Persidangan berlangsung tegang. Pengacara Kirk, Roy dan Non sedang beradu fakta dengan kuasa hukum Ayah Primiily.
Rekaman CCTV percakapan Primiily dan asistennya yang berisi obrolan mereka membahas tentang video Freen dan Becky yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka mengaku sebagai biang keladi dari kejadian viral itu, awalnya menjadi bukti paling kuat untuk menyatakan dua wanita tersebut bersalah.
(Ini adalah rekaman CCTV sebelum Freen datang ke gedung tua milik Non, mereka berdua sudah ditangkap oleh anak buah Non sebelumnya lalu mereka mengobrol tentang video yang mereka sebarkan tanpa tahu bahkan mereka dipantau oleh CCTV di ruangan itu)
Namun kini rekaman CCTV itu, bagai tombak dengan dua mata pisau yang justru berbalik menghujam Kirk, Roy dan Non.
Berdasarkan rekaman CCTV itu Kirk, Roy dan Non dituduh melakukan tindak kejahatan melakukan penculikan, penyekapan, kekerasan dan pembunuhan , dimana Prim dan asisten muda nya terekam dalam keadaan terikat di gedung tua yang terdaftar sebagai milik Khun Non, lalu di lokasi kejadian kecelakaan Primiily polisi melihat keberadaan mereka bertiga dan beberapa anak buah Non.
Sebenarnya tiga laki-laki dewasa itu sudah memberitahu polisi bahwa mereka berhasil menangkap dua orang terduga pelaku penyebaran video dan membawa ke gedung milik Non, walaupun mereka tidak berwenang melakukan itu. Pihak kepolisian awalnya tidak mempermasalahkannya karena tidak ada tuntutan dari pihak lain.
Namun secara mendadak, ayah Prim mengajukan tuntutan melihat anak semata wayangnya meregang nyawa sia-sia.
Jadi saat ini rekaman cctv itu malah menjadi bukti tentang pemaksaan yang dilakukan Non terhadap anak gadis kesayangan pemilik hotel itu.
"Siaal! bisa-bisa kita benar-benar dipenjara sekarang. Apakah tidak ada yang bisa melacak mobil yang menabrak Primiily?" Bisik Non pada dua laki-laki lainnya.
"Harusnya kau tanyakan anak buah mu Non. Bukankah mereka yang mengejar gadis itu" sahut Kirk tak kalah pelan
"Jangan lupa, adikmu juga ikut serta. Tapi kau sembunyikan dia" jawab Non yang hanya bisa didengar Kirk dan Roy.
"Dia tidak perlu terlibat!" Sergah Kirk
"Diamlah kalian!" Roy akhirnya bersuara karena cukup muak dengan dua rekan nya, sembari otaknya berpikir keras. Dia benar-benar khawatir dengan nasib perusahaan, istri, ibu dan adiknya jika dia benar-benar dipenjara.
Kakak Becky kini sudah menikah, berstatus sebagai suami dari Nita, wanita yang dipilih oleh mommy nya untuk dijodohkan dengannya. Roy dan Nita pada akhirnya bisa saling mencintai.
*********************
Sidang terus berlangsung, termasuk mendengarkan keterangan dari beberapa anak buah Non yang menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut.
Sebenarnya ketiga pria muda itu juga berstatus sebagai tersangka karena mereka terlibat dalam aksi penangkapan Primiily dan asistennya.
Hanya saja, kemungkinan hukumannya akan lebih ringan karena mereka hanya menjalankan perintah 'boss' nya.
Ketiga anak buah Non kompak mengatakan bahwa Primiily tertabrak mobil saat mereka mengejarnya.
"Bukankah anak buahmu ada empat saat itu Non?" Bisik Kirk kemudian. Dia benar-benar ingat, ada empat pria berbaju hitam bersama adiknya saat melihat Primiily terkabar di jalan.
"Aku tidak ada di lokasi kejadian saat itu. Karena aku tetap berada di gedung. Hanya mereka bertiga yang kembali ke gedung setelah kejadian itu" sahut Non sambil dengan dahi yang berkerut.
"Kau sudah memeriksa anak buahmu satu persatu?" Bisik Kirk lagi.
"Sudah, sisa nya masih berada di gedung. Dan hanya tiga orang itu yang ikut bersama adikmu dalam pengejaran itu" sahut Non tak kalah pelan agar hanya terdengar oleh mereka berdua.
"Ini aneh, aku benar-benar merasa ada empat orang saat itu" guman Kirk lalu menoleh ke arah kiri tempat Roy duduk.
"Kurang satu" bisik Roy
Ternyata kakak dari Becky Armstrong juga menyadarinya.
************************
"Bagaimana pembela dari Pihak tertuntut, apa ada bukti lain yang menunjukkan bahwa klien anda tidak bersalah?" Ucapan hakim utama, memecah lamunan mereka.
Non, Kirk dan Roy tampak pasrah. Memang tidak ada bukti kuat yang menunjukkan mereka sebagai pembunuh dari gadis yang sedang naik daun itu.
Namun mereka juga tidak bisa membuktikan bahwa mereka dan ketiga anak buah Non, bukan pelakunya.
Sementara polisi yang datang ke tempat kejadian, mengatakan ; mereka sampai lokasi disaat Roy dan Kirk beserta ketiga anak buah Non sudah berada disana lebih awal. Jadi mereka tidak melihat apa yang terjadi.
Non memang tidak berada di lokasi. Namun kepemilikan gedung, aksi penculikan dan keikutsertaan bawahannya menyebabkan ia juga ikut terseret dalam kasus itu.
Sang Pengacara tampak berdiskusi dengan tiga laki-laki dewasa tersebut sebelum menjawab pertanyaan sang Hakim.
Sementara itu di barisan kursi para hadirin yang menyaksikan sidang, sepasang gadis saling memandang dan saling menggenggam erat jari jemari pasangannya.
"Kau yakin, akan melakukannya sayang?" Tanya Becky.
"Bisa saja pintu karier mu sebagai artis akan semakin tertutup rapat setelah ini. Dan ba..bagaimana jika malah kau juga dipenjara?" Becky melanjutkan ucapannyaa dengan tatapan khawatir yang tak bisa ia sembunyikan.
Freen masih terdiam. Namun senyum teduhnya tak pernah lepas dari wajah tampan dan cantiknya.
"Jika aku dipenjara, apa kau akan menikahi orang lain? " tanya Freen dengan sedikit candaannya.
"Bodoh! Mana mungkin itu terjadi, aku bahkan bersedia jadi lajang tua hanya untuk menunggumu" Becky melepas genggaman tangannya
"Hahaha..,, maka tunggulah aku" sahut Freen santai seraya menekan layar handphone, menghubungi seseorang.
Sementara itu...
"Yang Mulai" pengacara dari Non dan kawan-kawan memulai pembicaraannya.
Sang hakim agung kini memberikan atensi penuh pada sang pengacara, siap mendengarkan apapun yang ia ingin katakan.
Tapi tiba-tiba........
"Tunggu!!" Teriak seseorang dari arah pintu ruang sidang.
Semua mata menuju pada sesosok laki-laki muda yang mengenakan kemeja simple dengan celana panjang yang senada dengan kemejanya.
Beberapa bisikan mulai menggema di ruang sidang, membuat suasana tak lagi tenang.
Namun Freen tampak tersenyum dengan ketenangan yang tak tergoyahkan, memandangi laki-laki itu.
"Dia kah orangnya sayang?" Bisik Becky kemudian.
**************************
Bentar lagi end
KAMU SEDANG MEMBACA
I am Here For You
Fiksi RemajaTidak apa-apa jika tidak sesuai keinginanku, tidak apa-apa jika kamu tidak menjadi milikku, sungguh. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia. Senyummu, tawamu, bahagiamu adalah prioritasku. Warning 18+ 🔥 #GXG #freenbecky
