masih diwarung lesehan bah udin

43 5 0
                                        

Suasana di warung lesehan bah udin malam itu lumayan ramai. Ada yang datang bersama keluarga, teman, kekasih, dan ada pula yang datangnya sendirian. yang duduknya dipaling pojok. Terlepas bersama siapa mereka datang, yang jelas tujuannya sama, sama-sama mau makan.

Setelah menunggu cukup lama karena banyaknya pesanan. seorang pelayan laki-laki datang membawakan pesanan mira. seporsi pecel lele yang tidak ada lelenya. Plus es jeruk peras. dan es teh manis buat danu.

    "Bestfriend-nya kemana, kang danu?" Sambil menyodorkan makanan ke atas meja kang pecel lele sempat menanyakan keberadaan reymon. Karena setahunya mereka suka datang bersama. Ketiadaannya jadi bahan pertanyaan.

    "Masih di rumah kayaknya." Jawab danu mengira-ngira.

    "Tumben enggak bareng?"

    "Jangan bareng terus atuh, nanti disangka homo."

    "Ha ha ha. Bisa ae kang danu mah."

    "Ngomong-ngomong ini teh siapa kang danu?" Tanya kang pecel lele menunjuk kearah mira dengan dagunya.

    "Ibu peri." Sahut Danu selintas dikepala.

Mira hanya bisa mendesis sambil menggelengkan kepala. Kang pecel lele tersentak kaget.

    "Ibu peri?" Spontan kang pecel lele mengulangi. Mimik wajahnya tampak bingung.

    "Pacarnya kang danu apa bukan?"

    "Do'akan saja!"

    "Ah, lier kamu mah nu."

    "Udah tahu dia-mah bikin lier, pake di ladenin segala-lagi."  Tukas mira mengomentari. Ia juga turut mengingatkan kang pecel lele agar tidak menanggapi pernyataan danu.

Kang pecel lele pergi karena masih banyak pesanan yang harus dia antarkan. Mira memandangi makanannya yang masih berasap tipis. Ia sangat menyayangkan danu yang tidak ingin makan. Kalau saja danu ikut makan, mungkin suasananya akan berbeda. Sebelum mengucapkan bismillah dan doa makan, mira terlebih dahulu menawari danu makan, "ayo nu makan bareng nih!"

    "Silahkan."

Hape danu yang tergeletak di atas meja tiba-tiba saja bergetar dan berdering. Dering penanda panggilan masuk. Ketika di lirik panggilan masuk datangnya dari reymon. Kalau bukan dari dia mungkin akan di abaikan.

    "Panjang umur kamu nyet." Suara danu saat membuka percakapannya di telpon. Jangankan asalamualaikum, halo saja pun tidak.

    "Panjang umur?" Spontan reymon menirukan. Ia bingung apa maksudnya. Sedangkan ia tidak merasa sedang ulang tahun.

    "Barusan diomongin sama kang pecel lele, eh langsung nongol aja di telpon."

    "Mm... Pantesan kuping saya berdengung terus dari tadi. rupanya lagi ada yang ngomongin. Udah nyampe mana sia nyet?"

    "Rokoy. Lesehan bah udin."

    "Ngapain jam segini di warung bah udin?  makan tah?"

    "Nganter doang."

    "Nganter siapa?"

    "bu guru."

    "Ibu guru siapa?"

    "Murid-muridnya."

    "Tejelas sia nu."

    "Kalau pengen jelas kesini!"

    "Ya Udah tunggu!"

Awalnya reymon menelpon danu hanya untuk menanyakan apakah danu mampir ke rumahnya dulu atau tidak.? Takutnya dia mampir, sedangkan reymon sedang tidak ada di rumah. Dia sedang menjemput gebetan barunya. Setelah tahu kalau danu ada di warung bah udin, reymon pun segera meluncur menyusulnya.

Tirakat Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang