11. Kenali dari Nyatanya

778 33 4
                                        

Hai guys!
Maaf banget ya diriku baru bisa up lagi..

--

Selamat membaca..

___________________________________




Istirahat pertama sudah berlangsung sejak dua puluh menit yang lalu. Naya baru saja keluar dari ruang broadcast bersama Sabilla, keduanya memacu langkah menuju kantin. Namun, seorang gadis dari arah berlawanan berjalan dengan tergesa ke arahnya. Saat keduanya sudah berhadapan, tanpa aba-aba gadis itu menampar Naya dengan keras.

"LO! Udah gue peringatin jangan hubungin cowok gue lag——"

Plak.

Naya balik menampar Anna yang tengah membentaknya. "KALO GITU BILANGIN COWOK BRENGSEK LO JANGAN GANGGU HIDUP GUE LAGI!"

Anna semakin tersulut emosi. Tangan ringannya kembali terangkat ingin menarik rambut Naya. Namun, seseorang menarik kerah belakangnya hingga dia mundur beberapa langkah.

"Lo ngalangin jalan gue," kata Raga dengan wajah datarnya.

Hal tersebut sontak mengundang tawa dari bibir merona Sabilla. Pasalnya Raga menarik baju Anna hanya menggunakan telunjuk dan ibu jari. Berbeda dengan Anna yang mukanya sudah merah padam.

"Makanya jagain cowok lo biar nggak ngusik hidup gue sampe dia ngeberantakin akun gue segala!"

"Kurang di kasih asupan kayaknya, Nay. Makanya nyari pelarian," celetuk Sabilla.

"Kurang ajar lo, Nayanika!"

Raga kembali menarik Anna ketika gadis itu hendak menyerang Naya. "Udah gue bilang lo ngalangin jalan gue, minggir!"

"Apaan sih lo. Nggak usah ikut campur!"

"Heh lo tuh emang nggak tau malu ya!" Kali ini Sabilla yang maju. "Jadi selingkuhan cowok brengsek aja bangga banget. Lo kalo mau salahin orang salahin cowok lo sana, jangan berani sentuh temen gue!"

"Eh lo diem ya bitch. Gue nggak ada urusan sama lo!"

"Lo berurusan sama gue kalo lo sentuh Naya!" Sabilla yang kesabarannya setipis tisu dibelah dua itu mulai terpancing.

Naya sudah bisa membaca apa yang akan dilakukan oleh sahabatnya itu. Dia mencekal tangan Sabilla yang sudah maju selangkah. "Udah, Bi. Jangan sentuh tai ayam, nggak jijik apa lo? Udah kotor bau lagi."

Raga yang tak sengaja mendengar itu tersenyum tipis. Percayalah Naya berkata seperti itu hanya tidak ingin Sahabatnya kembali masuk ruang BK karena membela dirinya.

"LO BENER-BENER——"

Langkah maju Raga memotong kalimat yang akan terlontar dari mulut Anna. Dia berdiri di tengah-tengah para gadis. "Lo bilang mau telaktir gue kan? Ayo!"

Di raihnya tangan Naya sebelum meninggalkan Anna yang sudah melayangkan sumpah serapah. Baik untuk Raga maupun Naya. Sementara Sabilla tertawa puas melihat aksi Raga yang membuat kekesalan Anna memuncak. 

"Dua-kosong Annabelle," ucap Sabilla sebelum ikut menyusul Naya dan Raga. Terbayang bukan bagaimana menyebalkannya muka Sabilla?

"Sial, sial, sial!"


❄️❄️❄️



Raga melepaskan tangan Naya begitu sampai kantin. Dia melewati Zein, Devan serta Mella yang menatapnya mereka penuh tanya. Raga duduk di meja biasa dia dan kedua sahabatnya makan.

Ragashka [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang