Maafkan jika typoku banyak🙏
--
Vote ya guys!
Komen juga boleh bgt wkwk!
--
Selamat membaca!!
---
"Naya ke mana Zein?"
"Nggak tahu."
"Kalian berantem?"
"Nggak."
"Tumben nggak barengan."
"Lo berisik banget sih, La."
Mella yang sedari tadi duduk di pinggir lapangan basket itu hanya bisa mengelus dada. Sedari tadi dia memperhatikan Zein yang sama sekali tidak minat memasukkan bola ke dalam ring. Lelaki itu hanya mendribble bola lalu membuangnya asal.
"LO YANG KENAPA ZEIN PRADITYA?" teriak Mella pada akhirnya.
Zein menghentikan kegiatan tak berfaedahnya lalu menghampiri Mella dengan tatapan tak bersahabat. "Lo ngapain masih di sini?"
"Lo sadar nggak sih akhir-akhir ini lo jadi aneh? Lo udah kayak cewek PMS tahu nggak?" kata Mella, seraya menepuk-nepuk rok belakangnya yang terkena debu.
"Lo tahu apa sih, La? Nggak usah sok ngurusin hidup orang deh. Mending lo pulang sana."
"Karena Naya deket sama Raga, lo ngerasa terancam karena kedekatan mereka berdua? Iya?"
"Tutup mulut lo Camella!"
Tanpa ada yang tahu, ada sesuatu yang berdenyut nyeri ketika mendengar bentakan yang keluar dari mulut Zein. Kemudian Mella tersenyum sinis. "Lo cemburu, Zein. Dan lo terlalu munafik buat ngakuin itu. Lo terlalu pengecut, sembunyi di balik persahabatan," desis Mella sebelum pergi. "Bahkan sekarang, lo udah berani bentak cewek."
Zein menatap punggung Mella dengan rasa bersalah. Sebenarnya yang dikatakan Mella tidak ada yang salah. Hanya Zein yang terus menyangkal isi hatinya sendiri.
"Mela?" panggil Naya saat melewati parkiran.
"Eh, Naya. Lo ngapain balik lagi ke sekolah? Ini udah sore lho, bentar lagi magrib."
"Itu.. dompet gue ketinggalan di loker kayaknya. Lo sendiri kenapa belum pulang?"
"Biasaa.. lo sama siapa? Mau gue temenin nggak?" tawar Mella.
Naya menunjuk Raga yang sedang ngobrol dengan tukang cilok di luar gerbang.
"Oohh, sama Raga.. ya udah gue duluan ya," pamit Mella.
Sementara Naya berlari ke kelas. Mengambil dompet di loker miliknya. Kemudian kembali menghampiri Raga yang sedang menyantap cilok.
"Mau?"
"Mauuu.." Gadis itu duduk di samping Raga, menikmati cilok Pak Dole yang sudah terkenal se-Gema Bhakti.
"Kenapa namanya cilok?" Pertanyaan random itu keluar dari bibir tipis Naya.
"Karena bahan utamanya aci."
"Kalo bahan utamanya terigu?"
"Gulok mungkin," jawaban asal Raga membuat Naya tertawa terpingkal.
"Apaan sih, Ga. Meleset dikit jadi golok entar," balas Naya yang masih memegangi perutnya karena tertawa mulas.
Raga ikut nyengir ketika sadar dengan jawabannya. "Lagian lo nanyanya aneh-aneh aja."
Sementara di balik gerbang sana, di tempat parkir motor, terlihat seorang remaja laki-laki tersenyum kecut. Ya, itu Zein. Lelaki yang katanya sahabat sehidup semati Nayanika itu kini tengah merasakan gejolak di dalam hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ragashka [END]
Novela JuvenilCinta memang rumit. Seperti benang kusut yang sulit di uraikan. Memilih atau dipilih, menerima atau diterima. Semuanya bergantung pada, bagaimana Tuhan memainkan skenarionya. Raga tidak pernah menyangka akan menjatuhkan hati pada gadis berisik seper...
![Ragashka [END]](https://img.wattpad.com/cover/334999973-64-k518175.jpg)