BAB 63

1.5K 135 19
                                        

Setelah hasil sidang itu diputuskan oleh hakim, ayah Prim segera keluar ruangan sidang tanpa banyak bicara. Dia hanya sekilas amenatap datar pada Non, Kirk, Roy dan Freen, sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruang sidang itu.

Freen terlihat berusaha mengejar Ayah Primiily ingin mengatakan sesuatu, namun dicegah oleh Kirk.

"Freen, biarkan dulu. Kalau kau ingin berbicara padanya carilah waktu yang tepat" ujar sang kakak.

Freen hanya mengangguk pelan. Sampai saat ini, dia masih belum tahu alasan kenapa Primiily sampai tega melakukan hal ini disaat nama mereka berdua sedang di puncak ketenaran.

Kirk, Roy dan Freen kini diijinkan pergi oleh pihak kepolisian  sedangkan Non kembali diborgol untuk menjalani hukumannya.

Sementara itu beberapa anak buah Non yang terlibat juga mendapat hukuman satu tahun penjara.

"Pak polisi, berikan aku waktu sebentar untuk berbicara dengan Krik, Roy, Freen juga Becky" ucap Non tiba-tiba ketika melihat Becky yang masih duduk di bangku belakang.

"Saya berikan 5 menit" ucap salah seorang polisi namun tetap berada di dekat Non untuk berjaga-jaga.

Freen yang mendengar keinginan Non segera mengajak tunangannya mendekat ke arah Non. Walaupun Becky tampak enggan untuk menemui mantan tunangannya lagi, namun ia tetap menuruti Freen.

"Kirk, Roy, Freen, aku sudah membuktikan pada kalian bahwa bukan aku yang menyebarkan video. Jadi kesepakatan kita tetap berjalan okay?" Ujar Non kemudian

"Tentu, kami tidak akan menuntutmu padahal kau lah yang buat adik ku kehilangan rahimnya" ujar Roy dengan nada kesal.

"Namun aku tetap ingin berterimakasih karena kau membuat kami bebas dan bersedia menanggung semua ini sendirian phi" sela Freen.

"Kau ingin tahu alasannya?" Non berkata sembari menatap Becky lekat lekat.

Becky yang ditatap menjadi risih sehingga mengeratkan pelukannya pada lengan kanan Freen.

"Tentu" sahut Freen singkat

"Kau tipikal orang yang mengutamakan kepentingan pribadimu diatas apapun juga  sungguh mengherankan jika tiba-tiba kau mau berkorban untuk orang lain" kini Kirk lah yang bicara.

Non tidak mengalihkan pandangannya dari Becky sedari tadi. Tatapannya menjadi gamang.

"Becky..." panggilnya kemudian

Sang pemilik nama pun menoleh ke arah Non tanpa menyahut.

"Kita tidak sempat bertemu atau bicara sejak kecelakaan itu terjadi. Bahkan kata-kata perpisahan pun belum sempat keluar dari mulut phi"

Freen menggelus tangan Becky yang memeluk lengannya dengan erat. Dia tahu tunangannya merasa tidak nyaman saat ini.

"Phi ingin minta maaf padamu. Phi orang yang egois, bahkan saat kecelakaan itu yang ada dalam pikiran phi adalah menyelamatkan diri sendiri tanpa peduli denganmu, kekasih yang bersama phi selama tujuh Tahun lamanya. Maafkan phi. Maaf juga karena sempat berkata tidak pantas saat di rumah sakit"

Becky tidak bergeming. Ia hanya menatap datar pada mantan kekasihnya.

"Freen, Roy, Kirk tolong jaga Becky. Inilah alasanku...,, aku ingin kalian menjaga Becky, seseorang yang gagal aku jaga. Dua tahun di penjaga mungkin cukup memberiku waktu untuk merenung dan tidak menjadi orang yang egois lagi"

"Phi mencintaimu Becky sayang. Hanya saja, phi lebih mencintai diri phi sendiri. Phi memang seegois itu. Phi tidak pantas untukmu"

"Waktu habis" pak polisi menyela ucapan Non.

I am Here For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang