Daftar Pustaka 21

4 3 0
                                        

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa di kelasku ada riwayat percintaan yang beruntun seperti itu. Malam hari tepatnya pukul 8, Lukas mendatangiku untuk mabar game bersama seperti biasanya. Selain bermain game aku memanfaatkan waktu itu untuk bercerita sama seperti saat Ariskana bercerita padaku sebelumnya.

"Intinya siapa yang berhasil jadian dia lah pemenangnya. Aku menyukai Fafa senpai, aku akan melakukan apa pun supaya Fafa senpai suka padaku dan menerima cintaku. Mengenai Sila mau dia benci padaku atau cemburu bodoh amat sih" jawab Lukas dengan santainya, aku melihat bahwa dia kelihatan sangat yakin bisa mendapatkan Fafa.

Ketegangan kami berdua pecah setelah pintu di kamarku di ketuk "Tok-tok-tok-tok-tok" aku tidak tahu siapa yang mengetuknya. Ketika aku membuka pintunya, aku sedikit kaget mendapati Danilo yang berdiri di sana.

"Maaf, jika aku mengganggu waktumu bermain game" ucapnya dengan nada yang pelan

"Iya tidak apa-apa, masuklah" aku mempersilahkan dia masuk. Dan dia duduk lesehan di samping Sandika Junior yang masih fokus memainkan gamenya. Aku juga ikutan duduk dan melanjutkan permainanku yang sempat tertunda. "Ada apa Dan? Tidak biasanya kau datang malam-malam begini" tanyaku pada Danilo

"Aku sudah melakukan apa yang kau minta Tama." kata Danilo

"Sebentar ya, aku selesaikan dulu game-ku ini" ucapku.

Tak lama kemudian aku dan Lukas Sandika berhasil menyelesaikan dan memenangkan tournament mingguan di game itu.

"Bagaimana Danilo?" tanyaku lagi pada Danilo

Danilo, meletakkan ponselnya di hadapanku dengan menunjukkan beberapa foto mengenai kedekatan laki-laki itu dengan Dafina. Sepertinya Danilo, mengambil banyak sekali foto.

"Laki-laki ini bernama Faro Fareno. Dia sekolah di SMA sebelah yang selama ini menjadi rival sekolah kita SMA Karya Jaya. Di sekolahnya Faro sangatlah terkenal, dan hubungannya dengan Dafina selama ini sangat dekat" jelas Danilo

"Sangat dekat?! Barusan kau bilang hubungan Faro dan Dafina sangat dekat?!" aku kaget dan masih tidak percaya mendengar penjelasan Danilo. Karena setahuku sejak kecil Dafina hanya dekat denganku dan Lukas.

"Pustaka, tenangkan dirimu" Lukas Sandika mencoba menenangkan diriku "Sabar dulu Pustaka, Danilo belum selesai bicara. Ayo Dan lanjutkan" lanjutnya

"Aku mengatakan hubungan Faro dan Dafina sangat dekat karena sebelum datang kemari aku mampir ke rumah Faro dulu dan kami berdua berbicara cukup banyak" kata Danilo

"Jadi kau mengenalnya ya?" tanyaku

"Iya, di masa SMP dia ada di kelas yang sama denganku, Ana, dan Ariskana. Dia menceritakan kedekatannya dengan Dafina kok" Danilo

"Begitu ya, lalu bagaimana? Cepat ceritakan" aku tidak sabar mendengar ceritanya Danilo

"Faro dan Dafina berawal dari pertemuan mereka di sebuah game RPG yang mirip GI (Genshin Impact). Nama game-nya adalah Family Tower. Jadi di game tersebut player akan membuat karakter yang di inginkan lalu bisa menikah atau bercerai dan menikah lagi dengan player lain, kemudian menjalankan misi untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi." jelas Danilo

"Nama game-nya Family Tower kan?" aku langsung mencari aplikasi game tersebut dan menginstall aplikasinya. "Aaah aku tidak menyangka bahwa Dafina bermain game seperti ini. Mengapa dia tidak cerita padaku sih?!" aku masih sangat kesal

"Apa jangan-jangan selama ini Dafina pura-pura polos?" tanya Danilo

"Tidak mungkin! Aku sangat mengenal Dafina" aku

DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang