(15) kencannya Firman dan Mee

1.2K 42 0
                                        

Firman melirik Mee yang sedari tadi terdiam setelah pulang dari makam.

"Tak kira kamu bubuk, cil " ucap pria itu sambil menarik tuas rem tangan. Mereka berada di lampu merah.

"Mau langsung pulang ya, mas? Masih jam setengah delapan lho"

"Ya terserah kamu, kalo mau muter-muter dulu, ayo. Asalkan kamu gak capek, mas anterin" jawab pria itu. Ia sesekali melirik lampu merah yang menyala terang.

"Ayo jalan-jalan dulu, mas!" Mee menyandarkan kepalanya di bahu Firman, ia menatap suaminya dengan tatapan memohon.

"Iya udah, ayo. Mau kemana?"

"Ke alun-alun"

"Siap, cah ayu" Firman melempar senyum sebelum menginjakkan gas. Meninggalkan area lampu merah.

Mee tersenyum senang, matanya berbinar mendapatkan respon baik dari suaminya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Dalam diam, keduanya menikmati momen indah itu. Mereka sama-sama menyembunyikan senyum tipis.

Sesampainya di alun-alun, Firman langsung menggandeng tangan Mee. Memastikan agar bocil itu tidak lepas dan hilang di kerumunan orang.

"Mas... " panggil Mee.

Pria itu mendekatkan telinganya ke bibir Mee. Berusaha mendengar apa yang dikatakan wanitanya "apa, cil?"

"Kita kencan" Mee terkikik kala mengatakannya.

Tidak hanya Mee, Firman tersenyum dengan pipi memerah seperti kepiting rebus. Ah, apakah pria itu salting?

"Iya, ayo kita kencan. Mau apa, Mas turutin?"

Mee melangkah lebih dulu, membuat Firman jalan dibelakangnya. Firman tak bisa melepaskan senyumnya. Kalimat sederhana yang Mee ucapkan tadi membuat hatinya berbunga-bunga. Ah, apakah pria ini lebay?

𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯. Suara mungilnya terngiang diotak Firman, membuatnya terus tersenyum sambil menatap punggung Mee.

"Mas ayo beli itu!" Mee menunjuk stand sosis bakar yang tak jauh dari mereka.

"Iya, sayang. Ayo!"

Setelah mendapatkan sosis bakarnya Mee mengajak Firman untuk mendekati air mancur yang dipenuhi lampu cantik.

"Cantik ya, mas"

"Cantikan kamu"

"Ah, masa iya?"

"Bener, cil. Sini biar mas fotoin"

Setelah sesi foto dan selfie, mereka kembali melangkah melanjutkan berkeliling.

"𝘚𝘦𝘬 𝘵𝘰, 𝘤𝘪𝘭. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘭, 𝘱𝘰? 𝘋𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘶𝘭𝘶, 𝘺𝘰𝘬!" Firman menarik pelan tangan Mee untuk duduk di sebuah bangku kosong.

"Nggak kesel, mas. Kan sama kamu"

"Halah, gombal 𝘸𝘢𝘦!" Firman menjitak kepala Mee "Mas beli minum dulu, ya"

Mee mengangguk "mau beli jagung bakar, mas"

"Iya. Tapi jangan kemana-mana. Diem disini. Nanti diculik!"

"Siap, Ndoro putra" Mee memberikan hormat pada Firman sebelum pria itu meninggalkannya.

Saat sedang menunggu jagung bakarnya, Firman menatap sekeliling. Tak lupa memantau Mee dari jauh. Wanita itu masih duduk sambil memainkan ponselnya.

"Firman... "

Firman menoleh dan mendapatkan seorang wanita tengah menatapnya. Wanita itu masih sama seperti dulu, gaya dan tatapannya tak pernah berubah.

OmmeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang