"Irin.."ucap Becky dengan lirih setelah mengetahui yang menangkap tubuh olengnya adalah sahabatnya.
Irin menatapnya getir "Kau tahu, aku selalu mengkhawatirkanmu sejak video itu viral, tapi kamu malah menarik diri dari semua orang termasuk sahabatmu sendiri. Kau mengabaikan chat dan telepon dariku, bahkan tidak mau menemui ku saat aku datang ke rumahmu"
"Apa kau benar-benar tidak membutuhkan kehadiranku lagi?" Tanya nya lagi.
Irin tidak bisa lagi membendung dirinya, segala unek-uneknya ia tumpahkan saat itu juga.
Tiba-tiba Becky menangis dan memeluk Irin dengan erat.
"Maafkan aku Irin..,, aku terlalu bingung dan takut. Jadi aku hanya berdiam di rumah bersama Freen, aku bahkan tidak menyentuh Handphone ku. Bukan hanya kau yang aku abaikan, tapi semua orang"
"Heemmm..,, baiklah. Aku maafkan kau kali ini. Sebaiknya kita pergi dari sini" ajak Irin seraya membawa Becky menjauhi tempat ramai itu.
"Ngomong-ngomong bagaimana kau tahu hari ini aku ada disini?" Tanya Becky dalam perjalanan mereka menuju tempat parkir.
"Freen yang menghubungi ku. Dia memintaku menemani mu selama dia tidak ada disisi mu untuk sementara waktu"
Seketika wajah Becky mejadi sendu. Freen selalu mempersiapkan segala hal demi dirinya. Bahkan saat ini ia sudah merindukan tunangannya itu.
"Aku harap Freen dan kakak-kakak kami mendapatkan keringanan hukuman bahkan dibebaskan. Mereka tidak benar-benar bersalah dalam hal ini. Bukankah mereka justru membantu polisi dengan menangkap lebih dulu dua gadis itu? Bagaimana menurutmu Irin?" Ujar Becky
"Iya menurutku juga begitu. Mereka membantu polisi. Tapi kita lihat hasil sidang nanti Bec..,, aku juga tidak terlalu paham tentang hukum di negeri ini"
***************
Seminggu berlalu. Berarti seminggu juga Freen dikurung di jeruji besi sementara di salah satu kantor polisi di Kota Bangkok beserta Non dan kedua kakaknya di sel yang berbeda.
Jangan tanya kondisi Becky. Bahkan mama nya sendiri tidak mampu membuat mood nya membaik. Ia hanya ingin sendirian di kamar nya. Irin sesekali berkunjung, namun Becky tidak mau bicara banyak. Hanya kebungkaman yang menemani kesehariannya. Ia sungguh merindukan tunangannya saat ini.
Hari ini adalah hari dimana sidang akan dilanjutkan. Segala daya upaya dari para terdakwa Non Ratchanon, Roy Armstrong, Kirk Chankimha dan tersangka Freen Chankimha beserta pengacara mereka telah dikerahkan agar hukuman bisa diringankan bahkan berharap bisa dibebaskan karena ada satu hal yang bisa membuat hal itu terjadi yaitu....
Pertama: Mereka tidak terbukti memiliki niat buruk saat penangkapan Prim dan asistennya selain untuk membantu polisi menangkap penyebar video Freen dan Becky.
Kedua: Telah terbukti Prim meninggal dunia akibat kecelakaan bukan dibunuh oleh mereka
Ketiga : Disaat Prim dan Asistennya ditangkappun tidak ada aksi kekerasan yang dilakukan kecuali memang memaksa mereka untuk ikut ke markas milik Non, hal ini terbukti dari rekaman cctv markas yang akhirnya bersedia diberikan oleh Non pada polisi dan pemeriksaan yang dilakukan pada tubuh asisten Prim memang tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Selain itu, asisten Prim juga membuat pengakuan yang serupa dengan hasil pemeriksaan.
Non awalnya tidak ingin memberikan cctv markasnya, entah apa sebabnya. Namun agar hukuman mereka bisa diringankan, tuan pengacara akhirnya bisa membujuk Non untuk menunjukkan bukti itu.
Becky masuk ke ruang sidang lebih awal dari waktu yang ditentukan.
Ia sangat merindukan kekasihnya.
"Freen..,, I miss u so bad. Semoga kamu tidak dihukum berat sayang. Bahkan kita adalah korban, entah kenapa kamu malah ditangkap" lirih Becky berbisik pelan.
Disebelahnya duduk dua orang wanita sebayanya, Irin dan Nam.
Nam juga tidak kalah sedih dengan semua hal yang terjadi. Ia jadi pendiam sejak Kirk ditangkap polisi.
Sidang berlangsung dengan cukup lancar dan cepat karena kini bukti-bukti terkuak dengan gamlang.
"Pak Hakim yang saya muliakan. Sesuai hasil pemeriksaan oleh polisi, klien kami terbukti tidak memiliki alasan yang buruk dalam niat mereka menyekap Prim dan asistennya kecuali untuk membantu polisi. Bahkan saat itu mereka langsung menghubungi polisi. Dan juga tidak terdapat tanda-tanda pemukulan pada tubuh kedua gadis tersebut. Semua bukti sudah kami serahkan pada polisi dan pengadilan" ujar sang pengacara dengan lantang.
"Baik, barang bukti sebagai pembelaan sudah kami terima. Dan akan kami jadikan bahan pertimbangan. Bagaimana pihak pelapor? Ada yang ingin disampaikan?" Sahut Sang Hakim seraya bertanya pada kuasa Hukum ayah Primiily sebagai orang yang berkeberatan putrinya disekap oleh Non dan yang lainnya.
"Kami tetap menuntut para tersangka dan terdakwa untuk diberikan hukuman 5 tahun penjara karena mereka melakukan tindakan tidak menyenangkan, dan mengenai penangkapan itu, harusnya dilakukan oleh petugas bukan warga sipil seperti mereka" jawab kuasa hukum Ayah Primiily dengan lantang.
"5 tahun?!! Aku bahkan tidak ada menyentuh anakmu barang secuilpun pak Tua" Pekik Kirk dengan emosinya
"Mohon tenang tuan" ucap sang Hakim menengahi
"Pemohon boleh mengajukan tuntutan pada kalian, namun saya yang akan memutuskan." lanjutnya.
"Baiklah..,, setelah kami mengkaji kasus berdasarkan semua bukti dan saksi, maka diputuskan.............."
Semua orang menunggu dengan was-was keputusan Hakim.
Freen yang duduk di depan sempat menoleh ke belakang tempat Becky duduk. Memberikan senyumnya berharap Becky siap menerima apapun keputusan Hakim.
Sedangkan Becky hanya merespon senyum itu dengan tatapan sendu nya.
"Sejujurnya aku tak kuat dipisahkan begini baby" keluhnya dalam hati.
Irin yang duduk di tengah-tengah menggenggam erat tangan kedua temannya untuk memberi kekuatan.
"Maka diputuskan bahwa Tuan Non Ratchanon akan dihukum Dua Tahun penjara karena merupakan dalang utama yang menyuruh orang untuk melakukan penculikan. Terdakwa diberikan hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum karena tujuan dari penculikan adalah untuk menangkap pelaku perekaman dan penyebaran video kegiatan privasi nona Freen dan nona Becky, dan yang bersangkutan juga segera menghubungi polisi setelah aksi penculikan itu"
Non hanya tersenyum mendengar ucapan Hakim. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Kemudian untuk Tuan Kirk Chankimha, Tuan Roy Armstrong dan Nona Freen Chankimha dibebaskan karena terbukti tidak terlibat dalam proses penculikan namun hanya berada di lokasi kejadian atas ajakan Tuan Non Ratchanon sesuai pengakuan dari tuan Non sendiri" lanjut sang hakim.
Kirk, Roy dan Freen tampak terkejut dan langsung menoleh ke arah Non yang tampak santai duduk di kursi paling ujung diantara mereka.
"Non k-kau?" Ucap Roy terbata-bata.
"Kau menyelamatkan kami? Terimakasih banyak" bisik Kirk yang kini merasa sangat lega
"But...,, why?" Tanya Freen kemudian.
Karena pengakuan Non yang mengatakan bahwa ketiga rekannya tidak terlibat dalam aksi penculikan itu, entah sebagai otak utama ataupun eksekutor dan hanya dibawa kesana oleh Non sendiri. Maka mereka kini dibebaskan.
Non kembali tersenyum "Iya, anggap saja karena kau memiliki adik yang cantik dan seksi Kirk" lalu ia mengedipkan satu kelopak matanya pada Freen dengan genitnya, dibalas dengan tatapan malas oleh gadis itu.
Sedangkan kedua orang lainnya, masih tampak heran namun lega.
"Kenapa phi Non menyelamatkan kami? Bukankah kami juga terlibat"
Freen bertanya-tanya dalam hati.
Sementara Becky, Nam dan Irin sangat bahagia mendengar putusan hakim.
*********************
Yeeeyyyyy....
Mereka bebas 😁😁😁
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Novela JuvenilTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
