Cinta memang rumit. Seperti benang kusut yang sulit di uraikan. Memilih atau dipilih, menerima atau diterima. Semuanya bergantung pada, bagaimana Tuhan memainkan skenarionya.
Raga tidak pernah menyangka akan menjatuhkan hati pada gadis berisik seper...
Hai hai hai!! Udah tidur kebangun apa belum tidur sama sekali? Yuk absen dulu ditempat kalian ujan gak?
Abis baca jangan lupa apa?? Pinteeerr👍👍😁
Happy Reading
—
Aku mencintaimu sebanyak hujan jatuh ke bumi. Tak terhitung, sebab perihal rasa tak perlu algoritma.
❄️❄️❄️
Naya sangat menyukai aroma alami ini. Saat tetesan yang jatuh dari langit beradu dengan tanah kering. Langit sepertinya sedang baik, kembali menyejukkan tanah yang gersang selepas dilanda kemarau tanpa gemuruh petir.
Angin yang membawa butiran air itu menerpa wajahnya yang saat ini masih diam di jendela terbuka. Naya menadahkan sebelah tangan kemudian mengulurkannya ke luar. Merasakan cipratan air hujan menyentuh telapak tangannya. Sedetik kemudian senyumnya memudar. Seperti ada sesuatu yang kurang. Biasanya, saat hujan turun ia akan mengajak Raga hujan-hujanan. Tapi sebulan terakhir ini lelaki itu selalu sibuk membantu papanya di kantor.
Naya mengerti, tapi rasa rindunya susah mentoleransi. Rasanya bertukar kabar saja tidak cukup jika tidak bertatap muka secara langsung.
Niatnya untuk menelpon Raga urung saat mendapat notif story' Raga. Naya membuka laman instagramnya dan melihat cerita yang baru saja Raga bagikan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak lama ponselnya kembali bergetar menampilkan sebuah notifikasi.
1new message..
Raga Mhdv💞 : Jika di tempatmu hujan dan tiba-tiba kau mengingatku, cobalah hitung tetesan airnya. Sebanyak itulah rindu yang ingin ku sampaikan padamu.
Senyumnya kembali bersinar saat tahu rindunya terbalaskan. Ia tidak pernah rindu sendirian.
Raga Mhdv💞 is calling..
Setelah mengangkat panggilan dan menempelkan ponselnya di telinga Naya langsung berkata, "Banyak! Banyak banget! Seember nggak muat, se-gentong paling gede juga nggak muat, meluber-luber pokonya."
Suara tawa dari sebrang sana tersampaikan dengan merdu ke telinga Naya.
"Tapi, Ga, masa rindunya disamain kayak hujan? Berarti kalo hujannya reda rindunya juga udahan?"
"Kata siapa? Keitung nggak tadi ada berapa juta tetes?"
"Kan kamu yang bilang. Mesin aja nggak bisa itung berapa miliar kali tetes hujan, Ragaa. Apa lagi aku yang cuma manusia biasa."