Daftar Pustaka 43

9 4 0
                                        

PUSTAKA POV
________________
________________
Bel pulang sekolah sore itu berbunyi, aku memasukan buku ke dalam tasku dengan perasaan puas karena mengikuti pembelajaran bersama siswa tahun ke tiga membuatku tertantang dan itu sangat menyenangkan, aku bisa mengimbangi. mereka dengan baik. Dari mereka juga ada rasa kesal serta kemauan tidak ingin kalah dariku.

"Kepalaku rasanya ingin meledak" kata Mayu yang mengangkat kepalanya dari atas meja

"Mereka menganggap kita sebagai rival" sahut Taki, "Pustaka-san, jika tidak keberatan untuk malam ini apa kamu mau menginap di rumahku?" tanya Taki

Tidak biasanya Taki mengajakku, aku yakin pasti ada sesuatu yang penting dan ingin dia bahas bersamaku. Aku mengeluarkan ponselku dari saku celanaku dan langsung menghubungi Ibuku "Ibu, malam ini aku akan menginap di rumah Taki, boleh kan?" tanyaku "Baik Ibu" ucapku sembari mengantongi ponselku di saku celanaku lalu melihat ke arahnya Taki dan berkata kepadanya "Oke Taki-kun, malam aku akan menginap di rumahmu"

"Baiklah" Taki melihat Mayu "Mayu, apa kamu mau ikut menginap di rumahku?" tanya Taki kepada Mayu

"Tidak, aku sudah berjanji akan menginap di rumahnya Aida bersama Sabila. Aku duluan ya sampai bertemu kembali besok" Mayu pergi lebih dulu meninggalkan kelas

Setelah itu aku pulang bersama Taki dan juga Fumika senpai, tapi sebelum ke rumahnya Taki kami mengantar Fumika pulang ke rumahnya lebih dulu.

Ketika kami tiba di kediaman Urahara, beberapa anggota yakuza menunggunya di depan gerbang, tampaknya mereka turut menjaga keamanan rumah. Taki duduk di samping saya, mengenakan tatapan tajam yang mengisyaratkan keberadaannya yang dihormati di kalangan Yakuza. "Selamat datang, Urahara-sama. Apakah tamu istimewa ini akan tinggal bersama kita?" tanya salah satu anggota Yakuza dengan hormat, menunjukkan kebingungan di matanya ketika ia menatapku.

"Iya, buka gerbangnya," perintah Taki dengan suara mantap.

Anggota Yakuza itu segera berteriak memerintahkan rekan-rekannya yang lain, "Oi! Buka gerbangnya!"

Dengan suara gemuruh, gerbang megah pun terbuka, memberikan akses ke kompleks rumah yang megah. Anggota yang lain berjejer rapi dan satu per satu mereka membungkuk hormat ketika mobil yang kami melintas di hadapan mereka.

Setelah masuk ke dalam kompleks rumah Taki, suasana menjadi lebih hening. Aku melihat bangunan-bangunan bergaya tradisional Jepang yang mengelilingi halaman luas. Taki memberi isyarat padaku untuk mengikuti langkahnya.

"Kamu akan tinggal di paviliun pribadi kami," ucap Taki sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan indah dengan taman kecil di sekitarnya. "Semoga kamu merasa nyaman di sini."

Kami disambut oleh seorang pelayan yang tampaknya sudah menunggu di depan paviliun. Dia membungkuk rendah sambil memberi salam, "Selamat datang, Urahara-sama. Semua telah disiapkan sesuai instruksi Anda."

Aku mengangguk sebagai tanda terima kasih, merasa agak canggung di tengah keheningan yang dihiasi dengan kehormatan yang mendalam. Taki tampaknya benar-benar dihormati di lingkungan ini, dan aura kekuasaannya terasa begitu kuat.

Setelah berjalan melalui koridor yang tenang, kami memasuki ruang tamu paviliun yang elegan. Taki duduk di sebuah kursi berbingkai kayu indah, dan aku mengikuti contohnya.

Aku mendengar suara dari kejauhan yang memanggil namaku "Tamaaaaa-chan---!"
"Grak" seseorang membuka pintu ruang tamu tersebut lalu melompat ke arahku dan memelukku hingga aku terbaring di lantai karena pria dewasa itu menindih tubuhku.

"Ayah, kamu terlalu berlebihan" ucap Taki

Ayah? Jadi orang dewasa yang memelukku ini Ayahnya Taki?

DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang