Ditengah perjalanan mereka berdua, Aro menghentikan motor nya karena lampu merah.
Seseorang memicingkan mata nya dari dalam mobil yang melihat ke arah Salsa.
"SALSA!"
Salsa yang merasa namanya disebut menoleh ke sumber suara. Ternyata suara Novia dari mobil disebelah Salsa.
"Eh novia?" Salsa tersenyum.
"CIE BONCENGAN." Teriak Novia sengaja agar Aro mendengarnya.
Aro pun ikut menoleh.
"Iya dong kita Sweet kan hujan hujanan bareng?" canda Aro sambil terkekeh.
"SWEET BANGET!" ucap Novia berbinar.
"Apansih!" sentak Salsa lalu memukul-mukul pundak Aro.
Aro hanya terkekeh geli.
"Eh tolong fotoin kita dong!" pinta Aro pada Novia. Novia mengacungkan jempol nya lalu mengeluarkan ponselnya.
"ARO!" pekik salsa dengan tawa kecilnya.
"Eh gaya nya lo peluk gue Sal!" pinta Aro sebelum Novia memotret mereka.
Salsa dibuat salting olehnya. Dengan segera Salsa memeluk Aro dan tersenyum kearah kamera.
"3 2 1!" Aba aba Novia dan memotret mereka.
Saat lampu berubah menjadi hijau. Novia berpamitan dan mobil nya melaju dengan kecepatan sedang.
Tin tin
Suara klakson mobil mengagetkan Salsa dan Aro.
"Aro ayo jalan!" desis Salsa kesal. Sudah tau lampu hijau, mengapa Aro masih diam ditempat? mungkin modus hahaha.
"Gue masih pengen bareng lo!"
Seketika Salsa mematung. Mencoba terlihat tidak salting. Namun nyata nya detak jantung Salsa berpacu cepat. Tidak bisa dipungkiri Salsa dibuat salah tingkah karena ulah Aro.
Dengan terpaksa Aro melajukan motornya. Menuju rumah Salsa. Karena Salsa meminta pulang. Padahal Aro masih ingin bersamanya.
Entahlah, rasa nya Aro ingin terus bersama dengan Salsa. Hati nya terasa hangat saat bersama Salsa. Apakah ini yang dinamaka jatuh cinta? Aro juga tidak tahu dengan perasaannya sekarang.
Diperjalanan Salsa menikmati Hujan yang membasahi dirinya. Merasakan kesegaran dari air hujan.
"Makasih, Aro." kata Salsa dengan senyum lalu melepas helm nya.
Aro mengacak rambut Salsa yang basah karena terkena hujan walaupun ia sudah memakai helm.
"Sama sama, Caca!" sahut Aro.
"Salsa, Aro Salsa." gumam Salsa yang mengoreksi nama panggilannya.
"Mau tau gue kenapa manggil lo beda?" tanya Aro yang menatap lurus bola mata coklat Salsa.
"Kenapa?"
Aro tersenyum hangat. "Karena lo spesial."
Untuk ke sekian kali nya Salsa dibuat mematung. Detak jantungnya berpacu dengan kecepatan tinggi. Salah tingkah. Salsa sebelumnya tidak pernah merasa seperti ini dengan seorang lelaki. Apa ini cinta? Entahlah Salsa tidak mengerti mengerti yang namanya cinta.
"Cie salting!" goda Aro lalu mencubit pipi kanan Salsa.
Kini kedua pipi nya merona. Merasa hawa panas menjalar ke bagian wajahnya.
"Ih apasi! udah sono pulang!" usir Salsa yang tetap berusaha terlihat biasa saja.
Aro tertawa geli melihat Salsa sedang Salting.
