[10] - Siapa sebenarnya dirimu, Sheyna?

471 79 13
                                        

Rakri kembali berjalan menyusuri kompleks perumahan mewah yang berbeda, Rakri mendongak menatap rumah megah penuh kaca di hadapannya, samar-samar terlihat sosok wanita dibalik tirai jendela yang hanya menampilkan siluet hitam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rakri kembali berjalan menyusuri kompleks perumahan mewah yang berbeda, Rakri mendongak menatap rumah megah penuh kaca di hadapannya, samar-samar terlihat sosok wanita dibalik tirai jendela yang hanya menampilkan siluet hitam.

"Imelda, kau harus paling tersiksa di antara semuanya ...." gumam Rakri mengepalkan tangannya menahan amarah.

Masih teringat jelas kejadian beberapa hari lalu sebelum dia berhasil kabur dari Imelda, pemerkosaan serta penyiksaan gila yang menyebabkan hampir sekujur tubuhnya terluka memenuhi pikiran Rakri seolah-olah rekaman yang terputar ulang.

Rakri membuang mukanya sembari menarik kembali topi hoodie untuk menutupi kepalanya, kedua netra coklatnya menangkap sebuah batu besar yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Seolah-olah ada yang merasukinya, Rakri berjalan mendekati batu tersebut dan meraihnya.

Bongkahan batu sebesar kepalan tangan pria dewasa, sedikit lebih besar daripada genggamannya namun dapat dia angkat dengan satu tangan. Rakri menoleh ke arah jendela terdekat dengan dinding pagar, lalu dia kembali memandang batu di tangannya.

Dia memang tidak pernah mengukur kekuatannya, terutama kekuatan melempar, namun Rakri sangat percaya diri jika melempar batu di genggamannya dengan cara melempar bola kasti, maka batu tersebut akan melayang menghancurkan jendela yang dia targetkan.

"Tujuanku ...." lirih Rakri mencengkram erat batu di tangannya hingga urat-urat kecilnya timbul di seluruh lengan hingga telapak tangannya.

Rakri memposisikan dirinya dalam posisi siap, namun saat tangannya terangkat hendak bersiaga, pendengarannya menajam begitu mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Rakri membalikkan tubuhnya dengan gesit dan melayangkan batu besar di tangannya memukul orang di belakangnya.

Grep!

Rakri menatap sosok pria di hadapannya dengan tajam, namun pria tersebut menatapnya dengan tenang sembari tangannya mencengkram batu besar tersebut di arah yang berlawanan. Batu tersebut bergetar akibat tolakan dua kekuatan dari arah yang berlawanan.

Rakri segera menghempas batu tersebut ke sebelah kanannya hingga batu tersebut jatuh menggelinding ke sembarang arah. Aku tahu siapa dia ....

"Nona menyuruh saya untuk membawa Anda kembali ke Safe Place, mohon masuk ke mobil dengan tenang." ucap pria di hadapannya menatapnya datar dan tenang tanpa terganggu sedikit pun dengan aura membunuh milik Rakri.

Tebakanku benar, pria ini ... bawahan wanita itu.

Rakri menghela napas dalam menenangkan emosi yang bergejolak dalam dirinya, melihat bawahan Sheyna ada di depan matanya berarti Sheyna tahu apa yang dia lakukan. Rakri kembali melirik ke arah jendela dimana siluet wanita tadi berada kini sudah menghilang, lalu dia kembali melihat pria di hadapannya.

"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mengawasi mereka." jawab Rakri dingin, dia tidak bisa pulang saat ini karena dia masih punya satu tempat tujuan lagi.

Who is He? [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang