Anggapan danu terhadap kepulangan mira tadi sore itu ternyata salah. Mira masih berada di rumah bude riya, Bersama ilham dan risma. Ia sengaja tidak ikut pulang bersama rombongannya ke rumah. Hal itu memang sudah direncanakan dari awal. Bahkan sudah dikonfirmasi dengan ibunya.
Mira berniat akan berangkat ke asramanya sore tadi, Berangkat dari rumah ilham naik angkutan umum, Angkutan jurusan labuan-jakarta yang beroperasi sampai jam tujuh malam. Selebihnya tidak ada angkutan umum lagi sampai jam dua dinihari.
keberangkatannya sore itu selalu dijegal dan dihalang-halangi oleh ilham dan risma. Kedua pasutri anyar itu seperti sengaja ingin membuat mira terlambat. Sengaja biar ketinggalan bus. Sebab ilham dan risma sedang membuat rencana untuk mendekatkan mira dengan danu. Dan Itu merupakan permintaan dari ibunya mira langsung.
Bude riya yang ikut berperan dalam permainan itu telah berhasil membujuk danu dan membawanya kerumah.
"Ham... Ilham.. " Pekik bude riya memanggil di teras depan.
"Mira mana? Danu sudah ada nih." Sambung ucapnya mengabarkan.
Tak berapa lama ilham pun keluar dengan senyuman menginisiasi. Senyum mencurigakan Seperti telah terjadi sabotase. Kemudian disusul oleh risma yang juga menampakkan mimik wajah yang hampir serupa dengan ilham. Senyumnya mencurigakan.
Danu menunggu kemunculan mira yang katanya masih ada dirumah tersebut. Beberapa saat lamanya ia menunggu, namun mira tak kunjung keluar. Danu yang penasaran lantas mempertanyakan keberadaannya. "Mira-nya mana bude?" Danu mempertanyakannya pada bude riya. Sebab dia sendiri yang bilang kalau mira itu masih ada.
Bude riya tidak menjawab, Dia sendiri merasa heran, kenapa mira tidak keluar. Bude riya mempertanyakan kembali pada ilham, "mira mana ham?"
"Ada didalam." Jawab Ilham meyakinkan.
"Didalam katanya, nu." Sambung bude riya menegaskan. Yang padahal danu juga sudah mendengarnya barusan.
Danu belum percaya begitu saja sebelum melihat mira langsung dengan mata kepalanya sendiri. Pasalnya, tadi sore danu melihat mira naik ke mobil bersama rombongan mertua ilham. Bahkan duduknya saja disamping pengemudi. Masa iya yang dilihatnya itu bukan mira?
"Nu." Kata ilham sambil menepuk pundaknya.
"Kamu mau ke alun-alun pandeglang, 'kan?"
Pertanyaan ilham dijawab Oleh danu hanya dengan anggukan kepala.
"Nitip mira yah! Dia mau ke maja."
"He'em, Mana orangnya?" Balas danu.
Ilham plonga-plongo melihat kiri dan kanan mencari mira. Ia heran kenapa mira tidak ikut keluar. Pada tadi bersamanya di dalam.
"Mira kemana say? Kok enggak keluar?" Tanya ilham pada istrinya disamping.
"Ra.... Mira... Sini! Aa danu udah datang nih.!" Teriak risma memanggilnya agar senantiasa keluar.
Semua orang didepan rumah menunggunya keluar. Sudah dipanggil pun tetap tidak keluar. Ketika risma menengoknya kedalam, ternyata mira lagi berada di kamar mandi.
Sejurus kemudian mira pun keluar dengan pandangannya yang menunduk. Ia tak kuasa melihat wajah danu yang memandanginya dengan sorot mata tajam dan juga seksama.
Danu menghela nafas panjang. Betapa tak percayanya ia saat melihat mira benar-benar masih ada di rumah bude riya. Danu menghentakkan tubuhnya ke depan, berjalan mendekati mira.
"Bisakah kita berbicara sejenak wahai adinda?" Kata danu jenaka mencoba memancing gelak tawa. Disebut adinda oleh danu, mira seperti ingin muntah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tirakat Cinta
Storie d'AmoreBeberapa part sudah hilang demi kepentingan penerbit.
