[Jika ada kesamaan nama tokoh, alur, dan lain-lain harap maklum. Bukan berarti cerita ini copy paste. Dilarang plagiat!]
⚠️Warning : Sexual violence, physical abuse, suicide, gasligthing, abusive words, mature content, and something about sexual.⚠️
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rakri menatap datar ke depan dengan tangan yang melipat di depan dadanya dipenuhi rasa tidak suka sekaligus kecewa. Rakri menoleh melihat Chandra yang tengah mengendarai mobil dengan tenang, berbeda dengan suasana hatinya.
"Mengumpat saja daripada melihatku dengan tatapan seperti itu," kata Chandra tanpa menoleh.
Rakri memalingkan wajahnya sembari menggerutu, "Apa-apaan ini? Kenapa kau hanya menurunkan Sheyna? Aku juga mau pulang!"
"Kau tidak dengar? Sheyna menyuruhku membawamu jalan menghirup udara segar," balas Chandra membuat Rakri berdecak tidak suka.
Chandra tersenyum tipis melihat tingkah Rakri yang berbanding balik saat terakhir ia lihat, mungkin lebih baik pria itu bertindak semena-mena dan mengutarakan rasa tidak sukanya pada dirinya daripada menangis seperti orang yang tak berdaya.
Chandra menghentikan mobilnya di tepi jalan, lalu melepas seatbelt-nya. "Ayo keluar, waktunya menghirup udara segar." kata Chandra berjalan keluar dari mobil lebih dulu.
Rakri menggertakkan giginya kesal, "Memangnya aku peliharaan??"
Rakri membuka seatbelt-nya dan ikut keluar dari mobil, matanya menyipit begitu angin sejuk menerpa wajahnya. Rakri mengedarkan pandangannya melihat tempat yang ia datangi, terdapat jembatan panjang yang melintang di antara tebing dengan bunga-bunga yang menghiasi di beberapa tempat.
"Di mana ini?" tanya Rakri penasaran sembari berjalan, mereka berjalan menuju jembatan panjang tersebut.
"Salah satu tempat yang kusukai, agak jauh dari kota dan udaranya masih bersih. Lihat, di sana ada air terjun. Kau bisa ke sana jika mau, tapi kau hanya bisa ke sana setelah melewati jembatan ini." terang Chandra sembari menunjuk air terjun yang berada di tengah-tengah jembatan.
Kedua mata Rakri menangkap air terjun yang terlihat agak jauh dari tempat mereka berdiri, namun suara air berjatuhan itu samar-samar terdengar. Chandra memperhatikan Rakri yang fokus melihat air terjun tersebut, keduanya berjalan mendekati tepi jembatan.
"Tunggu sebentar, ponselku ketinggalan di mobil." kata Chandra hanya diangguki oleh Rakri, ia langsung berlari kembali ke mobil untuk mengambil ponselnya.
"Airnya terdengar ...." gumam Rakri menatap air terjun tersebut. Rakri menatap pagar jembatan yang dia pegang, lalu dia melompat menduduki pagar tersebut sembari berpegangan pada pagar agar tidak terjatuh.
Chandra yang baru saja kembali dari mobil membulatkan matanya saat melihat pria itu melompat menduduki pagar jembatan. Jantung Chandra berdebar kencang, dia segera berlari menghampiri Rakri dengan tangan yang terulur.
Jangan! Jangan melompat!
"RAKRI!"
Namun belum sempat Rakri menikmati aksinya, tangan besar Chandra meraih kerah bajunya dan menarik tubuhnya kembali hingga keduanya terjatuh di jembatan. Kedua tangan Chandra mencengkram bahunya dengan gemetar.