00:00 dibawa mendengarkan

30 3 0
                                        

    (Flashback 2005, suara dari leni)

    "Sang maha kuasa tidak pernah membiarkan hambanya menangis seorang diri. Dia selalu punya cara untuk membuatnya hambanya tersenyum. Suratan takdir tidak bisa dielakkan. Ramalan bundaku terbukti benar. Andai saja bukan dia yang datang menolongku. Mungkin tidak akan ada cerita indah tentang aku dan dia.

Saat itu aku pergi ke toilet seorang diri. Ditengah jalan aku berpapasan dengan tiga orang anak laki-laki kelas IX. Mereka bernama Ajat, Dayat, dan Solihin. Aku tahu nama mereka dari badge di dadanya masing-masing. Bisa dibilang mereka bertiga itu anak bandel. Premannya disekolah. Suka menindas kaum lemah. Suka mengganggu kaum hawa. Mereka punya gank bernama 'daboribo.' yang artinya 'damai boleh ribut boleh.' gank yang dibentuknya hanya berlaku di lingkungan sekolah saja. Kalau diluar sekolah mah ciut. Seperti kapas kena air.

Ketiga siswa itu berniat menggangguku. Mereka menghalangi jalanku. Dayat menghalangi di tengah. Tepat di hadapanku sekali. Sedangkan si Ajat dan si Solihin menghalangi disisi kiri dan kanan.

    "Hai cantik." Kata si Ajat menyapaku. "Hai manis."  Timpal Solihin mengikuti. "Mau kemana nih?" Tanya Dayat melengkapi. Aku risih dengan keberadaan mereka. Aku mundur diikuti. Aku maju dihalangi. Lantas aku tanya, "mau apa kalian?" Sambil ngotot-ngotot gitu.

Mereka bertiga malah menertawakan ku. Katanya, "jangan galak-galak. Nanti manisnya hilang!" Sumpah, aku ingin meludahi wajah mereka satu persatu. Aku berusaha menghindar dari ketiga bajingan itu. Namun mereka tetap tak mau enyah. Mereka malah mengataiku "sombong lah, so cantik lah, so jual mahal lah." Aku berusaha bersikap defensif dan apatis. Tak menghiraukan ucapan mereka. Karena menurutku suatu kewajaran bersikap sombong dihadapan orang-orang seperti mereka. Mereka bilang aku ini "so cantik." Padahal mereka tahu sendiri kalau aku ini memang cantik. Bukan so lagi. Melainkan fakta. He he.

Makin lama tingkah mereka makin kurang ajar. Mereka berani memegang-megang tanganku. Aku sudah memperingatkan agar tidak bersikap kurang ajar kepadaku. Tapi peringatan ku tak dihiraukan. Mereka malah makin menjadi-jadi. Jelas, aku tak terima dilecehkan seperti itu. Aku pun menampar salah satu wajah dari mereka. Kalau tidak salah yang aku tampar itu si Dayat. Karena dia yang paling berani mencolek-colek tubuhku.

Dia yang tak terima aku tampar. Wajahnya berubah merah bercampur hitam pekat. Seperti wajah banteng yang garang. Dia mengangkat sebelah tangannya dengan telapak terbuka. Dua kawannya berusaha menahan ku. Saat itu aku yakin, si Dayat pasti akan membalas tamparan ku. Aku menutup mata pasrah dan takut. Hanya bisa berteriak berharap ada malaikat yang menolong.

Sebelum telapak tangan dayat mendarat di pipiku yang manis ini. Aku mendengar suara teriakan dari arah belakang. "Woy..... Hentikan!" Aku tak tahu siapa itu. Yang jelas suaranya seperti suara laki-laki. Aku menarik nafas dalam-dalam merasa tenang. Akhirnya ada yang menolongku juga. Aku membuka mata. Si Dayat menurunkan telapak tangannya. Dan kedua temannya melepaskan aku. Lalu mereka bertiga berdiri sejajar.

Aku menoleh kebelakang. ingin tahu siapa yang berteriak barusan. Ternyata dia adalah Danu. Bak malaikat yang diutus Tuhan menolongku. Saat aku lengah, saat itu pula si Dayat mendorong tubuhku. Aku pun tersungkur kebelakang. Dan hampir terjatuh kelantai. Jika tidak ada Danu yang menopang.

Tubuhku yang condong 30 derajat mendarat tepat di pelukan Danu. Dalam dekapannya aku memandangi wajahnya dengan seksama. Ada sensasi luar biasa terjadi saat itu. Adegannya cukup mesra. Persis seperti kayak di film-film. Nafasku berdesir seperti ombak menghantam karang. Detak jantungku berdetak lebih kencang tak seperti biasanya. Ternyata jatuh cinta itu mudah. Bahkan bisa terjadi kapan saja.

Danu mengangkat tubuhku berdiri. Setelah tubuhku berdiri tegak, ia bertanya, "kamu tidak apa-apa?" Aku yang masih dalam keadaan syok tak bisa berkata apa-apa. Hanya mengangguk yang bisa aku lakukan. Sebagai isyarat bahwa aku tidak apa-apa.

Tirakat Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang