20

5.2K 465 21
                                        

Masih seperti biasanya, sebelum menuju sekolah Shani menjemput Christy terlebih dahulu. Saat dirumah tadi Muthe sudah menghalangi Shani agar tidak usah menjemput Christy.

Namun, Shani tidak menggubrisnya sama sekali. Ia tetap mengarahkan mobilnya ke rumah Christy.

'Lho ko tumben dede belum nungguin aku di depan gang, padahal udah hampir jam setengah tujuh' Ucap Shani dalam hati saat sudah memasuki area perkampungan rumah Christy.

Ia langsung melepas seatbeltnya dan berucap, "Kamu tunggu disini dulu ya, cici mau samper ke rumah Christy sebentar" Katanya pada Muthe.

"Hmm" Deham Muthe dengan nada malas.

Kebetulan sekali nenek sedang menyapu di halaman rumah saat Shani datang. "Pagi nekk" Sapa Shani ramah.

Nenek menolehkan kepalanya kepada Shani dan tersenyum hangat. "Pagi Shani. Ko belum ke sekolah?" Balas nenek tak kalah ramah.

Shani tersenyum kikuk. "Anu nek, aku mau jemput dede buat berangkat bareng. Ini tumben banget dia belum nunggu aku di depan, biasanya kalau aku dateng jam segini dia udah berdiri di sana nek"

"Lho adek udah berangkat tadi jam enam lewat sepuluh ci. Emangnya dia ga bilang ke kamu?"

Shani menggeleng pelan. "Dari semalam aku udah hubungi dia, tapi sama sekali ga ada yang dibales nek"

Nenek menghela nafas pelan. "Yasudah nanti kamu bicarain sama adek di sekolah aja ya. Sekarang berangkat gih, udah makin siang ini"

"Iya nek, kalau gitu aku pamit ya" Shani mencium punggung tangan nenek lalu beranjak pergi.

Skip

Jam istirahat ini Shani sudah nangkring di taman belakang sekolah sambil menunggu seseorang. Siapa lagi kalau bukan Christy.

Ia menendang kerikil di atas rumput itu untuk menghilangkan rasa bosan. Pikirannya terus bertanya mengapa dengan Christy hari ini. Ia dibuat gelisah atas tingkah adiknya yang tiba-tiba saja tidak seperti biasanya.

Christy berjalan menunduk karna sambil membaca buku novel di tangannya ke arah taman belakang. Saat ia mengangkat kepalanya, tepat sekali Shani juga menatap ke arahnya yang tak jauh dari Shani berdiri.

Seketika Christy berhenti melangkah. Ia memutar badannya lagi dan tidak jadi ke taman belakang itu.

"Dedeee!" Teriak Shani memanggil Christy.

Tidak tinggal diam, ia berlari mengejar Christy yang semakin mempercepat langkah kakinya.

"Dee, tunggu" Ucap Shani di belakang Christy.

Anak itu sama sekali tidak mendengarkan Shani. Ia terus melangkah menjauhi Shani kemana pun arahnya.

Dengan gerakan cepat, Shani meraih lengan Christy dan menggenggamnya. Hal itu membuat langkah Christy terpaksa berhenti.

"Kenapa kamu pergi?" Ucap Shani setelah berdiri di depan Christy.

"Aku mau ke perpus" Jawab Christy datar.

Shani mengerutkan keningnya. "Kalau mau ke perpus kenapa tadi dede langsung pergi pas liat cici di taman? Kamu kayak lagi ngehindarin cici tadi"

"Aku buru-buru" Sahut Christy berbohong.

Shani menyadari itu. Ia curiga ada sesuatu yang Christy tutupi darinya.

"Tadi kenapa berangkat sekolah duluan? Kamu naik apa?"

"Bus" Jawab Christy singkat. Pandangan mata Christy menatap ke arah lain, ia tidak ingin eye contact pada Shani.

"Kenapa ga bareng sama cici?"

THOSE EYES [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang