menunggu mentari

35 5 1
                                        

    'Allahu Akbar Allahu Akbar.
    'Allahu Akbar Allahu Akbar.'

Seduhan kopi di gelas yang tadinya penuh tinggal menyisakan ampas. Puluhan puntung rokok bertumpuk memenuhi lubang asbak. Dua pasang mata yang masih terjaga saling memandangi tajam seakan tak percaya dengan apa yang didengar.

    "udah adzan subuh?" lirih danu seakan tak percaya waktu begitu larut.

Reymon menggelengkan kepala sesaat setelah melihat jam di pergelangan tangannya. Dia mengisyaratkan tidak ada yang salah dengan pendengarannya. Waktu  Memang sudah  memasuki waktu subuh.

    "Masya allah, enggak kerasa ya? Sholat subuh dulu yuk!" Ajak Danu.

Danu dan Reymon bangkit dari tempat duduknya secara teratur. Mereka silih berganti memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu mereka sholat berjamaah di dalam kamar, dimana Danu berdiri paling depan menjadi imam. Sedangkan Reymon dibelakang jadi makmum. Setelah mendapat satu rakaat, bogel masuk ikut sholat berjamaah. Siapapun mereka saat itu, mereka sadar suatu saat nanti akan kembali menghadap sang khalik.

Danu dan Reymon belum sekejap pun memejamkan mata. Bola mata Reymon kian memerah seperti habis meneguk hammer satu botol. Semalam tak tidur membuat kepalanya kelayangan. Rasa kantuknya tak tertahan lagi, Reymon segera berbenah diatas kasur seperti induk ayam hendak bertelur.

    "Molor nyet molor!" Kata Reymon mengajak Danu segera tidur.

    "Ane enggak tidur kayaknya nih. Soalnya mau ke asrama Mira." Meskipun mata Danu juga perih, tapi dia memutuskan untuk tidak tidur hari itu. soalnya kalau tidur takut kebablasan sampai sore.

    "Ente sih udah tau punya acara, pake ngajakin begadang segala. Jadi gak tidur 'kan?"

    "Enggak apa-apa, ane udah biasa, yang penting banyakin ngopi. Oh iya, ane boleh pinjam duit dulu gak?"

    "Berapa?"

    "Seikhlasnya saja."

Tanpa pikir panjang  Reymon langsung memberikan uang sebesar 50 ribu. Uang tersebut bukan berupa pinjaman, tapi diberikan secara cuma-cuma.

Untuk kesekian kalinya dia menunjukkan loyalitas nya pada Danu. Tak cuma itu, dia juga membebaskan seluruh fasilitasnya untuk Danu, seperti mobil, motor, dan pakaian.

    "Semoga panjang umur ente nyet. Semoga ane diberikan kesempatan untuk membalas semua kebaikan ente." Kata Danu dalam hati berdoa.

Kemunculan matahari dari ufuk timur merupakan pemandangan yang menakjubkan yang dipertontonkan oleh sang maha pencipta (Allah AZZA wajalla). Mereka yang sering bertafakur akan senantiasa memuji kebesarannya.

Sang jubah hitam telah pergi, pagi menyambut kembali. Kicauan burung ramai bernyanyi di udara. Kokok ayam berlomba-lomba mengetuk pintu rezeki.

Danu keluar dari kamar meninggalkan Reymon sendirian di tempat tidur. Sejurus kemudian bogel datang  membawa tiga gelas kopi serta sepiring pisang goreng diatas nampan. Tiga gelas kopi hitam yang masih berasap itu awalnya dibuat untuk Danu, untuk Reymon, dan untuk bogel sendiri. Namun sayangnya Reymon malah tidur.

    "Si bos udah tidur Tah dan?" Tanya bogel ketika melihat pintu kamar Reymon  sudah tertutup. Dia  suka memanggil Reymon dengan sebutan 'bos'. Sedangkan  memanggil Danu dengan sebutan 'dan' 
Yang berarti komandan.

Dia yang bernama lengkap Irfan Maulana,  dipanggil bogel lantaran memiliki postur tubuh yang pendek. Selain postur tubuh, nama bogel juga bisa diartikan sebagai 'bocah gelo.'

    "Udah tepar tuh 'dikamar." Kata Danu menanggapi pertanyaan tadi.

    "Waduh, dibuatkan kopi ongkoh nih, kok malah tidur sih? Jangan-jangan ente juga mau tidur nih?"

Tirakat Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang