bab 51 (calling doney)

29 3 0
                                        

Handphone blackberry Leni yang tengah di cas diatas meja tiba-tiba saja berdering. Dering penanda panggilan masuk. Mira mendengarnya, tapi tidak dengan Leni yang sedang berada di dalam toilet.

Awalnya Mira sempat mengabaikan suara itu, tapi lama kelamaan ia merasa terganggu lantaran suara nada deringnya tak berhenti-henti.

    "Len, hape mu berdering terus nih. Ada yang menelepon.!" Kata Mira berteriak memberitahukan.

    "Siapa Ra?" Sahut Leni juga keras dari dalam toilet. Siapa yang dimaksud ialah si penelponnya.

Mira tidak tahu, karena jarak dirinya dengan hapenya Leni cukup jauh. Ia pun turun dari kasur untuk mendekati hapenya Leni diatas meja. Ia ingin tahu panggilan masuknya dari siapa. Ketika dilihat panggilan yang masuk datang dari nomor kontak yang bernama don't key. Filing Mira langsung mengatakan "pasti ini nomornya Danu."

    "Telpon dari don't key, Len!" Ucap Mira kembali memberitahukan.

    "Angkat Ra! Itu Danu."

Disuruh mengangkat telponnya oleh Leni, Mira tak berani. Rasanya ngeri-ngeri gimana gitu. Ia pun mengabaikan telponnya sampai nada deringnya berhenti sendiri.

Tak berselang lama Leni keluar dari toilet. Ia melihat Mira terbaring di atas kasur.

    "Tadi diangkat apa enggak Ra?" Tanya Leni sambil melihat hapenya. Ada tiga panggilan tak terjawab disana.

Mira tersenyum sambil menggelengkan kepala.

    "Kenapa enggak diangkat say? Dari Danu padahal."

Mira hanya bisa tersenyum dengan mimik wajah tersipu malu.

    "Aku telpon balik yah?"

    "Jangan Len, jangan!" Mira ketar-ketir melarangnya.

    "Kenapa?" Protes Leni dengan senyumnya yang mengembang. Pada ia tahu, Mira pasti malu.

    "Aku malu."

    "Tenang saja! Aku tidak akan memberitahukan kepada Danu, kalau kamu ada disini. Nanti panggilannya aku loud speaker. Biar kamu juga bisa mendengarnya."

Leni melakukan reconvene ke nomor Danu. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu. Saat itu juga panggilan selulernya langsung diangkat oleh Danu.

    "Halo!" Suara Danu dalam telpon.

    "Hai! Sorry tadi enggak keangkat. Aku lagi di toilet. Kemana aja nih enggak ada kabarnya? Tumben nelpon segala? Biasanya jangankan nelpon duluan, ditelpon saja susahnya minta ampun."

    "Kemarin habis dari Jakarta sama si bogel. Ngebujuk si Reymon supaya pulang."

    "Memangnya kenapa dia? Pake harus dibujuk pulang segala?"

    "Lagi minggat. Biasalah ngambek sama nyokap nya."

    "O... Pasti karena isu perselingkuhan itu ya?"

    "Iya."

    "Terus, tumben-tumbenan nih nelpon, ada apa?"

    "Lagi pengen aja. Kenapa, enggak boleh?"

    "Boleh-boleh aja sih, cuma agak curiga aja nih, pasti ada maunya."

    "Enggak ada apa-apa sih sebenernya, cuma lagi BT aja nih. Baca buku enggak konsen, main gitar malah di omelin Tante Lisa. Katanya "berisik." Karena gabut dan bingung mau ngapain, iseng aja nelpon kamu."

    "Dasar enggak ada kerjaan, giliran BT baru nelpon kesini.  kenapa pake acara bt segala? Mikirin Mira?" Kata Leni asal jeplak. sialnya tebakannya itu malah benar, Danu memang sedang memikirkan Mira.

Tirakat Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang