Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 sore, suasana hari ini sangat sejuk dengan angin yang segar.
Aro sedang duduk dibangku taman yang biasa nya ia kunjungi bersama Salsa. Aro merasa bosan berada dirumah, sedangkan Salsa masih sibuk di resto milik Lian. Jadi Aro memilih untuk menikmati sore hari ditaman ini, menyendiri.
Aro memutuskan untuk menelfon Salsa. ia memencet kontak Salsa, lalu menelfonnya. Salsa mengangkat telfonnya.
"Halo, Sal?"
"Halo Aro," sapa Salsa ceria.
"Lo dimana Sal?" tanya Aro, ia merentangkan tangan kiri nya di sandaran bangku panjang.
"Masih diresto," jawab Salsa.
"Lo ngga boleh kecapean Sal, gue jemput sekarang ya?"
"Ngga usah Aro. Aku bentar lagi pulang kok sama Mawar, ini lagi siap siap mau pulang," ucap Salsa.
"Oh oke."
"Hai, Aro."
Aro menoleh mendengar seseorang memanggilnya. Entah dari mana datangnya wanita itu. Aro menatap wajahnya, Aro tak mengenalnya sama sekali.
"Lo siapa?" Aro mengerutkan dahi nya.
Salsa samar samar mendengar suara Aro dan seseorang dari telepon. "Itu...siapa?" tanya Salsa.
Gadis itu duduk di sebelah Aro dan mengelus elus bahu Aro. Gadis itu terlihat seumuran dengan Aro dan cantik, sangat cantik.
"Eh lo--" ucapan Aro terpotong karena tiba tiba saja gadis itu menyentuh rahang Aro lembut. "Aro ganteng banget sih," ucapnya manja.
"Aro, Itu siapa?" ucap Salsa yang mendengar jelas suara wanita yang sedang bersama Aro.
"Heh! Lo ap--" gadis itu kembali menyentuh Aro, kali ini ia menyentuh bibir Aro dengan telunjuknya.
"Kalo gini sih gue jatuh cinta sama lo," ucap si gadis ini dengan manja dan tersenyum manis. Gadis itu juga menatap Aro kagum karena ketampanan seorang Aro.
Salsa membulatkan matanya. Salsa yang sedang berada di dapur langsung berlari ke arah sofa di pintu belakang resto. Salsa masih berpikir positif.
"Aro? Itu suara siapa?" tanya Salsa kesal, dari tadi Salsa nanya tak dijawab.
"Sal, gue--" ucapan Aro terpotong lagi. Raffi menatap gadis itu sinis.
"Aro, telponan sama siapa sih?" gadis itu berucap dan terus memotong pembicaraan Aro.
Sumpah demi apapun, Aro dibuat emosi oleh gadis yang entah berasal dari mana. Gadis misterius. Wajahnya sama Aro tak pernah lihat, dan kenapa gadis ini tiba-tiba sok kenal dengan Aro? Bahkan berani menyentuh Aro.
"LO SIAPA SIH?!" bentak Aro lalu menjauh bangkit dari gadis itu.
"Jangan teriak-teriak dong, Aro." gadis itu ikut bangkit dari duduknya, ia berdiri di depan Aro. Gadis itu masih menatapi wajah Aro yang tampan.
"Sal, gue sama sekali ngga tau ni cewe siapa--"
"Oh ya? Kok dia tahu nama kamu?" potong Salsa.
Dengan sengaja, gadis itu merebut ponsel Aro lalu menaruhnya di telinga. "Lo siapa sih? Gue pacarnya Aro tau," ucap gadis itu tiba-tiba, membuat Aro membelalak kaget.
"Pacar?" Salsa melongo tak percaya. ia sama sekali tidak mengerti ini. Tiba tiba seorang wanita mengaku pacar Aro, haruskah Salsa percaya?
Aro langsung merebut ponselnya secara kasar. "Lo gila? Kenal sama lo aja ngga, dan lo ngaku pacar gue?!" sentak Aro emosi pada gadis didepannya ini.
