57

1.7K 58 0
                                        

Salsa berlari cepat tanpa mempedulikan sekitarnya, dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Salsa benar-benar kecewa pada Lian. Salsa merasa bersalah pada Mawar, Mawar sahabat kesayangan Salsa dan Salsa merasa sakit hati ketika Lian mengungkapkan bahwa Mawar sudah dinodai oleh Lian.

Salsa berlari di pinggir trotoar. Salsa tak peduli dengan Lian yang terus memanggil namanya.

"Salsa" Teriak Lian yang tak jauh dibelakang Salsa.

"Sal, tunggu!"

Lian berhasil menarik lengan Salsa, tubuh Salsa tertarik kebelakang hingga menyentuh dada Lian. Dengan cepat Salsa menjauh dari bidang dada Lian. Salsa menatap Lian dengan tatapan ilfeel.

"Please, Sal. Aku minta maaf," lirih Lian lalu memegang kedua bahu Salsa. Lian menatap Salsa sendu.

"Kamu tau ngga sih? kamu itu cowo terjahat, terkejam, menjijikan, dan egois yang pernah aku kenal!" sentak Salsa menatap Lian dengan amarah. Setelah satu minggu baik-baik saja, kini Salsa kembali menyentak Lian karena kenyataan Lian menodai Mawar.

"Aku--"

"Bisa-bisa nya kamu melakukan hal itu pada Mawar, kenapa harus Mawar?! kan kamu punya BANYAK CEWE!" teriak Salsa dengan menekan kata 'banyak eewe' sekaligus menyindir Lian. Dulu Lian memang banyak cewek.

Lian menghela nafas berat, ia menatap Salsa frustasi.

"Kamu tau Sal, dulu aku jahat, kamu tinggal sama aku dari awal aku jahat. Tapi aku yakin kamu sekarang tau kalo aku udah berubah. Kamu pegang hati aku." Lian mengambil tangan kanan Salsa, lalu ia letakkan di dada Lian, seolah Lian menyuruh Salsa memegang hati nya dari luar. "Aku yakin kamu tau, kamu paham. aku.udah.berubah," ucap Lian dengan penekanan lembut.

Salsa terdiam sebentar, lalu ia menarik tangannya kembali. Memang benar, Salsa tahu betul kalau Lian sudah berubah. Sekarang Salsa hanya sedang kecewa.

"Please, kamu jangan ninggalin aku lagi," ucap Lian, takut Salsa meninggalkannya seperti dulu saat mereka ingin bercerai.

Salsa menghapus airmata nya kasar. Salsa menatap Lian. "Aku kecewa! Kenapa kamu jahat sama Mawar juga?"

"Maaf, aku khilaf. Seenggaknya aku udah mau mengakui kesalahan, Sal."

"Tetep aja aku kecewa!" balas Salsa lalu sedikit memundurkan tubuhnya dari Lian.

Lian mengusap wajahnya gusar. Lian terduduk ditrotoar, ia mendongak keatas menatap wajah Salsa. "Maafin aku."

Beberapa kendaraan yang melintas dekat trotoar jalan itu menatap kedua pasangan itu heran, mereka ingin tahu apa yang terjadi. warga +62 memang kepo.

"Li, bangun! jangan kayak gini." Salsa menepuk-nepuk bahu Lian untuk menyuruhnya bangkit.

Lian menggeleng pelan. "Ngga, sebelum kamu maafin aku!" Lian malah mengancam.

"Li, jangan gini!" sentak Salsa.

"Maafin aku Sal." Lian menyatukan kedua telapak tangannya, memohon maaf pada Salsa.

Salsa diam tak bereaksi. Salsa menatap Lian iba, tapi Salsa juga sedang kecewa berat dengan Lian.

"Aku emang salah besar. Tapi itu masa lalu, Sal. Aku sama Mawar juga udah baikan lagi," ucap Lian masih terduduk ditrotoar.

"Bangun, Li." Salsa menepuk pelan bahu Lian. Salsa tak mau bicara seperti ini, Salsa menyuruh Lian berdiri.

Lian pun perlahan berdiri. Lian menatap Salsa sayu, tubuhnya tak bersemangat sama sekali, padahal masih pagi. Lian menggenggam kedua tangan Salsa.

"Maafin aku ya?"

Bastard BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang