52

5.2K 316 331
                                        

Yang baca doang tapi nggak vote, pantatnya kelap kelip.

WARNING⚠️⚠️
TYPO BERTEBARAN
TERDAPAT KATA KATA KASAR DALAM CERITA
______________________________________

Happy reading all📖
______________________________________

"G-gw ngapain di kamar Lo anjir?!!" Azka akhirnya sadar sepenuhnya jika dia berada di kamar Melvin, dan juga Azka mengingat apa yang dia lakukan tadi malam, Azka harap itu semua hanya mimpi

"Lo sakit, jangan banyak gerak dulu"ujar Melvin menenangkan Azka yang terbangun dengan tiba tiba, Melvin takut kepala Azka kembali pusing.

"Hah? Tadi malem gw... A-anjing"Azka menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sekarang dia tampak seperti kepiting rebus, wajahnya memerah mengingat apa yang telah dia lakukan tadi malam.

"Gw ngapain anjir? Itu bukan gw, anjing kenapa pake nangis segala coba? Bego Lo, sekarang malu sendiri kan?"batin Azka. Harus di taruh dimana harga dirinya??? Azka yakin jika Melvin akan meledeknya habis habisan

"Nggak papa kan?"tanya Melvin sekali lagi, dia melihat wajah Azka yang memerah, Melvin mengira jika Azka masih demam.

"G-gw mau ke sekolah"ujar Azka hendak turun dari kasur tetapi Melvin mencegahnya

"Apa?sekolah? Lo masih sakit bang, istirahat aja dulu"ujar Melvin melarang Azka untuk pergi ke sekolah

"Gw males liat muka Lo"ujar Azka mengalihkan pandangannya dari Melvin. Malu woeeehhhh

"Terserah yang penting Lo jangan ke sekolah"ujar Melvin tetap melarang Azka.

"Kenapa sih? Liat gw dulu, Lo masih pusing?" Tanya Melvin. Azka dari tadi tidak pernah menatapnya dan hanya sibuk menghindarinya. Melvin khawatir jika Azka masih pusing atau semacamnya, David menyuruhnya untuk segera membawa Azka ke rumah sakit jika keadaannya masih buruk.

"Anjing Lo, bilang aja Lo mau ngeledekin gw kan?"ujar Azka menatap tajam Melvin. Melvin heran, apa yang dimaksud oleh Azka? Oh, sepertinya karena kejadian semalam. Melvin ingin menjahili Azka namun dia masih sayang nyawa.

"Hah?"

"Jangan pura pura nggak inget deh, gw geplak juga Lo lama lama"ujar Azka kesal. Kenapa dia tiba tiba mengungkitnya?udah paling bener nggak ngomong apa apa. Azka menyesal telah mengungkit kejadian tadi malam

"Lo mau gw ledekin?"ujar Melvin melempar senyum jahil ke arah Azka

"Anjing Lo"umpat Azka tambah kesal. Dia ingin segera pergi dari sini. Walaupun tadi Azka mengatakan dia ingin pergi ke sekolah, namun itu hanya dalih nya saja agar menjauh dari Melvin.

Azka kemudian turun dari kasur dan hendak berjalan, namun lagi lagi Melvin menghalanginya.

"Udah gw bilang, jangan ke sekolah"ujar Melvin. Azka berdecak kesal, dia hanya ingin menghindari Melvin, Azka tidak ingin membicarakan hal semalam.

"Gw males liat muka Lo"ujar Azka. Melvin menghela nafas mendengarnya.

"Tapi gw ke sekolah juga, Lo tetep liat muka gw"ujar Melvin. Benar juga, dia kan satu sekolah dengan Melvin, jadi otomatis Azka akan melihat Melvin juga di sekolah. Azka terdiam sejenak untuk berpikir

"Lo sama gw nggak sekelas, ngapain juga gw ketemu sama Lo di sekolah"ujar Azka setelah memikirkannya baik baik. Melvin tidak habis pikir dengan Azka, bantahannya sangat beragam.

"Yaudah, gw ke sekolah, Lo di rumah. Gimana?Lo nggak perlu liat muka gw lagi kan?"ujar Melvin. Azka menatap Melvin heran, kenapa Melvin kekeuh sekali tidak membiarkannya untuk pergi ke sekolah.

Bang,Gw Kangen.. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang