NORMAL POV
_______________
Ketika Dafina pulang sekolah dengan menaiki sepedanya, Dafina di hadang oleh sekelompok anak muda dari sekolahnya sendiri. Lagi-lagi mereka ternyata orang yang sama, orang yang pernah mengolok-olok Dafina sebelumnya yakni Evan, Halim, Gita, dan Arsil. Tapi Dafina sama sekali tidak takut, karena Dafina hebat dalam bela diri, selain itu Dafina juga menggunakan kacamata yang sudah di rancang khusus dengan sistem tertentu sehingga dapat merekam semua yang ada di depan matanya.
Anak anak itu memutari Dafina dengan sepeda motornya. Dafina hanya diam memperhatikan perbuatan mereka.
"Bisakah kalian menyingkir? Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengan kalian semua" ucap Dafina santai dan tetap ramah
"Kami tidak peduli kau sibuk atau tidak. Kami hanya melakukan apa yang membuat kami merasa senang dan puas" jawab Evan
"Eeeeh jadi menurut kalian perbuatan kurang ajar yang kalian lakukan seperti ini itu menyenangkan dan membuat kalian puas?" tanya Dafina lagi yang tetap sabar dan masih bersikap ramah.
Mereka semua langsung menghentikan Dafina dan turun dari motornya.
"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Dafina lagi
"Aku ingin mencoba melawanmu" kata Halim
"Kamu mau melawanku?" tanya Dafina memastikan sekali lagi
"Bukan aku saja, tapi kami semua" jawab Arsil
"Kenapa kita harus bertengkar di jalanan? Kenapa kita tidak bertanding secara formal saja di sekolah di saksikan oleh pelatih karate dan anak-anak yang lain? Bukankah itu lebih baik" tanya Dafina balik
"Apa?!" Gita
"Bagaimana jika kami menolak tawaranmu?" Evan
Mereka langsung menyerang Dafina bersamaan tapi dengan gerakan serta serangan balik Dafina yang lihai, lincah dan terampil membuat anak-anak tersebut pingsan tak sadarkan diri.
"Apakah aku menyerang mereka terlalu keras?" Dafina bertanya-tanya. Lalu dia pergi menaiki sepedanya dan mulai mengayuhnya.
Dia mendadak teringat dengan perbuatanya kemarin.
Sebelumnya, Dafina meretas akun IG yang di pegang oleh siswa yakni ASEKMA (Anak Sekolah Karya Maju). Tampaknya dia mewarisi skill itu dari Ayahnya, Victoria dan belajar dari Pusaka Tama Karisma. Ketika dirinya sudah berhasil mengambil alih akun IG ASEKMA, Dafina membuat story yang di posting di akun IG tersebut yang menyatakan bahwa anak-anak SMA Karya Maju harus selalu disiplin dan tidak ada yang boleh mengganggu kelas X MIPA 9. Jika hal itu sampai terjadi maka mereka akan berurusan dengan seksi keamanan OSIS yang saat ini sedang menjalankan program patroli sekolah yang sudah bekerjasama dengan polisi dan dinas pendidikan daerah. Sejak saat itu iklim sekolah pun berubah lebih baik, namun masih saja ada beberaps siswa yang nakal.
Begitu Dafina sampai di depan kediaman keluarga/ klan Rika. Dafina langsung di sambut oleh Kakek Nakahara Rika yang kebetulan sedang di luar menyirami tumbuhan di depan rumahnya.
"Konnichiwa Kakek" sapa Dafina
"Oh Dafina, Kakek baru saja mendengarnya dari Ariskana tadi bahwa kamu akan ikut turnamen bela diri nasional. Kalau begitu tunggu apa lagi, cepat masuk ke dalam ganti pakaianmu dan langsung pergi ke tempat latihan. Aku akan menyusulmu" kata Kakek Nakahara Rika yang masih menyiram tumbuhan
"Baik Kakek" Dafina langsung turun dari sepedanya dan masuk ke dalam rumah tanpa rasa sungkan karena hubungan keluarga mereka sangat dekat sehingga sudah seperti keluarga sendiri.
Setelah memgganti pakaian dengan seragam karate, Dafina langsung pergi ke tempat pelatihan. Disana Dafina melihat Ariskana, Lukas dan juga Danilo yang sedang latihan bertarung.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMA
AcakLanjutan dari cerita saya sebelumnya yang berjudul: KARISMANYA AMERIKA DAFTAR PUSTAKA bukanlah kumpulan referensi atau sumber yang digunakan dalam penulisan suatu karya, seperti buku, jurnal, artikel, situs web, atau sumber lainnya yang relevan deng...
