Daftar Pustaka 09

6 4 0
                                        

Hari ini aku baru saja pulang dari bandara untuk mengantar Lukas dan Ayahnya yang akan pergi ke Indonesia. Setelah itu aku langsung bermain game di kamar sampai malam sambil nunggu waktu aku akan pergi ke Indonesia bersama Kakek dan Nenek. Saat aku sedang bermain game Ibu datang ke kamarku yang pintunya selalu terbuka. Ya selama ini pintunya gak pernah aku tutup kecuali saat-saat tertentu baru aku tutup dan kunci. Ibu bertanya kepadaku "Tama, kamu nggak menyiapkan barang-barangmu?"

"Kata Nenek aku gak usah bawa apa-apa. Soalnya barang-barang Ibu dan Ayah masih bagus dan bisa di pakai di sana" jawabku sambil bermain game

"Benar juga ya. Apa Ayah sudah merekomendasikan sekolah untuk kamu?" tanya Ibu lagi

"Aku di minta untuk sekolah di SMA Karya Maju. Katanya Ayah dan Ibu alumni sekolah itu juga" jawabku.

Setelah mendengar jawabanku Ibu langsung pergi, dari kamarku aku mendengar suara Ibu yang memanggil Ayahku "Karisma~ kenapa kamu merekomendasikan Tama sekolah SMA Karya Maju?"

Nampaknya di bawah, Ayah dan Ibu sedang berdebat tentang sekolah baruku nanti. Ya aku sudah menyelidiki bahwa SMA Karya Maju adalah SMA elite paling bergengsi di Indonesia yang jaraknya dekat dengan rumah  Nenek dan Ayahku. Ibu dan Ayah sendiri adalah alumni dari SMA Karya Maju.

Kehidupan sekolah mereka di masa muda sangatlah berbeda. Saat Ayahku masih muda kehidupan di sekolahnya seperti pangeran genius yang selalu di sayangi dan di banggakan. Sedangkan Ibuku mengalami kehidupan yang sangat keras seperti serangga parasit yang di benci hingga semua orang ingin memusnahkannya.

Setelah mereka berdua berdebat, Ayah dan Ibu datang ke kemarku. Aku yang sudah puas bermain game pun berhenti dan mematikan PC ku lalu melihat ke arah mereka untuk mendengar keputusan mereka berdua.
"Bagaimana tentang sekolahku?" tanyaku penasaran

"Kamu akan tetap sekolah di SMA karya Maju" kata Ayah

"Tapi, kamu jangan sampai di bully ataupun membully orang lain" tambah Ibu

"Oke" ucapku

"Ayah sudah bicara sama Pak Kepsek yang baru bahwa setelah sampai di sana kamu bisa langsung masuk sekolah. Untuk sementara ini, kamu bisa menggunakan seragam bekas Ayah dulu atau milik Ibu" kata Ayahku sembari memberikan kunci rumahnya

Aku menerima kuncinya "Memangnya aku ini seorang perempuan apa memakai seragam Ibu?"

"Ibumu punya seragam cowok" jawab Ayah

"Iya, itu benar sekali" tambah Ibuku

"Kamu bisa melihat bahwa di kamar Ayah masih ada banyak sekali buku - buku bagus" timpal Ayahku

"Kamu bisa belajar dari buku - buku milik Ayah" Ibu

"Baiklah" ucapku

"Dan yang terakhir" Ayah membenarkan kecamatannya dan menatapku dengan serius.  Di belakangnya Ibu juga tidak kalah horornya, dan membuatku merasa takut.
"Jika kamu selingkuh dari Dafina, maka Ayah dan Ibu tidak segan - segan untuk membunuhmu" ucap Ayah

"Bagaimana jika Dafina yang ternyata selingkuh di belakangku?" tanyaku balik

"Itu tidak mungkin, Dafina itu mirip sekali dengan Emma" jawab Ibuku

DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang