Daftar Pustaka 16

5 4 2
                                        

Akhirnya mapel pejaskes pun tiba, kami yang sudah menggunakan seragam olahraga pun langsung menuju ke lapangan basket dan melakukan pemanasan bersama anak kelas 11 IPS 2. Seperti berita yang sudah beredar sepertinya hari ini kami akan melakukan olahraga gabungan. Saat itu guru olahraga kami adalah Pak Rian, beliau memberitahu bahwa hari ini kami akan bertanding satu sama lain dalam permainan bola basket.

Sebelum kami masuk ke pertandingan Chiko berbisik kepadaku "Pustaka, kamu yakin meminta Dafina untuk ikut ke pertandingan bola basket ini? Kamu gak bercanda kan? Kamu gak khawatir jika Dafina kenapa-napa ha?"

"Kamu tenang aja Chiko, ada aku di sini" jawabku santai. Wajar saja jika dia khawatir sama Dafina, karena dia gak tahu Dafina yang asli itu kayak gimana.

Bagaimana aku tidak optimis dan yakin? Karena di teamku ada Lukas dan juga Dafina. Mereka berdua mulai bermain basket sejak masih kecil, selain itu saat SMP team basket kami sering menang turnamen nasional di Jepang. Sebagian anak-anak yang menjadi lawan kami sepertinya juga mengangap remeh kami.

"Hah? Pak Rian, ini serius lawan kita anak kelas 10 MIPA 9?" tanya Kikan melihatku dan teman-temanku yang lain

"Pak Rian, dari pada melawan team yang lemah lebih baik kita bermain basket sendiri" kata Joline

"Oi" Marcus memanggil teamku "Kalau kalah jangan menangis ya" ucapnya dengan sombong

"Oke anak-anak ambil posisi" kata Pak Rian yang akan menjadi wasit dalam pertandingan kali ini

Seperti yang sudah kami rencanakan sebelumnya bahwa pertahanan yang kami gunakan adalah man to man atau pertahanan satu lawan satu dengan menugaskan setiap orang di team kami untuk menjaga seorang lawan.

Aku VS Atala
Dafina VS Levin
Lukas VS Kikan
Chiko VS Joline
Ana VS Marcus

"Hello, Dafina kau bisa bermain basket?" tanya Levin

"Entahlah" kata Dafina

Begitu peluit di tiup oleh guru olahraga kami. Pertandingan bola basket pun langsung di mulai. Team musuh (Kelas 11 IPS 2) mendapatkan bolanya.

Kikan diribbling bola ke daerah kami, seperti rumornya mereka terlihat sangat lihai. Tapi...
Lukas dengan kecepatan penuh berhasil menyentuh bolanya dan mendapatkannya. Dia berlari sembari dribbling bola ke daerah lawan. Lukas, melakukan pass bola ke Ana. Lalu Ana passing bola ke arah Dafina yang sudah melompat di udara. Dafina terbang lebih lama dan menangkap bola operan dari Ana lalu melalukan long shot. Dan team kami pun mendapat 3 point.

"Nice shot, Dafina" ucapku

Bola di dapatkan oleh Chiko. Chiko, menghadapi dua orang yakni Joline dan Marcus. Dia melakukan back door (balik badan) dan melemparnya kepadaku, aku langsung dribble bola. Kikan dan beberapa teman-teman mengejarku. Begitu mendekati ring aku langsung melompat dengan tinggi untuk melakukan aksi dunk. Marcus berusaha melakukan block tapi gagal karena tenagaku terlalu kuat.

"Yosha!" ucapku semangat setelah berhasil melakukan dunk.

"Tama, apa yang kau lakukan?!" tanya Lukas

"Dia, terlalu bersemangat" kata Chiko tersenyum kepadaku

"Kenapa? Aku memasukan bolanya loh" tanyaku keheranan. Apa aku melakukan dunk di daerahku sendiri? Tidak kan?

"Tama, kau mematahkan ring. Lihat di tanganmu..." kata Dafina

Aku melihat tanganku, iya tanpa aku sadari aku telah mematahkan ring musuh. Gawat, ini sungguh gawat. Sekarang anak kelas 11 IPS 2 mulai membicarakanku.

DAFTAR PUSTAKA: DAFINA TARISTA X PUSAKA TAMA KARISMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang