9

2.4K 85 0
                                        

Mawar langsung mengajak Salsa masuk ke dalam kamar nya.

"Lo kenapa sal?" Tanya mawar khawatir melihat keadaan salsa.

"Ga-gapapa."

"Jujur lah sal. Lo kayak ketakutan gitu." desak Mawar.

"Tapi kamu jaga rahasia ini bisa kan?" Salsa berpikir jika lebih baik ia menceritakan semuanya, karena hati nya tidak tenang kalau memendam nya sendiri.

"Iya gue janji."

Salsa mulai menceritakan semuanya. Secara detail. Dari awal pernikahan hingga saat ini. Reaksi Mawar benar benar syok, marah, terkejut.

"WHAT?!!!" Mawar teriak mendengar apa yang Salsa ceritakan.

"Jadi lo? Lo nikah sama Lian? Dan Lian suka nyiksa lo?" Tanyanya masih tidak percaya.

Salsa mengangguk lesu.

"Lo kenapa ngga pernah cerita sal?"

"Aku takut." Kata Salsa.

"Takut kenapa?" Tanya mawar yang terlihat sangat shock.

"Takut Lian marah."

"Lo harus bangkit sal! Lo ngga boleh lemah kek gini sama Lian! apa apaan itu cowo bajingan!" Mawar memberi Salsa semangat.

"Kan aku emang lemah.." lirih Salsa menunduk lesu.

"Mau sampe kapan? Lo ngga bisa disakitin gini terus dan lo tetep diem?"

"Tapi gimana?" tanya Salsa frustasi.

"Bilanglah ke bokap lo," ujar Mawar.

"Tapi dia ngancem aku. Katanya kalo aku ngadu dia akan buat mama celaka." Ya memang benar. Lian pernah mengatakan itu pada Salsa Oleh karena itu, Salsa diam saja tak berani mengadu. Karena Salsa tak mau keluarga nya yang disakiti.

"Gila si Lian." Mawar meremas kepala nya frustasi. Dia benar-benar tak menyangka beban hidup sahabat nya seberat itu.

Yaudahlah, maw ngga ada jalan keluarnya, kecuali Lian berubah." kata Salsa lesu dan pasrah saja. Karena menurut nya, sifat Lian sudah keterlaluan, tak ada yang bisa menghentikannya.

"Tapi gue kasian sama lo sal." Mawar sangat tak tega melihat sahabatnya menjalani hidup sulit seperti ini.

"Udah takdir mungkin, aku harus jalanin mau ngga mau."

"Duh gimana ya?" Mawar terus berpikir mencari ide-ide agar bisa mengalahkan Lian.

"Aku takut, mawar. Tapi ngga ada pilihan."

Mawar terus memberi masukan tetapi tidak ada yang cocok. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur. Karena besok sekolah. Dan bella akan selalu menjaga Salsa.

Sekarang Salsa sudah tenang. Meski belum sepenuh nya tenang. Bayang-bayang Lian yang jahat selalu muncul dibenak Salsa.

Salsa menghela nafas, mulai menutup matanya. Dan tak lama salsa sudah masuk ke alam mimpi.

*****

"Ayo sal berangkat."

Salsa memakai seragam sekolah Bella. Karena Mawar memang mempunyai 2 seragam. Katanya, untuk cadangan. Jadi Salsa tidak perlu pulang dan bertemu Lian itu. Jujur, Salsa masih takut.

Salsa juga berpikir bagaimana kalau Salsa bertemu Lian disekolah? Hm. Tetapi Mawar menenangkan Salsa. Mawar bilang nanti kalau bertemu Lian, dia yang akan bicara kepada Lian. Padahal Mawar juga takut.

Mawar sekarang membawa mobil sendiri. Padahal mamanya melarang tetapi mawar tetap ingin membawa mobil. Ya mau ngga mau Mamanya Mawar terpaksa mengizinkannya.

Bastard BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang