Setelah selesai dengan agenda breakfast pagi tadi, ketiga gadis yang menjadi tamu Nyonya Jung kembali ke aktivitas nya masing-masing.
Ruka dan Pharita izin pamit dan langsung pergi ke tempat kerja, sedangkan Chiquita diantar secara pribadi oleh supir keluarga Jung untuk berangkat ke sekolah tanpa Rora.
Itu benar, tanpa Rora!
Khusus hari ini, Dain dan Ahyeon sengaja libur dari pekerjaan dan agenda sekolah karena masih dalam suasana yang kurang mengenakkan akibat kejadian tadi malam.
Sebenarnya bisa saja Ahyeon tetap ngantor karena ia sendiri tidak demam seperti yang dialami Rora, namun sebagai kekasih yang baik, ia meminta izin pada orangtuanya untuk absen sehari saja agar ia bisa menemani gadisnya tersebut.
Bukan sok cari-cari kesempatan, ia hanya ingin membicarakan perihal Asa bersama kekasihnya dan ingin menyelesaikan persoalan ini secepatnya.
Meski Ahyeon sendiri juga tak tau harus mulai dari mana untuk membahas ini, karena masalah yang mereka hadapi bukan tipe masalah yang bisa kelar dalam sehari dua hari.
Lagipula ini adalah pertama kalinya ia bertengkar hebat dengan Asa selama 4th lebih mereka menjalin hubungan persahabatan.
Dan karena Asa masih 1 genk dengannya, jadi Ahyeon tidak ingin memutuskan masalah ini secara sepihak, ia membutuhkan peran Ruka dan Pharita yang juga ikut terlibat disini, menjadikan mereka berdua sebagai jembatan tengah, sekaligus sosok paling netral yang dapat memberikannya solusi, agar bisa mempertimbangkan masa depan hubungan pertemanan mereka berempat akan seperti apa nantinya.
Semarah-marahnya Ahyeon, ia masih tetap berusaha berpikir rasional demi membereskan persoalannya dengan Asa. Ia tetap menginginkan jalan terbaik bagi mereka bersama untuk mencapai keputusan final yang tepat.
Apakah ia akan berdamai dengan Asa dengan segenap pertimbangan dan juga syarat, atau malah memilih untuk menjauhi serta memblacklist nama wanita Jepang tersebut dari bagian circle sahabat karibnya.
Meskipun jika ditanya, apakah Ahyeon masih sakit hati dengan tindakan jahat yang diperbuat Asa, jawabannya sudah pasti IYA! Bahkan sampai detik ini ia masih begitu marah dan kecewa.
Mustahil bagi Ahyeon bisa melupakan kejadian menyakitkan semalam dalam waktu singkat, walau secara garis besar, ia tak sepenuhnya memergoki hal-hal apa saja yang sudah dilakukan Asa terhadap gadisnya didalam kamar mandi.
Namun tetap saja, sedikitpun ia tak rela jika kekasihnya disentuh dan digerayangi dengan cara licik seperti itu, apalagi yang menjebaknya adalah sahabat karibnya sendiri. Bagaimana ia tak murka?
Seolah tiada kata maaf untuk kesalahan semacam itu! Tapi disisi lain, Ahyeon juga ingin mendengar penjelasan dan alibi dari mulut Asa secara langsung. Apa yang mendasarinya menjebak Rora dengan membeli obat bius demi bisa mencumbuinya, dan dari mana Asa mendapatkan barang jahat tersebut.
Ahyeon benar-benar butuh untuk tau!
Masih terlalu banyak pertanyaan yang bersarang dalam benaknya sekarang ini. Ia risih, ia ingin melepaskan semua beban ini sesegera mungkin. Ujian pada hubungannya sungguh berat. Meski begitu, Ahyeon yakin, cepat atau lambat, waktu yang akan membantunya untuk dapat menyelesaikan semuanya.
Ia hanya perlu lebih bijaksana dalam menangani masalah ini, karena secara konteks, posisi Dain lah yang jauh lebih tersakiti.
Skip 🦋🐼
Saat ini jam tengah menunjukkan pukul 08:57 KST. Setelah kepergian Ruka, Pharita dan Chiquita dari rumahnya, Ahyeon dan Rora kini tengah sibuk berada di ruang perpustakaan mini yang tersedia di Kediaman Keluarga Jung.
KAMU SEDANG MEMBACA
CheeZe CaKe
Fiksi PenggemarBerawal dari pertemuan yang tak disengaja antara 2 gadis yang berbeda latar belakang disebuah kedai. Karena Cheesecake gratis, tanpa sadar keduanya kian dekat hingga terjalinlah sebuah ikatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
