38

1.6K 43 3
                                        

Salsa dan Aro sekarang sudah di dalam mobil yang Aro pesan di aplikasi ojol.

"Sal," panggil Aro. "Gue mau nanya serius sama lo," lanjutnya.

"Nanya aja," jawab Salsa.

"Lo sebenernya serius ngga sih sama gue? lo ngga cinta kan sama Lian?"

Salsa terdiam. Dalam lubuk hati Salsa, sebenarnya Salsa tidak tahu perasaan sebenarnya. Selama ini ia hanya menjalani nya saja tanpa memikirkan perasaan yang sesungguhnya.

"Kenapa diem?"

Salsa tersadar dari lamunannya.

Kedua mata mereka saling menatap. Aro yang menunggu jawaban.

"Kamu kenapa tiba tiba nanya gitu?" tanya Salsa balik.

"Ya gapapa, nanya aja, jawab dong."

"Ya kita jalanin aja dulu Ro, kita juga belum kuliah, baru mau masuk kuliah tahun ini."

Aro menghela nafas, dia tahu Salsa tak mau membahas soal ini. "Iya gue tau, kita kuliah bareng ya?"

"Siap, hehe." Salsa hormat dan nyengir.

"Kalo masalah Lian, lo ada perasaan ngga ke dia?" tanya Aro serius.

"Perasaan gimana?"

"Ya kek cinta gitu? Atau sayang?"

"Aku cuma ada perasaan kasihan," Jawab Salsa seadanya.

"Kasian? buat apa?"

"Ya ngeliat dia mohon mohon ke aku gitu."

"Perasaan lo yang harusnya dikasihanin, bukannya si cowo bajingan itu," balas Aro emosi, Aro memang sangat tak suka pada Lian. Salsa hanya menghembuskan nafasnya saja.

Drttt....drttt

"Siapa?" tanya Aro ketika ponsel Salsa ada panggilan.

"Novia," jawab Salsa, lalu mengangkat telpon nya.

"Hello Salsa!!"

"Iya ada apa?"

"Lo dimana sih? habis ngejablay lo ya!"

"Haduh apasih nop."

"Abis nya lo ngga balik balik! Dimana lo? bjdjoembahorljheheiwpjdbdb"

Salsa mengernyit. "Kamu ngomong sama siapa sih?!"

"Dimassss!! Diem lo ah iseng banget sih lo..."

"Ciri-ciri nih," gumam Salsa sambil tertawa.

Karena novia malah ribut dengan dimas, jadi Salsa mematikan sepihak.

"Lah telpon kok ngga jelas gitu?" ujar Aro heran.

"Namanya juga Saras, haha." Salsa tertawa kecil. Aro ikut tertawa kecil.

"Btw lo mau langsung pulang?" tanya Aro.

"Iya deh pulang aja."

***

"Makasih ya Aro, hari ini banyak kejadian seru sama kamu hehe," ucap Salsa sebelum turun dari mobil.

"Iya, tetep semangat ya!" seru Aro sembari mengelus lembut kepala Salsa.

"Oh iya jangan lupa, ambil motor kamu tuh masih ditaman tadi," ujar Salsa mengingatkan.

"Okeoke."

"Yaudah, aku masuk ya."

Aro mengangguk. Lalu Salsa turun dari mobil dan melambaikan tangan pada Aro.

"Kalo ada apa-apa telpon gue," kata terakhir yang Aro ucapkan lewat jendela, lalu mobil itu berlalu pergi menjauhi rumah nya.

Bastard BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang