Firman sampai di basecamp tepat saat semua tim sudah berkumpul. Ada tim SROTOP juga di sana.
Langkah Firman terasa sangat berat di lihat. Membuat Zidan yang memperhatikan melempar kata untuk menyapa.
"Man, kamu kenapa 𝘵𝘰? Lesu banget" Ucap Zidan sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya. Menyuruh Firman untuk duduk.
"𝘙𝘶𝘸𝘦𝘵 𝘱𝘰𝘭, 𝘡𝘪𝘥!" Firman menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Ia mengusap wajah kasar.
"𝘗𝘪𝘦, 𝘔𝘢𝘯? 𝘖𝘯𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘰 𝘰?" Mas Ado mendekati Firman dan duduk di bangku 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘭𝘦 di seberangnya.
"𝘈𝘬𝘦𝘩 𝘱𝘰𝘭, 𝘔𝘢𝘴 𝘈𝘥𝘰. Ibu aku sakit, maksa aku pulang. Tapi, kalian tahu 𝘵𝘰, perjodohan itu bakal tetep di laksanain. Dan sampai sekarang, aku nggak bilang itu sama Mee. Aku takut, 𝘭𝘦𝘬 𝘮𝘶𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘶 𝘨𝘶𝘳 𝘥𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘰 𝘯𝘨𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘪𝘬𝘶" Firman menatap tim dengan mata lelahnya.
"Hah? Tetep dilaksanai perjodohan itu, Man?" Zidan menyentuh tangan Firman tak menyangka.
Pria itu hanya mengangguk lesu "dan Aku gak mau cerai sama Mee. Kalian tahu, otomatis Mee bakal dimadu. Aku nggak rela"
Semua mata menatap Firman iba. Mas Ado mendekati Firman lalu merangkul pria yang sudah ia anggap seperti anak itu.
"Apa gak bisa ditolak, Man? Sebenarnya kan keputusan itu ada di kamu. Apalagi kamu sudah menikah"
"Nggak bisa, Mas Ado. Ibu udah menyetujui perjodohan itu sama keluarga cewek" Firman menunduk lesu.
"Apa masalahnya sih? Sampai ibu kamu nekat nerima perjodohan lagi, padahal kamu sudah beristri!" Zidan menggeleng tak percaya.
"Karna..." Firman kembali memandang semua tim satu persatu. Setelahnya ia menunduk, siap menerima tudingan dari temannya "sampai sekarang ibuku belum merestui pernikahan kami"
"APAA?!" spontan semua tim beserta SROTOP TV menatap Firman tak percaya. Kecuali Mas Cahyo.
"Jadi kamu melangkahi restu orang tua, Man?" Ucap Reza tak menyangka.
"Aku kira sudah direstui, kamu!" Zidan menatap Firman sedikit kecewa.
"Kok bisa, Man?" Wahid ikut serta dalam pembicaraan.
Namun, Firman malah diam seribu bahasa. Ia tidak tau harus mulai bercerita dari mana. Semua kubu seakan menyalahkannya sekarang. Memang sebenarnya ia salah. Tapi, adakah salah satu orang yang bisa mendengar penjelasannya?
"Man.. Aku kira ka-" ucapan Zidan dipotong oleh Mas Cahyo.
"𝘚𝘦𝘬, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘬𝘪𝘮𝘪. Kalian belum denger kisah aslinya, 𝘵𝘰? Semua orang normal, punya kesalahan. Gak ada yang terlahir bersih di dunia ini" ucap Mas Cahyo penuh penekanan. Pria itu melangkah mendekati Firman yang menunduk.
"Gimana bisa kamu belum disetujui, tapi udah bisa menikahi Mee?" Zidan sampai bangkit dari duduknya untuk mempersilahkan sangat manager untuk duduk di samping Firman.
Firman mengangkat kepalanya, agar suaranya saat bercerita bisa didengar oleh mereka semua.
"Sudah, jangan nangis dulu" Mas Cahyo berkata lembut sambil mengusap bahu Firman. Ya pria itu kembali menangis jika mengingat hubungannya dengan Mee.
"Aku sayang sama Mee... Aku udah jelasin kenapa aku gak mau sama pilihan ibu. Karna, cewek itu gak sebaik yang ibu kira..." Ucap Firman lirih.
"Terus... Apa ibu masih gak percaya sampai sekarang?" Mas Ado ikut memegangi bahu Firman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ommee
Fiksi RemajaBAB NYA GAK BISA DI PERBAIKIN GAIS, JADI KALAU MAU BACA MANUAL AJA YA LIAT DI DAFTAR ISI NYAAA Mencintai gadis dengan segala luka memang bukanlah hal yang biasa... Tapi, Ameelya menemui sosok pria yang bisa membuatnya kembali melihat dunia... Dia a...
