Mee dan Faisal sampai di rumah saat langit sudah gelap. Ternyata, Firman sudah menunggu mereka di pintu sambil bersandar.
"Ndak main dulu, Cang?" Tanya Mee memastikan, karna anak itu sama sekali tidak turun dari motornya.
"Mampir, Cang! Gaya banget, gak 𝘯𝘫𝘢𝘭𝘶𝘬 𝘥𝘶𝘪𝘵 𝘱𝘰?" Ucap Firman dari pintu.
"𝘕𝘥𝘪? 𝘕𝘨𝘨𝘰 𝘣𝘦𝘯𝘴𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘭𝘪!" Faisal akhirnya turun dari motor dan menghampiri kakaknya.
"𝘓𝘦𝘬 𝘥𝘶𝘪𝘵 𝘸𝘦 𝘨𝘦𝘳𝘤𝘦𝘱!" Gerutu Firman sambil merogoh kantongnya.
Mee hanya memperhatikan keduanya. Rasa lelahnya kembali saat ia sudah sampai di rumah.
"𝘔𝘶𝘭𝘦𝘩 𝘰, 𝘔𝘢𝘴! 𝘐𝘣𝘶𝘬 𝘬𝘪 𝘭𝘰𝘳𝘰"
Firman terdiam sesaat. Ia menatap Mee yang duduk di bangku sambil memandang latar.
"𝘐𝘺𝘰... " Jawab Firman singkat.
Ia sudah tahu kalau ibunya sakit dari kakak perempuannya. Bukannya tidak mau pulang untuk merawat sang ibu, tapi Firman yakin, kepulangannya juga ditunggu untuk membahas perjodohannya dengan wanita itu. Ia hanya tidak siap menerima semuanya. Apalagi, Mee tidak tau semua itu.
"𝘔𝘶𝘭𝘦𝘩, 𝘰𝘫𝘰 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘸𝘦𝘯... 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘬 𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨!" Bisik Faisal membuat Firman memejamkan mata. Anak laki-laki itu menepuk bahu Firman dua kali. Lalu berpamitan dengan mencium tangan Firman dan Mee.
"Assalamu'alaikum... "
"Waalaikumsalam, Cang. Hati-hati"
Sepulangnya Faisal, Mee langsung melangkah masuk ke dalam tanpa berniat menyapa Firman. Pria itu pun hanya diam, ia membuntuti Mee setelah menutup pintu.
"Habis dari mana, Cil?"
Mee tidak menjawab. Ia sibuk membuka jilbab dan mengganti baju. Firman mengusap wajahnya, lalu bangkit dari duduknya untuk mendekati Mee.
"Cil... Sudah ya, maafin Mas ya, Cil" Firman berusaha meraih tangan Mee. Namun wanita itu selalu mengelak.
"Sayang, 𝘸𝘦𝘴 𝘵𝘰. 𝘕𝘨𝘦𝘴𝘰𝘬 𝘮𝘦𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘦𝘩, 𝘥𝘦𝘸𝘦 𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘦𝘮𝘢𝘯" Firman berusaha mengingatkan. Walau dengan begitu, luka di hatinya terbuka semakin lebar.
"Permisi, Mas. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘩 𝘬𝘦 𝘸𝘤" Mee memutar bola mata jengah melihat Firman yang malah menutupi jalannya.
"𝘚𝘦𝘬 𝘵𝘰, 𝘊𝘪𝘭. 𝘙𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘨𝘬𝘦 𝘴𝘦𝘬!"
"𝘖𝘗𝘖 𝘚𝘌𝘕𝘎 𝘈𝘙𝘌𝘒 𝘔𝘉𝘖𝘒 𝘙𝘈𝘔𝘗𝘜𝘕𝘎𝘒𝘌, 𝘔𝘈𝘚? 𝘏𝘜𝘉𝘜𝘕𝘎𝘈𝘕 𝘒𝘐𝘛𝘈?𝘏𝘈𝘏?"
Firman terkejut mendengar Mee yang berteriak seperti itu. Matanya mengungkapkan rasa sakit juga kecewa yang dalam.
"Cil, bicarain baik-baik! Gak perlu marah-marah"
Mee tertawa remeh. Ia menatap suaminya dengan tatapan kecewa. "Gak perlu? Hhh. Apa lagi yang mau kamu bicarain, sih? Cewekmu?"
Firman menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan untuk meleburkan emosinya. "Kamu itu ngomong apa, 𝘵𝘰? Cewek mana, Cil?"
Akhirnya pertahanan Mee runtuh begitu saja. Ia memukul dada Firman berulang kali. Memberontak ketika pria itu mencoba untuk memeluknya.
"KAMU PIKIR AKU GAK TAU, MAS? BANYAK BUKTI KALO KAMU MEMANG MAIN DIBELAKANG AKU! BAHKAN AKU LIHAT DENGAN MATA KEPALAKU SENDIRI, MAS" Mee hampir terjatuh ke lantai jika Firman tidak sigap menangkapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ommee
Teen FictionBAB NYA GAK BISA DI PERBAIKIN GAIS, JADI KALAU MAU BACA MANUAL AJA YA LIAT DI DAFTAR ISI NYAAA Mencintai gadis dengan segala luka memang bukanlah hal yang biasa... Tapi, Ameelya menemui sosok pria yang bisa membuatnya kembali melihat dunia... Dia a...
