Jika bukan karena keadaan yang mengharuskannya pergi, mungkin mira akan memilih berlama-lama bersama danu, reymon, dan salsa di warung lesehan bah udin sampai larut malam. Keadaannya mengharuskan mira pergi sebelum jam sepuluh malam. Karena kalau lewat dari jam sepuluh maka pintu pagar asramanya akan di tutup dan dikunci oleh pak sekuriti.
Ketika jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh, Mira mulai ketar-ketir.
"Nu, udah malam nih. Kita berangkat lagi yuk! Jam sepuluh pintu gerbang asramanya di tutup." Kata mira mengajak dengan ekspresi setengah panik.
"Hayu atuh!" Danu segera mengiyakan ajakannya dan langsung mengemasi barang-barangnya. Tumben tak seperti biasa yang suka bertele-tele.
Danu, mira, reymon, serta salsa berjalan beriringan keluar dari warung lesehan bah udin menuju tempat parkir.
Di tempat parkir reymon sempat berpamitan pada danu dan mira. Ia juga mengingatkan danu akan menunggunya di pangkalan badak kulon. Danu mengacungkan jempol berjanji akan menyusulnya ke pangkalan badak kulon setelah mengantar mira ke asramanya.
"Kenapa enggak diajak ke pangkalan dulu nu? Kan bisa sekalian dikenalin sama anak-anak di sana."
"Next time aja! Sekarang mah udah terlalu malam."
"Lain waktu-mah main ke pangkalan badak kulon ra! Saya yakin anak-anak di sana bakalan kaget, kalau tahu kamu pacarnya danu." Sambung ucap reymon menyiasati mira. Sebab dia yakin kalau mira dibawa ke pangkalan badak kulon, Anak-anak di sana bakal heboh.
"InsyaAllah nanti main, itupun kalau danu nya mau ngajak." Balas mira sumringah.
"Pastilah, kalaupun danu tidak mau, biar saya yang ngajak."
Reymon dan salsa masuk kedalam mobil, kemudian berangkat lebih dulu. Sedangkan danu dan mira masih terlibat diskusi.
"Pakai jaketnya nih!" Kata danu sesaat setelah melepas jaget dari tubuhnya. Ia menawarkan jaketnya pada mira supaya dipakai lantaran udara malam itu sangat dingin.
Mira tertegun tak menyangka, Ternyata seorang danu yang terlihat jutek bisa juga perhatian pada orang lain. Meski tak tahu apakah niatnya itu benar-benar tulus atau palsu, yang jelas ia merasa senang.
"Ini seriusan nu?" Tanya mira memastikan takut di php'in.
"Serius atuh, apa perlu saya Pakaikan supaya kamu percaya? Pakai saja nih kalau mau!"
Mira menggelengkan kepala laun menolak tawaran danu secara halus.
"Enggak mau ah."
"Beneran enggak mau? Kalau begitu saya pakai lagi nih?" Danu memastikannya sekali lagi. Dan kalau mira tidak mau memakainya maka dia akan memakainya kembali.
"Pakai lagi saja! Sepertinya kamu lebih membutuhkan jaket itu." Mira tak bermaksud menolak kebaikannya. Hanya saja ia merasa kalau danu lebih membutuhkan jaket tersebut ketimbang dirinya. Meski mira juga tahu kalau udara di malam itu sangat dingin.
"Baiklah Kalau kamu tidak mau, saya tidak akan memaksa. Tapi kalau merasa kedinginan maka jangan salahkan saya!"
"Tenang saja! Aku tahu cara melindungi tubuhku dari rasa dingin."
"Gimana?"
"Gampang itu mah, tinggal peluk tubuh mu saja."
"Ide bagus."
"Emang dasar maunya."
Setelah dipastikan mira enggak memakai jaketnya, maka danu pun memakainya kembali.
