28

1.2K 32 0
                                        

Salsa berjalan lambat dengan sengaja, ia berjalan selambat mungkin, untuk memperlambat waktu. Salsa masih bingung memikirkan jawabannya.

Ia terus melangkah lambat dengan kepala terus menunduk, seperti sedang bingung memikirkan sesuatu.

Salsa menarik napas dalam dalam, lalu membuang nya kasar. Menatap kosong kedepan. Otak nya masih terus berdebat tentang jawaban apa yang akan Salsa berikan.

Hati dan Pikiran Salsa serasa berdebat, serumit itu kah?

Salsa tersenyum. Ia kini mulai berpikir jernih tentang Aro. Seperti nya sudah mendapat jawaban yang tepat.

Tak sadar, kini Amel sudah berada didepan gerbang sekolahnya, ia terus melangkah menuju halte. Bibirnya terangkat membentuk senyuman, ia sudah siap memberi jawaban kepada Aro.

Dilihatnya Aro sedang berdiri sembari mondar mandir, Salsa mendekati Aro dan menepuk bahu nya. "Hai."

"Eh Caca," sapa Aro lalu menarik Salsa duduk dihalte sekolah yang kebetulan sepi, hanya mereka berdua saja yang ada disana.

Aro terus tersenyum tanpa pudar, "gimana?"

Salsa berdehem, menatap Aro serius. "Gimana apa nya?" Salsa terkekeh pelan.

"Jadi pacar gue?"

"Mau nggak yaaa?" ucap Salsa dengan memperlihatkan deretan gigi mungilnya.

"Terserah lo, gue nggak maksa kok."

"Mau nya gimana?" tanya Salsa.

"Ya jelas gue mau nya lo nerima lah," ucap Aro terkekeh lalu mengacak Hijab Salsa.

"Yaudah."

Aro mengernyit, "yaudah? Yaudah apa nya?"

"kamu mau aku terima kan?"

Aro mengangguk angguk. "Iya. Terus?"

"Emmm Sekarang aku mau tanya dulu, jawab cepet ya!" pinta Salsa lalu menatap Aro serius.

"Iya oke."

"Harus cepet! Satu detik harus udah jawab!"

Aro membulatkan mata nya tak percaya. Bagaimana bisa satu detik? Apa harus secepat itu?

"Oke oke." jawab Aro pasrah.

"Pertanyaan pertama," ucap Salsa  menggantung. "Aro cinta sama Salsa?"

"Cinta!" jawab Aro sangat cepat.

"Aro sayang sama Salsa?"

"Banget!"

"Nanti kalo Salsa janda Aro masih mau nikahin Salsa?"

"Gak masalah!"

"Aro sayang keluarga Salsa?"

"Pasti!"

"Nanti Aro jelasin ya ke orang tua Salsa."

"Siap!"

"Emm apalagi ya? oh iya, aro suka gak sama mawar?"

"Gak banget!"

"Tapi Aro gak benci kan sama Mawar?"

Aro terdiam, ia bahkan tidak tahu ingin menjawab bagaimana.

"Aro kok diem? Aro gaboleh benci sama Mawat!"

Aro menghembuskan napas nya kasar, kemudian ia mengangguk. "Iya gue nggak benci kok sama Mawar."

Salsa mengangguk angguk, menatap wajah Aro, lalu tertawa pelan

"Kenapa?" tanya Aro heran melihat Salsa menertawai dirinya.

Salsa menggelengkan kepalanya. "Jadi, aro mau nya Salsa jadi pacar Aro?"

Aro mengangguk mantap.

"Yaudah."

"Yaudah? Yaudah apa nya?"

"Yaudah. Sesuai yang Aro mau." Ucap Salsa yakin lalu tersenyum.

Aro mengangguk paham, ia terkekeh mendengar jawaban Salsa yang berbelit belit. "Jadi maksudnya di terima nih?"

Slsal mengangguk, tanda ia menerima menjadi kekasih sang Fernando Aro.

"YEAH!!" teriak Aro girang.

Reflek Aro langsung memeluk Salaa dengan sangat erat, membuat Salsa sesak.

Salsa tersenyum bahagia, ia tertawa dipelukan Aro. Aro memang orang yang bisa membuat Salsa bahagia. Salsa merasa sangat beruntung, ia dipertemukan oleh orang yang tepat.

Aro bisa menyelesaikan masalahnya, perusahaan Ariel kini sudah Aman. Hanya tinggal satu langkah lagi Salsa bisa bebas dari sifat menakutkan Lian.

"I love you my girl."

****

Semua pasang Mata menatap kedua remaja yang sedang dimabuk cinta, Salsa dan Aro.

Banyak dari mereka yang memuji ketampanan Aro, dan bertanya tanya mengapa Salsa bersama pria itu, pasalnya tidak ada sejarahnya Salsa dekat atau pacaran dengan cowok.

Aro terlihat biasa saja menjadi pusat perhatian, sedangkan Salsa merasa sangat tidak nyaman ditatap seperti itu.

"Ro!" Salsa memukul bahu Aro pelan.

Aro menoleh, "kenapa?"

"Kok kita jadi pusat perhatian sih?" tanya Salsa yang merasa risih.

"Kan gue ganteng, jadi pada ngeliatin gitu." Ujar Aro dengan pede nya.

"Ih serius!" geram Salsa.

"Udah biarin aja."

Salsa akhir nya mengangguk pasrah. Tak lama, mereka sampai dikelas Salsa.

Mereka langsung disambut heboh oleh teman sekelas Salsa.

"Eits pasangan baru!"

"Wadaw!"

"Semoga nanti gue bisa ngejar peringkat Salsa, siapa tau Salsa jadi gak fokus belajar garagara pacaran hehe."

"Gak jelas lo, orang tinggal Ujian juga!"

"Yahh gagal deh kesempatannya."

"Yaela abang Aro yang ganteng udah ada yang punya."

"Eh guys emang mereka bilang udah jadian ya?"

Mereka kompak menggelengkan kepalanya. "Belum."

"Gimana bro lo diterima?"

"Iya dong!"

*****

Bastard BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang