Daftar Pustaka 13

6 4 3
                                        

Sepulang sekolah, aku pergi menemani Dafina ke toko buku. Tidak berdua, tapi bertiga karena Ariskana itu selalu saja ikut kemanapun aku pergi. Aku sudah bilang kepadanya berkali-kali supaya dia memberikan waktu agar aku bisa berdua saja dengan Dafina tapi si Ariskana susah sekali di bilangin. Ya aku tahu Ariskana itu pelayan pribadiku tapi setidaknya dia tahu juga lah kapan aku butuh untuk di layani, dan kapan dia harus pergi.

"Jadi toko bukunya di sini ya?" aku melihat toko buku yang di rekomendasi oleh Ariskana, dia bilang itu toko buku terbesar dan paling lengkap katanya. Di sebelah toko buku ada toko peralatan sekolah.
Setelah itu aku, Dafina, dan Aris masuk ke dalam.

Aku mengikuti Dafina untuk mencari buku yang akan dia beli. Sedangkan Aris juga sama sibuknya mencari buku.

"Tama, apa kau tidak membeli buku juga?" tanya Dafina kepadaku

"Tidak Dafina" jawabku

"Lalu bagaimana Tama akan belajar?" tanya Dafina

"Lewat e-book kan bisa" jawabku

"Begitu ya, Tama lebih suka belajar lewat e-book. Aku mengerti sekarang" Dafina berniat untuk mengambil salah satu buku di rak paling atas tapi tangannya tidak sampai. Setelah itu aku mengambil buku tersebut untuknya "Ini" aku memberikan buku itu kepada Dafina.

Dafina menerimanya "Terimakasih banyak Tama."
Aku mengikuti Dafina yang melanjutkan langkahnya untuk mencari buku yang lain.
"Dafina, kamu suka nonton film gak?" tanyaku

"Tergantung filmnya Tama" jawab Dafina sambil melihat-lihat buku

"Film yang biasa Dafina tonton film apa?" tanyaku lagi, karena selama ini Dafina tidak pernah membahas film favoritnya.

"Film action dan historis" kata Dafina

"Iya aku juga, lain kali ayo kita nonton film itu bersama-sama" ucapku

"Iya" Dafina menganggukkan kepalanya

Tiba-tiba saja Om Victor menelponku, aku tidak memberitahu Dafina jika Ayahnya menelpon diriku. Aku sendiri juga penasaran mengapa aku di telepon, masa iya sih kalau sebelumnya Dafina gak minta ijin untuk beli buku?

"Sayang aku keluar dulu ya, ada yang menelpon soalnya" ucapku kepada Dafina

"Iya" Dafina

Sesampainya di luar, aku langsung menjawab panggilan telepon Om Victor. "Moshi-moshi"

Tama, kau pasti sedang di toko buku bersama Dafina - Om Victor

"Iya Om" ucapku

Apa dia sudah mengatakannya kepadamu? - tanya Om Victoria

Kalai ini aku penasaran, karena Dafina tidak mengatakan apa pun kepadaku "Tentang apa ya Om?"

Aku dan Ibunya akan pergi ke Riau selama beberapa hari. Jadi untuk sementara ini aku tidak bisa mengurus dan mengawasinya- Om Victor

"Dafina tidak mengatakan hal itu kepada saya Om" aku

Sudah kuduga. Membiarkannya tinggal di rumah seorang diri membuatku sangat khawatir. Iya aku tahu kalau Dafina itu sudah dewasa tapi tetap saja aku merasa sangat cemas memikirkannya. Jika aku mengajaknya ke Riau, dia akan melewatkan beberapa mapel yang sangat penting. Karena itu tadi aku bertemu dengan Pak Nakahara dan Ibu Kristina - Om Victor

"Kakek dan Nenek?" tanyaku

Iya, aku baru saja meminta tolong kepada mereka supaya mengurus dan mengawasi Dafina dengan baik. Dan aku sangat lega karena mereka dengan senang hati mengijinkan Dafina untuk tinggal di sana bersama kalian semua selama beberapa hari - Om Victor

DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang