BAB 58

2.2K 183 24
                                        

FREEN POV


Jari jemariku menari lincah menekan keyboard Laptop milikku. Aku selalu berusaha membantu urusan bisnis perusahaanku n phi Kirk walaupun dari jauh.

Apalagi phi kesayanganku kini malah harus berurusan dengan ayah Primiily, padahal seharusnya ini murni menjadi masalahku dan Becky.

Hanya saja, phi Kirk dan phi Roy rela pasang badan demi kami adik-adiknya. Bahkan entah kenapa Phi Non pun bersedia terlibat, padahal dua bulan yang lalu, dia dengan tega mencampakkan tunangannya dengan alasan Becky tidak bisa punya anak. Padahal kecelakaan yang menyebabkan rahim Becky rusak adalah ulahnya sendiri.

Jika sudah begini, aku sendiri malah bingung, harus terus membencinya atau memaafkannya.

Huff!!

Aku menarik nafas panjang, berusaha me-relax-kan otot-otot bahu ku yang tegang karena terlalu lama di depan laptop, serta saraf-sarat otakku karena terlalu banyak berfikir.

Setelah satu jam berlalu, aku menutup laptop ku.

Dan aku baru sadar, jika rumah ini tampak sunyi.

Sedari tadi aku bekerja di ruang tamu sendirian. Bahkan phi Mai pun tidak terlihat batang hidungnya.

Dan satu lagi, dimanakah kesayanganku saat ini?

Aku beranjak setelah meletakkan laptopku begitu saja di atas sofa. Mencari sosok yang sangat aku cintai itu.

Setelah beberapa menit menelusuri rumah dan memanggil nama nya. Akhirnya aku menemukannya duduk termenung di kursi panjang di taman belakang.

Dia tampak cantik dibawah sinar mentari sore berwarna jingga. Rambutnya yang terurai tampak menawan karena diterbangkan angin semilir yang beberapa kali menerpanya.

Becky tidak menyadari kehadiranku. Ia tetap menatap lurus ke depan tanpa berkedip.

"Jika raut wajahmu seperti itu terus, nanti para hantu merasa insecure sayang" celetukku sembari duduk di sebelahnya.

"Jadi maksudmu wajahku lebih seram dari hantu?" Becky menatapku tajam. Wajah murungnya kini benar-benar berubah seram.

Aku menahan tawa ku.
"Seram pun tetap menggemaskan" sahutku, dibalas tatapan malas dari kekasihku.

"Ada apa princess? Kamu bosan? Hemmm pasti bosan. Aku saja bosan di rumah terus. Lama-lama kepala kita jadi mirip dengan tanaman terong ungu organic yang selalu kita rawat setiap hari itu " ujarku panjang lebar sambil menatap sepetak tanah di depan ku yang kami gunakan untuk menanam beberapa jenis sayuran.

"Kamu bertanya, tapi kamu juga yang menjawabnya freen. Dan what? Terong ungu? Kepala kita? Hahaha" ujar Becky seraya tertawa terbahak-bahak.

Mungkin ia sedang membayangkan bahwa kepala dan wajah kami jadi benar-benar mirip terong itu.

Mungkin ia sedang membayangkan bahwa kepala dan wajah kami jadi benar-benar mirip terong itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I am Here For YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang