4

2.8K 103 0
                                        

****

Pintu kamar tiba-tiba dibuka oleh Lian. "Oiya, inget. Meskipun kita serumah, anggap aja lo tinggal sendiri dan jangan pernah ganggu gua lagi!" Kata Lian tegas. Setelah itu Lian menutup pintu dengan membanting.

Salsa kaget. Jantungnya berdegup kencang Salsa sangat anti dibentak, dikasari dan diteriaki. Bahkan kedua orang tuanya saja tidak pernah membentak seperti itu.

Salsa menggelengkan kepalanya, mencoba melupakan ucapan kasar Lian yang menyakiti hatinya.

Salsa kini bingung ia harus berengkat sekolah menggunakan apa? Biasanya dia diantar supir. Seharusnya ia berangkat bersama Lian karena kedua orang tua nya menyuruh mereka bersama kemana pun mereka pergi.

Tetapi Salsa sudah meminta supir untuk dirumah barunya. Tapi entah Rossa akan mencarikannya atau tidak.

Salsa berpikir mungkin harus belajar naik kendaraan umum. Salsa pun melangkah keluar rumah. Berjalan kedepan komplek.

Sudah 10 menit Salsa menunggu kendaraan umum didepan kompleknya. Tapi tak kunjung datang. Jam ditangan amel kini menunjukan pukul 06.45 hanya 10 menit lagi?

"Ishh gimana ni?" Salsa menunggu dengan gelisah

Tiba-tiba mobil berhenti kearah Salsa. Dan dibukalah kaca mobil itu.

"Mawar?"

Ternyata itu Mawar, sahabatnya.

"Lo ngapain sal di depan kompek? Supir lo kemana?" Tanyanya heran.

aduhh aku harus jawab apa?

"Hmm..mm..mmm" Salsa bingung harus jawab apa.

"Knp sal?" Tanya Mawar.

"Oh itu supir aku lagi pulang kampung maw" jawab Salsa berbohong.

"Ohh yaudah ayo bareng gue aja." Ajak Mawar dan diiyakan oleh Salsa. Untung ada Mawar disaat seperti ini.

Setelah sampai di SMA Angkasa Dirgantara. Ternyata pagar sekolah sudah tutup. Itu tandanya sudah masuk. Salsa dan Mawar bingung, memikirkan ide konyol.

Akhirnya mereka memanjat pagar sekolah demi masuk sekolah. Kebetulan satpam sekolah sedang tidak ada digerbang sekolah, membuat mereka mudah tanpa ketahuan memanjat pagar.

Untungnya pagar sekolah mereka tidak tinggi.

****

"Salsa Mawar? Kenapa kalian terlambat?" Tanya bu ajeng tegas ketika mereka baru memasuki kelas.

"Eumm.. itu bu..apa" Mawar bingung. Ia kemudian menyenggol lengan Salsa sebagai kode.

"Tadi kita memang telat bu maaf." Jawab Salsa jujur. Karena Salsa selalu diajarkan orangtuanya untuk jujur dalam hal apapun.

"Karena kalian telat, kalian ga boleh masuk kelas dan ibu akan memberikan kalian hukuman."

Salsa dan Mawar hanya menunduk. Semua teman kelasnya pun menatap mereka.

Salsa dan Mawar diberi hukuman. Hukuman yang sebelumnya mereka tidak pernah mengalaminya. Mereka disuruh mencabuti rumput-rumput yang panjang dibelakang perpustakaan.

Padahal biasanya hukuman seperti berjemur, berlari dilapangan. Tapi kali ini disuruh mencabuti rumput dengan tangan kosong.

Salsa dan Mawar berjalan ke belakang perpustakaan dengan lesu.

"Lo kenapa jujur si Sal?" Protes Mawar.

"Kan kita harus jujur" jawab polos salsa.

"Ck, susah punya temeb yang terlalu baik." Gumam Mawar

Bastard BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang