chapter 13

1.2K 182 23
                                    

Author POV

Lisa melihat punggung Jennie Unnie-nya semakin jauh dari pandangan nya. Dia berdiri dalam diam, tidak tahu apa kesalahan nya. Yang jelas, mereka bersenang-senang bersama dalam kencan belanja yang sederhana ini. Bahkan Lisa tidak menyadari bahwa mereka telah menghabiskan waktu berjam-jam di supermarket ini karena memang menyenangkan mengobrol dengan Jennie.

Sampai kemudian, Penyihir Diana menelpon nya dan merusak suasana hatinya.

"Sepertinya Jennie Unnie salah paham di sini." pikir Lisa.

Dia tidak yakin apa yang ada di dalam pikiran Jennie. Akan jauh lebih mudah jika dia tahu. Setidaknya itu tidak akan menciptakan kesalahpahaman di antara mereka. Karena Jennie terlihat tidak nyaman saat mata mereka bertemu.

Lisa hendak meninggalkan supermarket dan mengirim pesan kepada Jennie lagi untuk mengetahui tentang kencan mereka selanjutnya sampai dia melihat sesuatu di lantai tidak jauh darinya.

Seperti Pangeran Tampan yang menemukan sepatu kaca Cinderella, Lisa mengerutkan kening dan berjalan mendekat untuk memeriksa benda yang terjatuh, dan dia menemukan sebuah kunci dengan label di atasnya.

Jennie Kim, Apartemen Goshitel, Kamar 09.23.

"Oh, I see, jadi di situlah tempat tinggal Jennie Unnie..." Lisa hendak mengirim pesan kepada Jennie, memberitahukan bahwa dia menjatuhkan kuncinya. Tapi dia berhenti sebelum menekan tombol kirim.

"Tunggu dulu, bukankah ini waktu yang tepat untuk mengejutkan Jennie Unnie? Aku tidak tahu apa kesalahan ku, tapi selama aku mengejutkan nya dengan sesuatu, aku yakin Unnie akan memaafkan ku!" pikir Lisa.

Dia mulai memikirkan hadiah yang bagus untuk Jennie sambil menelpon sopirnya.

.

.

.

Jennie memanggil taksi karena dia membawa banyak tas belanjaan. Dia memeriksa ponselnya untuk melihat apakah Lisa akan berbicara dengan nya, mungkin menanyakan apa yang terjadi? Atau menanyakan jadwal kencan berikutnya?

Tetapi ketika dia tidak melihat ada notifikasi pesan sama sekali, dia kecewa. Itu hanyalah angan-angan nya, berpikir bahwa Lisa akan menelepon nya lagi.

"Yah, itu hanya membuktikan bahwa Lili memang punya kekasih.. " pikir Jennie.

Ia menarik napas dalam-dalam dan kemudian mengirimkan hadiah senilai 500 dolar kepada Lili. Dia menganggap ini sebagai perpisahan untuk angan-angan nya yang akhirnya memiliki pacar yang cocok dengan nya.

"Setidaknya, dengan ini, aku tahu bahwa Rent A Girlfriend hanyalah sebuah layanan profesional, tidak cocok untuk seorang wanita berusia akhir dua puluhan, yang mengira aku akan mendapatkan teman kencan yang sesungguhnya. Aku harus memperlakukan nya secara profesional dan menyelesaikan nya setelah Lili bertemu dengan orang tua ku."

Jennie kembali ke apartemennya. Tangan nya penuh dengan tas belanjaan yang berat. Ia berjalan menuju kamar 09.23 dan mencari kuncinya di saku hoodie-nya. Tapi dia tidak bisa menemukan nya.

"Tunggu...di mana aku menaruh kunciku?"

Jennie mencari di saku hoodie, saku celana jeans, dan bahkan di dalam tas belanjaan nya, tapi dia tidak menemukan apa pun. Ia menelan ludah ketika akhirnya menyadari bahwa ia mungkin telah kehilangan kuncinya di suatu tempat.

"Ini akhir pekan, jadi satpam sedang tidak bertugas. Aku tidak bisa mendapatkan kunci cadangan darinya. Sial, hari ini benar-benar hari yang buruk bagiku, huh?" Jennie berpikir sambil terus mencari-cari.

RENT A GIRLFRIEND - JENLISA [GxG]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang