

Panji yang pertama sadar segera menggoyangkan kepalanya sebentar sebelum menjelaskan, "Maaf mengganggu tapi ada hal sangat-sangat penting yang ingin kami sampaikan kepada anda" Dia menghembuskan napas, Daerah ini benar-benar dingin!

Keram pada kaki memaksa Ary mengganti posisi berdiri tegaknya menjadi pose kuda, Satu kaki lurus sementara lutut kaki lainnya sedikit ditekuk ke depan.

Pose itu... Singar agak melonggarkan ikatan dasinya, Mendadak kepanasan.

"Perlu apa?"

"Berikan anakku" Ujar Singar langsung pada intinya.









Penasaran? Silahkan lanjutkan membaca di aplikasi Karyakarsa ☺️ linknya sudah saya taruh di wall paling atas saya😊

HOT YOUNG PAPA, WILL YA MARRY ME? (Mpreg) (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang