Daftar Pustaka 52

10 2 0
                                        

PUSTAKA POV
________________
________________
Sejak saat itu, Ayahku koma kurang lebih selama satu minggu dan Kena-chan di rawat oleh pihak rumah sakit. Aku juga tidak pergi ke sekolah selama empat puluh hari. Dan setelah empat puluh hari lamanya Ayah di perbolehkan untuk pulang, begitu juga dengan Kena-chan yang terlihat sangat sehat.

"Tama-chan, besok pergilah ke sekolah. Kamu pasti melewatkan banyak sekali materi pelajaran" kata Ayahku yang membuat susu untuk Kena-chan

"Jangan khawatir Ayah, setelah aku masuk sekolah aku pasti langsung bisa mengikutinya" jawabku dengan santai sembari mindahkan Kena-chan dari pangkuanku ke tempat tidurnya

Bel rumah kami berbunyi "Ding dong". Aku bangun dan membuka pintunya.
"Om Victoria?" tanyaku melihat ekspresi wajahnya yang begitu suram.
"Silahkan masuk Om" lanjutku mempersilahkan Om Victoria masuk ke dalam rumah. "Duduk dulu Om"

"Baiklah" Victoria duduk

"Om Victoria mau minum apa?" tanyaku

"Air mineral saja" jawab Om Victor

Aku pergi ke belakang, di sana ada Ayah yang baru saja memasukan pakaian bayi yang kotor ke dalam mesin cuci.
"Ayah, Om Victoria datang" ucapku sambil mengambil teko berisi air mineral beserta gelasnya.

"Haah?" Ayah kaget, ia tidak menyangka bahwa temannya akan datang jauh jauh dari Indonesia ke Jepang.
Setelah itu Ayah yang masih memakai apron langsung pergi menemui Victoria.

"Vict," panggil Ayah kepada Om Victor. Ia duduk di sebelahnya Om Victor.

Om Victor menutup matanya dan mulai menangis sesenggukan. "Karisma, aku sudah mendengar semuanya. He he he he aku minta maaf karena tidak bisa berbuat apa apa untuk keluargamu hiks hiks"

"Oi, Victor jangan bicara yang tidak tidak" kata Ayah merangkul temannya

"Aku bicara sesuai faktanya Karisma. Sebagai seorang sahabat aku benar-benar tidak berguna" Om Victor mengambil beberapa lembar tisue dan menghapus air matanya

"Jika kamu menyalahkan dirimu sendiri lagi maka aku akan menendangmu keluar dari rumah ini" ucap Ayah dengan santai

"Baiklah" Om Victor mulai mencoba untuk menangkan diri

"Jika aku ada di posisimu mungkin aku akan gila dan tidak sanggup untuk hidup. Kamu dan Tama, benar-benar hebat. Kalian berdua berhasil melewati masa-masa sulit dan tetap optimis dalam menjalani kehidupan ini" Om Victor merasa kagum dengan Ayah dan juga diriku

"Ibu, Kakek, dan Nenek tidak akan senang jika kami terus-terusan murung dan larut dalam kesedihan" aku menyahut

Setelah itu suasana di ruang tamu menjadi tenang.

"Bagaimana kabar Dafina?" tanyaku penasaran

Om Victor terdiam sejenak dalam waktu yang cukup lama. "Tepat pada hari meninggalnya Ame Rika beserta orang tuanya, Dafina sedang mengikuti turnamen bela diri tingkat Asia Tenggara. Meskipun berhasil meraih juara pertama, sayangnya ia kehilangan ingatannya karena mengalami kecelakaan saat pertandingan. Benturan keras di bagian kepala membuatnya kehilangan ingatan di tengah-tengah pertandingan."

Aku menghela nafas panjang dan berusaha menguatkan diriku.

"Ding dong"
Aku bangun dan membuka pintunya lagi, aku di kejutkan oleh kehadiran Dafina dengan penampilan yang berbeda yang mengingatkanku kepada Ibuku.

"Da-Dafina?" aku tidak menyangka bahwa ia juga ikut bersama Ayahnya

"Dafina, kemana saja kamu?" tanya Om Victor

"Maaf Ayah, seseorang memanggilku dan ia mengaku sebagai temanku lalu kami mengobrol sebentar" jawab Dafina, ia melihatku "Kawaii, aku tidak menyangka bahwa Pusaka sungguh imut" Dafina melihatku

DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang